Tanah Belakang Ponpes Miftahul Mustarsyidin Longsor

foto:din/zonaberita.com
Lokasi tanah longsor yang berada di belakang Ponpes

Tanah yang berada di belakang bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Mustarsyidin Longsor 100 meter.

Longsoran tanah yang terjadi sejak sebulan lalu sedikit demi sedikit menggerus bangunan Ponpes di Kecamatan Kedundung, Sampang, Madura.

Para santri khawatir longsor merobohkan bangunan pondok saat mereka sedang belajar. “Kalau terus begini longsornya akan mengganggu aktivitas belajar mengajar apalagi di sini banyak santri,” kata Muammal, salah seorang santri, Kamis (30/12/2010).

Pengasuh Ponpes Miftahul Mustarsyidin, KH Hasbullah Huda, mengatakan, longsor terjadi karena tingginya intensitas hujan yang terjadi beberapa hari terakhir.

KH Hasbullah, berharap ada bantuan dari pemerintah setempat agar bisa membuat plengsengan di sekitar pondok, sehingga longsor tidak terus terjadi, apalagi lokasi pondok dekat dengan sungai.

Ponpes Miftahul Mustarsyidin terletak sekitar 30 km dari Kota Sampang. Lokasinya berada di perbukitan dengan kondisi tanah lempung, sehingga sangat rawan dilanda longsor. (din/isp)

Sumber: ZonaBerita, Kamis, 30 Desember 2010

Bupati Pamekasan Lepas Atlet Catur ke COSIYC Singgapura

foto:nen/zonaberita.com
Early Candra Kurniawan menuju COSIYC Singapura

Pamekasan, zonaberita.com - Bupati Pamekasan Kholilurrahman melepas atlet catur yang akan mewakli kabupaten setempat untuk berlaga di Chess Olympiade Singapore International Youth Championship (COSIYC) di Singapura.

Selain mewakili Kabupaten Pamekasan, Early Candra Kurniawan (15) siswa kelas 10 SMA Negeri 4 pamekasan, sekaligus mewakili Indonesia.

Dalam sambutannya di ruang peringgitan dalam Pendopo Ronggosukowati, Jumat (24/12/2010) Bupati, berharap keberangkatan Early Candra akan membawa kemenangan dan mengharumkan nama Pamekasan di tingkat Internasional.

Atlet muda asal Desa Samatan Kecamatan Proppo, yang telah terdaftar sebagai atlet Percasi sejak klas 3 SD, Sebenarnya telah berulangkali meraih medali emas dalam Event Nasional.

Di antaranya meraih medali emas pada Kejurda Olimpiade Olah raga Saint Nasional. Kejurnas di Palangkaraya tahun 2009. Dan Kejurnas di Manado pada 2010.

Kejurnas di Manado inilah yang membuat Early naik peringkat dari D ke C dan berhak menyandang gelas Master Percasi.

“Karena sejumlah prestasi inilah, Early bisa terpilih untuk mewakili Indonesia. Early berlaga pada klas di bawah usia 17 tahun, yang dipilih langsung oleh PB Percasi Pusat,” kata Abd Razak Bahman pada zonaberita.com.

Masih katanya, selain Early, masih ada tiga rekkany lagi yang mewakili Indonesi.

Ketiga atlet itu, pada usia di bawah 8 tahun dari Kalimantan Timur. Usia di bawah 11 tahun dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan di bawah 14 tahun dari Jawa Tengah.

Chess Olympiade Singapore International Youth Championship, akan berlangsung mulai tanggal 25 hingga 31 Desember 2010 di Singapura. (nen/isp)

Sumber: ZonaBerita, Sabtu, 25 Desember 2010

Diva Raih 3 Medali Emas dan Satu Perak di TFIYM India

foto: nen/zonaberita.com

Satu kebanggan lagi disandang sekolah favorit SMAN 1 Pamekasan Madura.

Setelah 3 siswanya berhasil meraih Medali Emas dan Perak dalam berbagai event seperti lomba Sain Fisika Internasional, yang dikuti Andi Oktavian Latif dan Sohibul Maromi pada Ajang International Physic Olimpiade (Ipho) di Zagreb Kroasia.

Kali ini Alissya Diva Mustika siswi klas 10 SMAN 1 Pamekasan menyusul ketiganya dengan meraih 3 medali emas dan 1 perak untuk keunggulannya pada ajang The Fourth International Young Mathematics (TFIYM) di India.

Masing-masing medali yang di raihnya yaitu di antaranya 3 emas untuk Relay Round Contest, Individual Contest dan Team Contest. Serta 1 perak untuk ajang Mathematical Fair.

Diva tidak hanya berangkat sendiri, namun ia bersama adiknya Alssya Putri Mustika di sertai seorang rekannya Nora Nisrina Bafadal dari SMAN I Bogor yang berhasil meraih medali perak.

Kepala SMAN 1 Pamekasan Basyoir Sabtu (11/12/2010) pada zonaberita.com menyampaikan rasa kebanggannya dan berharap siswa di lembaga sekolah itu tidak cepat puas dan tetap meningkatkan prestasinya.

Dalam lomba ini diikuti oleh 13 Negara yang dibagi dalam 66 tim untuk junior level dan 50 tim untuk senior level. Negara-negara tersebut adalah Rusia, Afrika Selatan, Inggris, Korea, Thailand, Philipina, Qatar, Iran, Bhutan, Nepal, India, Sri Langka dan Indonesia. (nen/isp)

Sumber: Zonaberita.com, Sabtu, 11 Desember 2010

Mendiknas Kukuhkan Pamekasan Kabupaten Pendidikan

Pamekasan resmi menyandang predikat sebagai Kabupaten Pendidikan. Deklarasi Pamekasan Sebagai Kabupaten Pendidikan dilaksanakan Jumat (24/12) kemarin yang ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Pendidikan Nasional Prof Dr M Nuh DEA, di Lapangan Kecamatan Waru Pamekasan.

M Nuh Mengatakan Pamekasan memenuhi syarat untuk menjadi kabupaten pendidikan, karena Pamekasan merupakan daerah tingkat II yang memiliki banyak prestasi di bidang pendidikan. Pamekasan juga merupakan daerah yang telah menganggarkan anggaran pendidikan lebih dari 20 persen APBD sesuai dengan tuntutan Undang Undang.

Acara deklarasi itu juga dihadiri Kapolda Jatim Badrudin Haiti. Kehadiran Kapolda ini selain menghadiri deklarasi Pamekasan sebagai kabupaten pendidikan juga untuk menyaksikan penendatanganan kerjasama antara Pemkab Pamekasan dengan Polres Pamekasan dengan mamasukkan pelajaran kelalulintasan dalam mata pelajaran resmi di sekolah.

M Nuh mengatakan kemajuan sebuah bangsa tergantung pada sejauh mana pelaksanaan pendidikan. Karena itu bekerja keras untuk memajukan pendidikan merupakan suatu persaratan untuk menghadapi masa depan yang banyak tantangan. “Pamekasan telah memulai untuk bangkit dengan mengukuhkan dirinya sebagai kabupaten pendidikan. Ini harus dipertahankan,” katanya.

Sebagai konsekuensi dari dikukuhkannya Pamekasan sebagai Kabupaten Pendidikan, M Nuh berjanji Kementrian Pendidikan Nasional akan memberikan perhatian lebih dengan cara akan menyediakan alokasi anggaran yang khusus untuk kabupaten Pamekasan, untuk pengembangan dunia pendididikan.

Sebelum menandatangani prasasti deklarasi, dari atas panggung M Nuh menyempatkan diri memanggil dan berdialog dengan sejumlah pelajar berprestasi tingkat internasional dari Pamekasan mulai dari tingkat SD hingga tingkat SLTA. Saat itu M Nuh menyampaikan apresiasi yang sangat dalam pada para siswa itu, karena ternyata anak anak berprestasi asal Pamekasan itu lebih banyak berasal dari kelompok orang miskin dan dari masyarakat pedesaan.

M Nuh juga menyempatkan menyaksikan berbagai kegiatan simulasi dan eksprimen dari para pelajar yang sengaja ditampilkan dalam arena deklarasi itu untuk menyemarakkan deklarasi Pamekasan sebagai kabupaten pendidikan.

Bupati Pamekasan Drs KH Khalilurrahman SH MSi mengatakan bahwa sampai saat ini Pamekasan masih berpredikat sebagai kota tertinggal dari segi ekonomi. Namun sekalipun Pamekasan dikenal sebagai kota tertinggal, untuk bidang pendidikan pamekasan memiliki prestasi yang sangat membanggakan.

Dia lalu mengungkapkan sejumlah siswa asal Pamekasan yang telah mengharumkan nama bangsa Indonesua karena berprestasi dalam bidang lomba mata pelajaran sain ditingkat internasional. Diantaranya Andy Oktavian Latief Peraih Medali Emas IPhO di Singapura tahun 2006. M Sahibul Maromi peraih medali emas IPhO di Kroasia tahun 2010.

Bupati Kholil mengatakan bahwa sengaja deklarasi dilakukan di Kecamatan Waru sebagai kecamatan paling utara Pamekasan. Ini bertujuan untuk mengembangkan sebagai kecamatan berprestasi dibagian utara. Apalagi Kecamatan Waru merupakan Kecamatan yang dipersiapkan untuk menjadi Kota Kedua Pamekasan. (mas)

Sumber: Surabaya Post, Minggu, 26 Desember 2010

Abussidik Dilantik Gubernur di Pendopo Agung

Foto: Soekarwo Gubernur Jawa Timur usai Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep di pendopo agung Sumenep. Terlihat beliau melayani wawancara wartawan lokal Sumenep

Pasangan Abuya Busyro Karim dan Sungkono Sidik (Abussidik) akhirnya resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumenep periode 2010-2015. Acara Pelantikan ini mulai dengan pengambilan sumpah jabatan di Pendopo Agung, Sumenep, Senin, (25/10/2010), tepat jam 11.00 WIB.

Soekarwo, Gubernur Jawa Timur turut membacakan amanat sumpah kewajiban yang harus dijalankan kedua pemimpin baru Sumenep ini. Selanjutnya, juga dibacakan surat keputusan Gubernur Jawa Timur, tentang habisnya masa kepemimpinan bupati dan wakil bupati periode lalu, Ramdlan Sirad dan Muhammad Dahlan.

Menurut pakde Karwo, Pilkada Sumenep digelar melalui dua putaran dan ini menjadi bukti ketatnya persaingan Politik di Sumenep. Adanya gugatan sengketa pilkada hingga ke jenjang Mahkamah Konstitusi, juga menjadi ciri kedewasaan politik para politisi di Sumenep.

Soekarwo juga mengingatkan Bupati terpilih agar memenuhi janji yang disampaikan saat kampanye. "Jadi jangan sampai setelah dilantik nanti lupa dengan janjinya, dengan visi misi yang dulu disampaikan," pintah Soekarwo.

Dalam sambutannya juga, Sukarwo meminta agar pasangan kepala daerah Abuya Busyro Karim dan Sungkono Sidik Kompak. Karena, seringkali terjadi disharmonisasi antara bupati dan wakil bupati, karena terjadi salah paham.

Agenda pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan bupati dan wakil bupati ini dihadiri oleh seluruh jajaran seluruh pejabat Bupati di Madura. Selain itu juga hadir para Muspida, Kepala SKPD dan Badan Pemkab Sumenep.

Tampak hadir juga MH. Said Abdullah (anggota DPR RI/FPDI Perjuangan), KH. Unais Ali Hisyam (anggota DPR RI/ anggota FPKB), Sirmadji (anggota DPRD Jatim/Ketua DPD PDIP Jatim) dan Nawardi (anggota DPRD Jatim/anggota FPKB). Berdasarkan data panitia seluruh undangan yang hadir sebanyak 1300 orang lebih, termasuk Alim Ulama, Tokmas, LSM, Wartawan dan undangan lainnya.

Mahasiswa Demo Dukung Abussidik Tepati Janji

Sementara itu di luar acara Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, puluhan mahasiswa melakukan aksi damai. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumenep menggelar aksi tersebut di Taman Adipura Sumenep.

PMII menyebut aksi tersebut sebagai gerakan moral kepada Bupati-Wakil Bupati yang dilantik,untuk menepati janjinya dan meminta bekerja lebih baik dari sebelumnya. "Selama ini, pembenahan berbagai sektor,belum dirasakan masyarakat banyak. Hal ini menjadi PR Bupati dan Wakil Bupati baru," kata Fauzan Adhima, Ketua PC PMII Sumenep.

Fauzan mengatakan mendukung Abussidik menepati janjinya dan memberikan waktu 100 hari untuk melakukan perubahan mendasar. "Kalau dalam waktu 100 hari kerja tidak ada perubahan. Maka kami, para mahasiswa akan terus mengawal, dan mengingatkan Bupati terpilih untuk serius," terang Fauzan.

Dalam aksi damai tersebut, para mahasiswa turut membentangkan spanduk putih bertuliskan harapan dan keinginan "Sumenep harus lebih baik". Di spanduk itu, dibumbui tanda tangan dan harapan agar Bupati-wakil bupati yang baru dilantik, selalu ingat akan tugas beratnya. (rud/*)

Sumber: SP Online, Senin, 25 Oktober 2010

Banjir Surut, Warga di Sampang Bersihkan Lumpur


foto: din/zonaberita.com
Warga mulai membersihkan sisa lumpur di halaman rumah

Sampang, zonaberita.com - Setelah banjir yang merendam kopta Sampang, Madura, surut, sejumlah warga dan siswa sekolah mulai membersihkan sampah dan lumpur, Rabu (8/12/2010).

Untuk membersihkan sampah dan lumpur di halaman rumah maupun sekitar sekolah, mereka menggunakan air sisa banjir.

Hari ini diperkirakan tidak ada pelajaran sekolah, sebab, seluruh siswa dan guru harus bekerja bakti membersihakn sisa kotoran banjir di halaman maupun di ruang kelas.

Sebelumnya, Selasa (7/12/2010), ribuan rumah di kota Sampang, terendam banjir kiriman dari wilayah utara Sampang, akibat hujan deras yang mengguyur sejak dua hari terakhir.

Banjir kiriman yang merendam kota sampang, berasal dari wilayah utara Sampang, seperti Kecamatan Kedungdung, Omben dan Kecamatan Karang Penang. Tidak ada korban dalam musibah banjir di kota Sampang, karena seluruh warga sudah waspada. (din/isp)

Sumber: zonaberita, Rabu, 8 Desember 2010

Suara Tembakan Warnai Jalannya Eksekusi Rumah di Blaban


foto: nen/zonaberita.com
Eksekusi tanah di Desa Blaban, Pamekasan

Suara rentetan tembakan dari moncong senjata laras panjang milik anggota Polres Pamekasan menggema di tengah proses eksekusi sebuah rumah dan tanah seluas 0,9 Ha di Desa Blaban, Kecamatan Batumarmar. Sejumlah anggota polisi dan warga terluka kena pantulan peluru, Rabu (8/12/2010).

Moncong senjata laras panjang menyalak setelah warga hendak melempar batu ke arah petugas. Pantauan di lapangan, menunjukkan, sebelum proses eksekusi dimulai, keluarga pemilik rumah yang kalah dalam proses hukum tampak menyiapkan puluhan butir batu beragam ukuran. Bahkan, ada beberapa butir batu gunung berdiameter 10 cm.

Begitu suara rentetan peluru lepas dari senjata polisi, sejumlah warga yang berada di dalam rumah yang hendak dieksekusi langsung berebut masuk kedalam rumah. Meski begitu, ada sejumlah warga yang terkena pantulan peluru. Ada yang terluka tangannya dan betis kakinya.

Sejauh ini belum ada penjelasan resmi tentang identitas warga yang terkena pantulan peluru. Sebab, Kapolres Pamekasan, AKBP Ganjar Gunadi dan Kasatreskrim, Iptu Nuramin belum bisa dikonfirmasi.

Setelah suara rentetan peluru berhenti, seorang petugas tampak menggenggam gas airmata dan dilempar ke arah rumah sengketa. Saat itulah, sejumlah warga langsung diseret dan diamankan ke arah mobil polisi dan dibawa ke Mapolres Pamekasan.

“Pihak keluarga yang kalah sengketa ternyata mengundang sejumlah preman dari Sokobanah dan Ketapang, Kabupaten Sampang. Kami masih mendalami kasus kedatangan para preman di lokasi obyek sengketa,” ujar seorang perwira yang keberatan disebut namanya.

Keberanian keluarga Buk Tonah (64), pihak yang kalah, menghadapi petugas eksekusi Pengadilan Negeri (PN) Pamekasan, lantaran didukung oleh sejumlah preman luar daerah tersebut. Bahkan, sebelum ada rentetan senjata api, keluarga pihak yang kalah tampak ngotot jika proses hukum masih belum selesai dan eksekusi harus ditunda.

Meski begitu, jajaran Satintel Polres Pamekasan telah mengendus kehadiran sejumlah preman tersebut. Itu sebabnya, ketika keluarga dari pihak yang kalah ngotot dan bersikeras mempertahankan rumah sengketa, polisi langsung memberikan tembakan peringatan sebelum warga melempar puluhan butir batu gunung.

Satu peleton anggota Brimob Kompi A Detasemen Polda Jatim, ikut mengamankan juru sita dari Panitera/Sekretaris PN Pamekasan. Anggota Brimob dengan senjata laras panjang, ikut juga mengamankan warga yang dicurigai sebagai preman.

Hingga berita ini ditulis, suasana lokasi eksekusi masih dalam kondisi tegang. Dua peleton anggota Samapta dibantu anggota Polsek Batumarmar, terus mengamankan lokasi. Polisi mengantisipasi adanya serangan balasan dari keluarga pihak yang kalah kepada Halimah (54), keluarga yang memenangkan perkara. (nen/isp)

Sumber: zonaberita, Rabu, 8 Desember 2010

Kapolres: Kami Menembak karena Terdesak


Foto: Surya/Muksin
Polisi menangkis lembaran batu dari warga saat bentrok, Rabu (8/12/2010)

Kapolres Pamekasan, AKBP Anjar Gunadi menyatakan, penembakan yang dilakukan oleh polisi saat pelaksanaan eksekusi tanah dan rumah di Desa Blaban, Kecamatan Batumarmar, Rabu (8/12/2010) pagi, karena polisi terdesak.

“Warga yang menyerang polisi terlebih dahulu dengan melempari batu dan pentungan. Karena kami terdesak, lalu kami melakukan tindakan dengan terlebih dahulu memberikan tembakan peringatan,” kata Anjar Gunadi dalam keterangan persnya, Rabu sore.

Menurut Kapolres, tindakan anak buahnya di lapangan sebenarnya sudah sesuai ketentuan prosedur tetap (Protap) Polri, yakni dengan melakukan tembakan peringatan terlebih dahulu.

Namun, karena warga tidak mengindahkan, bahkan sebagian di antaranya ada berupaya menerobos barikade polisi, maka pihaknya terpaksa bertindak.”Kalau kami dalam posisi bahaya, masak tetap bertahan. Sedangkan mereka membawa pentungan, bahkan ada yang membawa senjata tajam dan melempari petugas dengan batu,” ucapnya menambahkan.

Kisruh eksekusi lahan dan rumah di Desa Blaban, Kecamatan Batumarmar antara polisi dengan warga di lahan sengketan yang diperebutkan antara Ibu Tonah (Buk Tonah) dengan Halimah ini, terjadi saat juru sita Pengadilan Negeri Pamekasan membacakan surat putusan yang memenangkan penggugat Halimah di lahan seluas 3.000 meter persegi tersebut.

Saat itu, warga yang berkerumun di dalam dan di sekitar rumah yang hendak dieksekusi tiba-tiba melempari petugas dengan batu, hingga akhirnya terjadi penembakan yang menyebabkan delapan warga serta dua personel polisi dari jajaran Polres Pamekasan terluka.

Dari delapan warga yang terluka tembakan polisi ini, satu di antaranya mengenai bagian mata warga bernama Haji Rahman dan menyebabkan yang bersangkutan mengalami cacat seumur hidup.

Korban luka tembak lainnya ialah Samsuri. Ia mengalami luka dibagian betis kanan, Jauhari (luka bagian paha), Samsul (luka betis), Slamet (luka betis), Busiman (lengan), dan Sofyan mengalami luka dibagian paha dan rusuk, serta seorang lagi asal Desa Batubintang bernama Armuyo yang mengalami luka tembak di lengan bagian kanan.

Sementara dua personel polisi yang juga terkena tembakan ialah Kasat Narkoba Polres Pamekasan AKP Sarpan, mengalami luka tembak di bagian betis kiri, dan Brigadir Eko Darmawan mengalami luka tembak di bagian paha.

Mengenai warga bernama Haji Rahman yang mengalami luka tembak di bagian mata, Kapolres Pamekasan AKBP Anjar Gunadi menyatakan, itu karena pantulan saja, bukan disengaja.

“Itu pantulan saja. Tidak mungkin tembakan diarahkan pada bagian kepala,” katanya.

Ia juga mengemukakan bahwa peluru yang bersarang di tubuh para korban, baik warga ataupun personel polisi sendiri merupakan peluru karet.

Sumber: Surya, Rabu, 8 Desember 2010

Banjir Juga Menghampiri Sampang Madura

Genangan banjir melanda wilayah Kecamatan Kota, Sampang, Madura, Jawa Timur, akibat luapan sungai Kalikemuning.

Hampir semua ruas jalan dan gang di dalam kota Sampang, Selasa, kini tergenang banjir, bahkan di sekitar monumen Kota Sampang, ketinggian genangan air kini hampir mencapai 1 meter.

Jalan-jalan yang tergenang banjir di kota ini antara lain, Jalan Pahlawan, Imam Bonjol, Hasyim Asy`ari, Panglima Sudirman, Jalan Mawar, Melati, Kenanga, Suhada, Jalan Seruni, Jalan Bahagia, dan Jalan Teuku Umar.

Tidak hanya itu saja, banjir juga menggenangi sejumlah lembaga pendidikan di kota itu, seperti, SDN Rongtengah I, II dan gedung SMPN II dan SMK Negeri Sampang. Sementara, arus lalu lintas di dalam kota macet total dan petugas dari kepolisian Polres Sampang terpaksa mengarahkan kendaraan bermotor yang melintas di wilayah itu melalui jalur alternatif.

Untuk kendaraan yang berasal dari Kota Pamekasan menuju Surabaya diarah menuju Jalan Yamsul Arifin dan tembus di terminal bus Sampang.Demikian juga yang dari arah Surabaya menuju Pamekasan.

Sementara ketinggian air di empat desa yang sejak Senin (6/12) telah tergenang banjir akibat luapan sungai Kalikemuning tersebut, ketinggian air disana di sebagian wilayah mencapai 2 meter lebih.
Sebagian warga yang rumahnya terendam banjir kini mulai mengemasi barang-barangnya mengungsi ketempat yang lebih aman.

Belum ada data resmi dari pemerintah setempat jumlah rumah warga yang tergenang banjir akibat luapan sungai Kalikemuning ini, namun diperkirakan tidak kurang dari 200 rumah lebih, bahkan mencapai ribuan dengan. "Kalau dengan di pusat kota, saya kira bisa mencapai seribu lebih," kata Fuadi warga setempat.

Hingga Selasa sekitar pukul 11.00 WIB belum ada tanda-tanda genangan banjir akan surut bahkan cendrung semakin tinggi.

Sumber: Republika, Selasa, 07 Desember 2010

Puluhan Rumah Dua Dusun di Pamekasan Porak Poranda Disapu Puting Beliung

Salah satu rumah warga hancur disapu puting beliung (foto : nen/zonaberita.com)


Puluhan rumah di dua Dusun di Desa Banyupelle, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura, porak poranda disapu angin puting beliung, Rabu (1/12/2010) sekira pukul 14.00 WIB.

Dua dusun itu masing-masing Dusun konten dan Dusun Pangongangan. Di Dusun konten, sekitar 6 rumah rata dengan tanah, 10 rumah mengalami rusak ringan. Sedangkan di Dusun Pangongangan sekitar 6 rumah juga rata dengan tanah dan 5 rumah mengalami rusak ringan.

Selain merusak rumah, angin puting beliung juga merobohkan sejumlah pohon di dua Dusun tersebut. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, hanya saja dua orang warga mengalami kesurupan karena shok melihat rumahnya yang hancur akibat diterjang angin puting beliung.

Kepada zonaberita.com, Erliyanto warga setempat, menuturkan, angin puting beliung yang memporak porandakan desanya, bersamaan dengan turunnya hujan deras. Sebelumnya, tampak awan Comolus Nimbus berwarna hitam tampak memayungi kedua dusun itu. Tak sampai 5 menit, datang angin puting beliung.

“Saat hujan turun, seluruh warga sedang berada di rumahnya masing-masing, tahu-tahu datang angin sangat kencang, kamipun langsung menyelamatkan diri masing-masing menuju ke Masjid dan ada yang ke persawahan. Angin yang datang berwarna merah,” kata Erliyanto.

“Angin yang memporak porandakan Desa kami itu ada dua, satu dari barat daya dan satu lagi dari arah Timur Daya, Desa kami seperti dikepung angin,” imbuh Erlyanto.

Pantauan zonaberita.com di lokasi, menunjukkan seluruh barang rumah tangga di dalam rumah yang hancur tak bisa diselamatkan lagi. Banyak pesawat televisi, radio tape, barang pecah belah, lemari baju dan kasur luluh lantak karena tertimpa genting dan tembok rumah.

Kapolsek Palengaan, AKP Haji Fauzan mengatakan, pihaknya akan berkordinasi dengan pihak terkait seperti, Danramil dan Satpol PP untuk membantu warga merehab kembali rumahnya yang rusak. (nen/isp)

Smber: zonaberita.com, Rabu, 1 Desember 2010