Aktivitas SPE Salahi Kesepakatan Dengan DPRD Sumenep
Aktivitas siesmik maupun pengeboran migas yang dilakukan SPE Petrolium di wilayah Kabupaten Sumenep, Madura dinilai menyalahi kesepakatan dengan DPRD
setempat.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Sumenep, Dwita Andriani mengatakan, pihak BP MIGAS sudah sepakat dengan DPRD untuk menghentikan kegiatan seismek sebelum ada sosialisasi secara menyeluruh pada masyarakat.
"Kalau pihak SPE Petrolium melakukan aktivitas di Sumenep sudah jelas menyalahi
kesepakatan dengan kita," ujar Dwita kepada detiksurabaya.com di rumahnya, Jalan KH Mansur, Sabtu (24/7/2010).
Menurut dia, meski pihak SPE Petrolium berdalih sudah melakukan sosialisasi dengan
masyarakat setempat. Bahkan, pemilik lahan tidak mempermasalahkan, namun aktivitas yang dilakukan tetap salah.
"Sampai saat ini, pihak legislatif tidak dilibatkan kembali, khususnya sosialisasi seperti yang menjadi kesepakatan sebelumnya," urainya.
Namun demikian, politisi asal Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga menyayangkan aksi anarkis yang dilakukan warga hingga membakar mesin.
"Meski SPE Petroluim salah karena sudah beraktivitas, jangan sampai warga melakukan main hakim sendiri," pungkasnya. (Moh Hartono - detikSurabaya)
Sumber: detikSurabaya, 24/07/2010
Tiga Desa di Sampang Madura Tergenang Banjir
Labels:
banjir,
bencana alam,
gunung maddah,
panggung,
pasean,
peristiwa,
sampang
Sebanyak tiga desa di Kecamatan Kota, Sampang, Madura, Jawa Timur (Jatim), Kamis, tergenang banjir.
Desa Gunung Maddah, Desa Pasean dan Desa Panggung. Ketinggian air di tiga desa ini antara 30 hingga 40 centimeter atau setinggi lutut orang dewasa.
Sedikit-dikitnya 200 rumah tergenang banjir yang terjadi seja pukul 06.00 WIB.
Selain menggenangi ratusan rumah, banjir juga menggenangi belasan kandang ayam dan puluhan hektare tanaman padi.
SDN I dan II Desa Pasean juga tergenang banjir sehingga pihak sekolah meliburkan kegiatan belajar mengajar.
Di Dusun Pasean, Desa Pasean, jembatan gantung, penghubung antar desa rusak, sehingga akses jalan menuju wilayah kota terputus. Banjir juga menggenangi pasar tradisional di Desa Panggung dan Desa Gunung Maddah.
"Sudah berulangkali banjir seperti ini terjadi di daerah ini," kata Rahman warga setempat, kepada ANTARA News di lokasi banjir.
Tidak ada laporan korban jiwa namun kerugian banjir luapan sungai Kalikemuning itu ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.(KR-ZIZA035)
Sumber: ANTARA News, Kamis, 1 April 2010
Desa Gunung Maddah, Desa Pasean dan Desa Panggung. Ketinggian air di tiga desa ini antara 30 hingga 40 centimeter atau setinggi lutut orang dewasa.
Sedikit-dikitnya 200 rumah tergenang banjir yang terjadi seja pukul 06.00 WIB.
Selain menggenangi ratusan rumah, banjir juga menggenangi belasan kandang ayam dan puluhan hektare tanaman padi.
SDN I dan II Desa Pasean juga tergenang banjir sehingga pihak sekolah meliburkan kegiatan belajar mengajar.
Di Dusun Pasean, Desa Pasean, jembatan gantung, penghubung antar desa rusak, sehingga akses jalan menuju wilayah kota terputus. Banjir juga menggenangi pasar tradisional di Desa Panggung dan Desa Gunung Maddah.
"Sudah berulangkali banjir seperti ini terjadi di daerah ini," kata Rahman warga setempat, kepada ANTARA News di lokasi banjir.
Tidak ada laporan korban jiwa namun kerugian banjir luapan sungai Kalikemuning itu ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.(KR-ZIZA035)
Sumber: ANTARA News, Kamis, 1 April 2010
Ratusan Pelajar Madura Bersaing Buat Robot
Labels:
kontes robot,
pamekasan,
peristiwa,
smkn 3
Sebanyak 180 pelajar dari empat kabupaten di Madura, Jawa Timur, bersaing dalam kontes robot yang digelar oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Pamekasan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (FORKAMP-ITS) Surabaya.
Mereka itu merupakan pelajar dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 81 orang dan pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan yang sederajat sebanyak 99 orang.
Menurut ketua panitia pelaksana kontes robot FORKAMP-ITS Tahta Amrillah, Sabtu, ke-180 pelajar tersebut dibagi dalam 60 tim yang masing-masing berjumlah tiga orang.
"Hari para peserta kontes tersebut masih mengikuti pembekalan dari para narasumber, sebelum terjun ke kontes robot yang akan digelar Minggu (25/7) besok," kata Tahta Amrillah menjelaskan.
Jenis robot yang akan dilombakan pada kontes robot berthema "Madura Berkontes, Menuju Pendidikan Berbasis Robotika" ini ialah jenis robot mobil.
"Jenis robot mobil ini merupakan jenis robot yang konstruksi dan ciri khasnya mempunyai aktuator berupa roda untuk menggerakkan keseluruhan badan robot tersebut," katanya.
Pihak panitia, sengaja memilih jenis robot ini dalam kontes robot yang digelar di SMK Negeri 3 Pamekasan tersebut, karena dinilai lebih mudah dan populer. Sebab untuk membuat robot mobil tidak memerlukan kerja fisik yang kuat.
"Kita hanya butuh pengetahuan tentang mikrokontroler dan sensor-sensor eletro," terang Tahta.
Sebenarnya, kata dia, ada beberapa jenis robot yang dikenal di perguruan tinggi. Seperti robot manipulator (robot tangan), robot humanoid (robot yang menyerupai manusia) dan robot berkaki, robot terbang dan robot "under water" (robot dalam air).
"Namun panitia sepakat memilih jenis pertama dengan pertimbangan lebih populer dan lebih mudah. Ini kan masih tingkatan pelajar," katanya.
Mahasiswa Fakultas MIPA Jurusan Fisika ini lebih lanjut menjelaskan, ada dua kriteria penilaian nantinya pada kontes robot pelajar se Madura tersebut. Yakni penilaian dari segi penampilan dan bentuk robot.
"Misalnya kecepatan, kerapian dan desain robot," tuturnya.
Semula panitia hanya menarget peserta kontes robot kali ini hanya 50 tim, namun akhirnya ditambah menjadi 60 tim karena banyak pendaftar.
"Jumlah pendaftar semuanya sebanyak 90 tim, jadi 30 tim terpaksa kami total, soalnya terlalu banyak," katanya.
Ketua FORKAMP-ITS Fairus Iqbal Maulana menyatakan, selain untuk meningkatkan wawasan siswa dalam bidang ilmu pengetahuan, kontes robot pelajar "Madura Berkontes" itu juga diharapkan bisa meningkatkan kecintaan pelajar dalam berupaya memahami teknologi.
"Hal ini sangat penting mengingat Madura nantinya akan menjadi daerah industri dan masyarakat Madura sendiri dituntut untuk bisa melek teknologi," kata.
Sementara pembekalan untuk para peserta kontes yang akan digelar Minggu (25/7) di SMK Negeri 3 Pamekasan itu disampaikan oleh dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Firman Arifin, MT.
Selain kontes robot, jenis kegiatan rutin tahunan yang digelar FORKAMP-ITS ini juga berupa donor darah dan seminar pendidikan dengan melibatkan sejumlah lembaga dan praktisi pendidikan di kota itu.
Sumber; ANTARA News, Sabtu, 24 Juli 2010
Mereka itu merupakan pelajar dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 81 orang dan pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan yang sederajat sebanyak 99 orang.
Menurut ketua panitia pelaksana kontes robot FORKAMP-ITS Tahta Amrillah, Sabtu, ke-180 pelajar tersebut dibagi dalam 60 tim yang masing-masing berjumlah tiga orang.
"Hari para peserta kontes tersebut masih mengikuti pembekalan dari para narasumber, sebelum terjun ke kontes robot yang akan digelar Minggu (25/7) besok," kata Tahta Amrillah menjelaskan.
Jenis robot yang akan dilombakan pada kontes robot berthema "Madura Berkontes, Menuju Pendidikan Berbasis Robotika" ini ialah jenis robot mobil.
"Jenis robot mobil ini merupakan jenis robot yang konstruksi dan ciri khasnya mempunyai aktuator berupa roda untuk menggerakkan keseluruhan badan robot tersebut," katanya.
Pihak panitia, sengaja memilih jenis robot ini dalam kontes robot yang digelar di SMK Negeri 3 Pamekasan tersebut, karena dinilai lebih mudah dan populer. Sebab untuk membuat robot mobil tidak memerlukan kerja fisik yang kuat.
"Kita hanya butuh pengetahuan tentang mikrokontroler dan sensor-sensor eletro," terang Tahta.
Sebenarnya, kata dia, ada beberapa jenis robot yang dikenal di perguruan tinggi. Seperti robot manipulator (robot tangan), robot humanoid (robot yang menyerupai manusia) dan robot berkaki, robot terbang dan robot "under water" (robot dalam air).
"Namun panitia sepakat memilih jenis pertama dengan pertimbangan lebih populer dan lebih mudah. Ini kan masih tingkatan pelajar," katanya.
Mahasiswa Fakultas MIPA Jurusan Fisika ini lebih lanjut menjelaskan, ada dua kriteria penilaian nantinya pada kontes robot pelajar se Madura tersebut. Yakni penilaian dari segi penampilan dan bentuk robot.
"Misalnya kecepatan, kerapian dan desain robot," tuturnya.
Semula panitia hanya menarget peserta kontes robot kali ini hanya 50 tim, namun akhirnya ditambah menjadi 60 tim karena banyak pendaftar.
"Jumlah pendaftar semuanya sebanyak 90 tim, jadi 30 tim terpaksa kami total, soalnya terlalu banyak," katanya.
Ketua FORKAMP-ITS Fairus Iqbal Maulana menyatakan, selain untuk meningkatkan wawasan siswa dalam bidang ilmu pengetahuan, kontes robot pelajar "Madura Berkontes" itu juga diharapkan bisa meningkatkan kecintaan pelajar dalam berupaya memahami teknologi.
"Hal ini sangat penting mengingat Madura nantinya akan menjadi daerah industri dan masyarakat Madura sendiri dituntut untuk bisa melek teknologi," kata.
Sementara pembekalan untuk para peserta kontes yang akan digelar Minggu (25/7) di SMK Negeri 3 Pamekasan itu disampaikan oleh dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Firman Arifin, MT.
Selain kontes robot, jenis kegiatan rutin tahunan yang digelar FORKAMP-ITS ini juga berupa donor darah dan seminar pendidikan dengan melibatkan sejumlah lembaga dan praktisi pendidikan di kota itu.
Sumber; ANTARA News, Sabtu, 24 Juli 2010
Siswa SMAN 3 Pamekasan Wakili Jatim
Tiga siswa SMAN 3 Pamekasan menjadi wakil Jatim dalam event tingkat nasional tahun ini. Mereka adalah A Labib Fardani (Dani) dan Hamzah Kuddah (Hamas), keduanya wakil Jatim dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang fisika, serta Defri Sakti Oktaviani (Defri) dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).
Dani dan Hamas masing masing berhasil meraih peringkat 2 dan 4 pada OSN bidang fisika tingkat Jatim. Sedangkan Defri berhasil meraih juara pertama dalam O2SN Jatim. Atas prestasi tersebut tiga orang siswa terbaik SMAN 3 Pamekasan itu pada tahun ini akan menjadi Wakil Jatim ketingkat nasional.
Kepala SMA 3 Pamekasan Drs Muhammad Nur Komari mengaku siswa SMAN 3 Pamekasan selama ini sudah biasa menjadi wakil Jatim dalam OSN tingkat nasional. Dari event OSN tingkat nasional tahun sebelumnya, para siswa SMAN 3 Pamekasan berhasil membawa sejumlah medali. .
“Tahun ini siswa kami yang jadi wakil Jatim ke OSN bidang fisika tingkat nasional, selain menjadi wakil Jatim juga akan menjadi wakil Madura, karena pada OSN tahun ini hanya dua siswa kami dari Madura yang bisa tembus ke OSN. Pada bidang studi lainnya dari Madura kebetulan tidak ada yang mewakili,” kata Nur Komari, Kamis (1/7).
Kejutan bagi SMAN 3 Pamekasan dalam OSN tahun ini terjadi sejak OSN tingkat Jatim. Sebab, pada tahun ini SMAN 3 Pamekasan berhasil mengutus siswanya yang berlaga di OSN Jatim sebanyak 18 orang untuk seluruh bidang studi sains yang dilombakan dalam OSN, setelah dinyatakan berhasil menjadi juara pada OSN tingkat daerah.
Nur Komari menambahkan, tahun ini juga dua anak didiknya berhasil meraih juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional beregu Bidang Kewirausahaan atas nama Kartika Sukmatullaili dan Asri Diana Kamilin. “Khusus prestasi alumni, 48 orang lulusan SMAN 3 tahun ini diterima di perguruan tinggi negeri favorit di Indonesia,” pungkasnya.
SMAN 3 Pamekasan merupakan salah satu SMAN favorit di Pamekasan. SMA ini didirikan tahun 1986 dan merupakan SMA yang pertama kali membuat program kelas unggulan di Madura. Prestasi yang dicapai para siswanya bukan hanya dalam bidang akademik, namun juga non akademik misalnya bidang seni dan olah raga. (mas)
Sumber: Surabaya Post, Kamis, 1 Juli 2010
Dani dan Hamas masing masing berhasil meraih peringkat 2 dan 4 pada OSN bidang fisika tingkat Jatim. Sedangkan Defri berhasil meraih juara pertama dalam O2SN Jatim. Atas prestasi tersebut tiga orang siswa terbaik SMAN 3 Pamekasan itu pada tahun ini akan menjadi Wakil Jatim ketingkat nasional.
Kepala SMA 3 Pamekasan Drs Muhammad Nur Komari mengaku siswa SMAN 3 Pamekasan selama ini sudah biasa menjadi wakil Jatim dalam OSN tingkat nasional. Dari event OSN tingkat nasional tahun sebelumnya, para siswa SMAN 3 Pamekasan berhasil membawa sejumlah medali. .
“Tahun ini siswa kami yang jadi wakil Jatim ke OSN bidang fisika tingkat nasional, selain menjadi wakil Jatim juga akan menjadi wakil Madura, karena pada OSN tahun ini hanya dua siswa kami dari Madura yang bisa tembus ke OSN. Pada bidang studi lainnya dari Madura kebetulan tidak ada yang mewakili,” kata Nur Komari, Kamis (1/7).
Kejutan bagi SMAN 3 Pamekasan dalam OSN tahun ini terjadi sejak OSN tingkat Jatim. Sebab, pada tahun ini SMAN 3 Pamekasan berhasil mengutus siswanya yang berlaga di OSN Jatim sebanyak 18 orang untuk seluruh bidang studi sains yang dilombakan dalam OSN, setelah dinyatakan berhasil menjadi juara pada OSN tingkat daerah.
Nur Komari menambahkan, tahun ini juga dua anak didiknya berhasil meraih juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional beregu Bidang Kewirausahaan atas nama Kartika Sukmatullaili dan Asri Diana Kamilin. “Khusus prestasi alumni, 48 orang lulusan SMAN 3 tahun ini diterima di perguruan tinggi negeri favorit di Indonesia,” pungkasnya.
SMAN 3 Pamekasan merupakan salah satu SMAN favorit di Pamekasan. SMA ini didirikan tahun 1986 dan merupakan SMA yang pertama kali membuat program kelas unggulan di Madura. Prestasi yang dicapai para siswanya bukan hanya dalam bidang akademik, namun juga non akademik misalnya bidang seni dan olah raga. (mas)
Sumber: Surabaya Post, Kamis, 1 Juli 2010
Lapangan Terbang Trunojoyo Beroperasi
Labels:
bandara trunojoyo,
lapter,
peristiwa,
sumenep
Cukup syarat untuk lokasi latihan terbang, belum layak untuk pesawat komersial. Lapangan Terbang (Lapter) Trunojoyo, lapter satu-satunya di Madura, sudah beroperasi sejak Selasa (29/6). Tapi, pengoperasian lapter itu bukan untuk pesawat komersial, melainkan digunakan sebagai tempat latihan terbang bagi siswa Merpati Flying School milik PT Merpati Nusantara Airlines.
Kepala Tata Usaha Satuan Kerja Bandara Trunojoyo Sumenep, Abd. Rozaq, mengatakan, Lapter Trunojoyo ini sudah dilengkapi sarana komunikasi dan cukup syarat untuk dijadikan lokasi latihan terbang. “Izin lapter untuk pesawat jenis komersil, hingga kini belum turun. Jadi, untuk sementara digunakan sebagai latihan terbang,” kata Abd. Rozaq, Rabu (30/6). ”PT Merpati Nusantara Airlines akan meluncurkan dua pesawat untuk digunakan latihan terbang di sini. Untuk sementara, baru satu pesawat yang didatangkan,” lanjutnya.
Pesawat latih jenis Cessna 172 produksi tahun 1983 tersebut mulai Senin (28/6) sudah parkir di lapter tersebut dan keesokan harinya, Selasa (29/6), mulai dipakai latihan terbang bagi tujuh calon pilot dan beberapa kali mereka melakukan uji coba penerbangan. Mereka bermanuver di area dan sirkuit, yaitu terbang dan landing kembali di lapter yang sama dengan ketinggian kurang lebih 300 meter dari permukaan laut.
Lapter Trunojoyo memiliki luas sembilan hektare dengan landasan sepanjang 900 meter dan lebar 23 meter. Kepala Instruktur Penerbang Sekolah Terbang Merpati, Sigit Permadi menjelaskan, dalam latihan terbang itu, pihaknya hanya memfokuskan pada lima area penerbangan. Area Belluk Ares, Kecamatan Ambunten, berada pada 300 derajat dari Lapter Trunojoyo. Area Poteran, Kecamatan Talango, sekitar 120 derajat. Area Gaddu, Kecamatan Ganding, sekitar 165 derajat. Area Jate (Pulau Giliraja) 205 derajat. Area Galis, Kecamatan Giligenting, 250 derajat dari lokasi Lapter Trunojoyo.
“Kami akan terus melakukan latihan penerbangan di Lapter Trunojoyo sampai MoU dengan Pemkab Sumenep berakhir,” kata Sigit, tanpa menyebut kapan MoU itu berakhir.
Kepala Dinas Perhubungan Sumenep, Achmad Aminullah, belum bisa dikonfirmasi terkait peruntukan Lapter Trunojoyo tersebut. Surabaya Post sudah mencoba menghubungi lewat telepon, tak diangkat. Ketika hendak ditemui, ternyata ia tak berada di kantornya.
Sekitar Maret lalu, kabar tentang pengoperasian Lapter Trunojoyo untuk latihan terbang sudah beredar di media massa. Saat itu, Kepala Satker Bandara Udara Trunojoyo Sumenep Dody Darma Cahyadi mengungkapkan bahwa Pemkab Sumenep dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara membuat MoU (memorandum of understanding) atau kesepakatan dengan PT Merpati Nusantara pada Februari lalu.
Menurut Dody, kondisi Lapter Trunojoyo memang masih belum layak untuk operasi pesawat komersial. “Pengoperasian landasan pacu Lapter Trunojoyo belum maksimal, kalau hanya untuk pelatihan pilot dengan pesawat jenis Cessna 172 sudah bisa,” katanya waktu itu. (iir)
Sumber: Surabaya Post, Kamis, 1 Juli 2010
Kepala Tata Usaha Satuan Kerja Bandara Trunojoyo Sumenep, Abd. Rozaq, mengatakan, Lapter Trunojoyo ini sudah dilengkapi sarana komunikasi dan cukup syarat untuk dijadikan lokasi latihan terbang. “Izin lapter untuk pesawat jenis komersil, hingga kini belum turun. Jadi, untuk sementara digunakan sebagai latihan terbang,” kata Abd. Rozaq, Rabu (30/6). ”PT Merpati Nusantara Airlines akan meluncurkan dua pesawat untuk digunakan latihan terbang di sini. Untuk sementara, baru satu pesawat yang didatangkan,” lanjutnya.
Pesawat latih jenis Cessna 172 produksi tahun 1983 tersebut mulai Senin (28/6) sudah parkir di lapter tersebut dan keesokan harinya, Selasa (29/6), mulai dipakai latihan terbang bagi tujuh calon pilot dan beberapa kali mereka melakukan uji coba penerbangan. Mereka bermanuver di area dan sirkuit, yaitu terbang dan landing kembali di lapter yang sama dengan ketinggian kurang lebih 300 meter dari permukaan laut.
Lapter Trunojoyo memiliki luas sembilan hektare dengan landasan sepanjang 900 meter dan lebar 23 meter. Kepala Instruktur Penerbang Sekolah Terbang Merpati, Sigit Permadi menjelaskan, dalam latihan terbang itu, pihaknya hanya memfokuskan pada lima area penerbangan. Area Belluk Ares, Kecamatan Ambunten, berada pada 300 derajat dari Lapter Trunojoyo. Area Poteran, Kecamatan Talango, sekitar 120 derajat. Area Gaddu, Kecamatan Ganding, sekitar 165 derajat. Area Jate (Pulau Giliraja) 205 derajat. Area Galis, Kecamatan Giligenting, 250 derajat dari lokasi Lapter Trunojoyo.
“Kami akan terus melakukan latihan penerbangan di Lapter Trunojoyo sampai MoU dengan Pemkab Sumenep berakhir,” kata Sigit, tanpa menyebut kapan MoU itu berakhir.
Kepala Dinas Perhubungan Sumenep, Achmad Aminullah, belum bisa dikonfirmasi terkait peruntukan Lapter Trunojoyo tersebut. Surabaya Post sudah mencoba menghubungi lewat telepon, tak diangkat. Ketika hendak ditemui, ternyata ia tak berada di kantornya.
Sekitar Maret lalu, kabar tentang pengoperasian Lapter Trunojoyo untuk latihan terbang sudah beredar di media massa. Saat itu, Kepala Satker Bandara Udara Trunojoyo Sumenep Dody Darma Cahyadi mengungkapkan bahwa Pemkab Sumenep dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara membuat MoU (memorandum of understanding) atau kesepakatan dengan PT Merpati Nusantara pada Februari lalu.
Menurut Dody, kondisi Lapter Trunojoyo memang masih belum layak untuk operasi pesawat komersial. “Pengoperasian landasan pacu Lapter Trunojoyo belum maksimal, kalau hanya untuk pelatihan pilot dengan pesawat jenis Cessna 172 sudah bisa,” katanya waktu itu. (iir)
Sumber: Surabaya Post, Kamis, 1 Juli 2010
Subscribe to:
Comments (Atom)


