Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang direncanakan segera dibangun di Kecamatan Konang Kabupaten Sampang, mengundang protes. Sedikitnya seratus mahasiswa mengatasnakan Gerakan Mahasiswa Menolak Nuklir (Gempar) menggelar aksi di Bangkalan, Senin (26/4/2010).
“Pembangunan PLTN demi kemakmuran masyarakat, itu cuma omong kosong. Kenyataan yang terjadi di mana-mana penggunaan tenaga nuklir hanya membuat masyarakat sengsara,” teriak salah seorang orator dalam aksi itu.
Para mahasiswa memulai aksi dengan melakukan longmarch di sepanjang jalan jalan protokol di pusat kota Kabupaten Bangkalan. Yang menjadi sasaran mereka pertama adalah gedung DPRD Kabupaten Bangkalan. Di gedung wakil rakyat ini, mereka harus puas melakukan orasi di luar halaman karena puluhan aparat kepolisian menghadang lebih dulu di pintu gerbang.
Orasi selama sekitar setengah jam rupanya berhasil membuat gerah sejumlah wakil rakyat di dalam Gedung DPRD itu. Mereka akhirnya mengijinkan mahasiswa masuk untuk berdialoh. Desakan mahasiswa pun berhasil memaksa para wakil rakyat untuk menyepakati tuntutan mereka, menolak proyek PLTN di bumi Madura.
Para mahasiswa juga mendesak DPRD membuat peraturan daerah, tentang lingkungan yang berkearifan lokal. “Kami hanya ingin lingkungan di Pulau Madura tidak tercemar akibat proyek bertenaga nuklir itu,” kata Nanang, salah seorang korlap aksi itu.(din/ijo)
Sumber: Zona Berita, Senin, 26 April 2010
Pembangunan Masjid Distop
Takut Jadi Sarang Teroris
Pembangunan sebuah masjid yang sudah mencapai 70 persendi Dusun Paddusan, Desa Bangkal, Kecamatan Kota Sumenep, diprotes dan dihentikan warga setempat. Warga khawatir masjid itu akan jadi sarang teroris karena pembangunan masjid bernama Masjid Noruta Abdullah Jasim itu tanpa sepengetahuan warga.
Yang juga membuat warga curiga, letak masjid jauh dari perkampungan dan berada di dekat bukit. Para pekerja pembangunan masjid itu pun dari luar Madura, di antaranya dari Sukoharjo dan Solo, Jawa Tengah. Karena takut desanya jadi sarang teroris, puluhan warga mendatangi Balai Desa Bangkal dan meminta Kepala Desa (Kades) menghentikan pembangunan masjid itu.
”Kemarin malam banyak warga mendatangi saya di Balai Desa. Akhirnya kami melakukan rapat untuk menghentikan pembangunan masjid itu,” kata Kades Bangkal, Moh. Sirat. Untuk sementara, kata Sirat, pembangunan masjid dihentikan agar tidak terjadi tindakan anarkis dari warga.
Sirat mengaku baru tahu ada pembangunan masjid itu setelah menerima laporan dari warga. Ia dan aparat desa lainnya juga tidak tahu nama yayasan dan pengurusnya yang membangun masjid itu. ”Sesuai keputusan rapat, penanggung jawab pembangunan masjid tersebut diminta supaya mengirimkan surat pemberitahuan. Kita tidak ingin ada masalah di kemudian hari,” ungkapnya. (iir)
Sumber: Surabaya Post, Sabtu, 17 April 2010
![]() |
| SP/A. Zahrir Ridlo Pembangunan Masjid Noruta Abdullah Jasim di Desa Bangkal, Kecamatan Kota Sumenep, dihentikan warga karena dikhawatirkan akan menjadi sarang teroris |
Pembangunan sebuah masjid yang sudah mencapai 70 persendi Dusun Paddusan, Desa Bangkal, Kecamatan Kota Sumenep, diprotes dan dihentikan warga setempat. Warga khawatir masjid itu akan jadi sarang teroris karena pembangunan masjid bernama Masjid Noruta Abdullah Jasim itu tanpa sepengetahuan warga.
Yang juga membuat warga curiga, letak masjid jauh dari perkampungan dan berada di dekat bukit. Para pekerja pembangunan masjid itu pun dari luar Madura, di antaranya dari Sukoharjo dan Solo, Jawa Tengah. Karena takut desanya jadi sarang teroris, puluhan warga mendatangi Balai Desa Bangkal dan meminta Kepala Desa (Kades) menghentikan pembangunan masjid itu.
”Kemarin malam banyak warga mendatangi saya di Balai Desa. Akhirnya kami melakukan rapat untuk menghentikan pembangunan masjid itu,” kata Kades Bangkal, Moh. Sirat. Untuk sementara, kata Sirat, pembangunan masjid dihentikan agar tidak terjadi tindakan anarkis dari warga.
Sirat mengaku baru tahu ada pembangunan masjid itu setelah menerima laporan dari warga. Ia dan aparat desa lainnya juga tidak tahu nama yayasan dan pengurusnya yang membangun masjid itu. ”Sesuai keputusan rapat, penanggung jawab pembangunan masjid tersebut diminta supaya mengirimkan surat pemberitahuan. Kita tidak ingin ada masalah di kemudian hari,” ungkapnya. (iir)
Sumber: Surabaya Post, Sabtu, 17 April 2010
Jatim Berduka Dua Hari
Gubernur Jawa Timur Soekarwo menetapkan hari berkabung provinsi selama dua hari menyusul wafatnya mantan Gubernur Jawa Timur M Noer. Semua instansi pemerintahan dan masyarakat diminta menaikkan bendera setengah tiang selama masa berkabung.
Soekarwo mengatakan, Jatim sangat kehilangan dengan kepergian M Noer. Gubernur Jatim pada tahun 1970-an itu meletakkan dasar-dasar pembangunan Jatim sehingga maju seperti sekarang.
"Hari ini Jatim kehilangan putra terbesarnya. Pemerintah provinsi akan mengibarkan bendera setengah tiang hari ini dan besok sebagai tanda berkabung," ujarnya saat melayat ke rumah duka di Surabaya, Jumat (16/4/2010).
Semasa menjadi Gubernur Jatim, M Noer dikenal sangat disiplin. Almarhum juga dikenal punya ide-ide besar untuk pembangunan Jatim. Salah satunya adalah mencetuskan ide pembangunan Jembatan Suramadu pada masa pemerintahannya.
Jembatan itu baru terealisasi hampir 30 tahun setelah idenya dicetuskan tahun 1970-an. M Noer meninggal dunia pada usia 93 tahun di RS Darmo, Surabaya, Jumat (16/4/2010) pukul 08.50. Sebelum meninggal, ia sudah dirawat selama hampir tujuh bulan di rumah sakit itu karena berbagai penyakit dan usia lanjut. (Kris R Mada)
Sumber: Kompas, Jumat, 16 April 2010
Soekarwo mengatakan, Jatim sangat kehilangan dengan kepergian M Noer. Gubernur Jatim pada tahun 1970-an itu meletakkan dasar-dasar pembangunan Jatim sehingga maju seperti sekarang.
"Hari ini Jatim kehilangan putra terbesarnya. Pemerintah provinsi akan mengibarkan bendera setengah tiang hari ini dan besok sebagai tanda berkabung," ujarnya saat melayat ke rumah duka di Surabaya, Jumat (16/4/2010).
Semasa menjadi Gubernur Jatim, M Noer dikenal sangat disiplin. Almarhum juga dikenal punya ide-ide besar untuk pembangunan Jatim. Salah satunya adalah mencetuskan ide pembangunan Jembatan Suramadu pada masa pemerintahannya.
Jembatan itu baru terealisasi hampir 30 tahun setelah idenya dicetuskan tahun 1970-an. M Noer meninggal dunia pada usia 93 tahun di RS Darmo, Surabaya, Jumat (16/4/2010) pukul 08.50. Sebelum meninggal, ia sudah dirawat selama hampir tujuh bulan di rumah sakit itu karena berbagai penyakit dan usia lanjut. (Kris R Mada)
Sumber: Kompas, Jumat, 16 April 2010
M Noer Dimakamkan di Somor Kompah
Almarhum Mohammad Noer, mantan Gubernur Jatim periode 1967-1976 rencananya akan dimakamkan, Sabtu (17/4/2010) besok sekitar pukul 11.30 di Pemakaman Keluarga, Jalan Merapi, Somor Kompah, Sampang, Madura.
Penggagas pembangunan Jembatan Suramadu ini akan dikebumikan setelah dishalatkan di tiga masjid, yaitu Masjid Al Falah Surabaya, Masjid Agung Bangkalan, dan Masjid Agung Sampang.
"Insyaallah Bapak dimakamkan sebelum dzuhur di pemakaman keluarga Somor Kompah, Sampang. Awalnya, Bapak akan dimakamkan hari ini, Jumat (16/4) tapi akhirnya ibu meminta pemakanan beliau ditunda hingga besok, Sabtu (17/4)," kata putra ketiga almarhum Mohammad Noer, Prof dr Sjaifuddin Noer, Jumat (16/4) di rumah duka, Jalan Anwari 11, Surabaya.
Almarhum Mohammad Noer meninggal dunia sekitar pukul 08.50 di Ruang ICU, Rumah Sakit Darmo, Surabaya. Sesepuh Madura ini meninggalkan seorang istri, delapan anak, 21 cucu, dan 6 cicit. Hingga, Jumat (16/4) siang, dua putra Mohammad Noer masih berada di luar negeri, yaitu putra ke-4 M Sjaifurrachman Noer yang berada di Seatle, USA; dan putra putra ke-2, Prof dr Sjaifullah Noer, yang tengah menghadiri kongres ginjal anak di Paris. (Aloysius Budi Kurniawan)
Sumber: Kompas, Jumat, 16 April 2010
Megawati Usulkan M Noer Nama Jembatan Suramadu
Calon Presiden yang juga Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri mengusulkan Muhammad Noer dicantumkan sebagai nama jembatan Suramadu (Surabaya-Madura).
Jembatan sepanjang 5.438 meter yang menghubungkan Surabaya (Pulau Jawa) dengan Bangkalan (Pulau Madura) itu, pemancangan tiang pertama dilakukan Megawati ketika menjabat sebagai presiden, 20 Agustus 2003. Dan peresmiannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, 10 Juni 2009. Perkiraan biaya pembangunan jembatan ini mencapai Rp 4,5 triliun.
Megawati menyatakan M Noer adalah tokoh Jawa Timur yang paling berjasa dalam pembangunan jembatan yang menghubungkan Surabaya dan Madura. Penegasan ini disampaikan saat berpidato di hadapan massa pendukungnya di Lapangan Desa Dukuh Sari, Kecamatan Jabon, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (14/6). Hadir di tempat itu calon wakil presiden pasangan Megawati, Prabowo Subianto.
“Dulu yang mencanangkan dibuatnya jembatan yang menghubungkan Surabaya dan Madura adalah Bung Karno. Walau presiden berganti-ganti belum bisa ada yang melakukannya,” kata Mega.
Peran M Noer, kata Megawati, Sesepuh Jatim yang mantan Gubernur Jatim itu datang kepadanya dan meminta agar jembatan Suramadu bisa dibangun. “Saat saya menjadi presiden, datanglah, Muhammad Noer dan mengatakan kepada saya jembatan ini (Suramadu) sangat diinginkan oleh masyarakat Surabaya dan Madura,” kata Megawati. Baru setelah Mega menjadi presiden, rencana pembuatan jembatan Suramadu itu bisa terlaksana atas kerja sama yang erat antara Indonesia dengan China.
“Kalau lewat ke sana (jembatan Suramadu), tiang pancang yang di tengah diberikan oleh pemerintah China. Sementara yang lain dikerjakan oleh putra-putri terbaik Indonesia. Tapi, nyatanya, seakan-akan jembatan ini dibuat oleh pemerintahan yang sekarang,” tegas Megawati.
“Yang membuat tiang pancang adalah Ibu Megawati. Jangan suka lupa, kalau barang jadi, mesti dilihat permulaaannya. Ini harus diingiat oleh rakyat Jawa Timur, yang membuat Jembartan Suramadu, asal muasalnya adalah dari seorang perempuan,” kata Megawati lagi yang sempat pula menyinggung soal ini saat berorasi di Turen, Kabupaten Malang.
Megawati menyatakan, ia harus mengatakan yang sebenarnya agar masyarakat mengetahui asal muasal pembangunan Jembatan Suramadu akhirnya bisa tegak berdiri. “Saya mengusulkan pemberian nama Muhammad Noer dicantumkan dalam jembatan Suramadu. Karena beliaulah yang paling berjasa, yang terus menyatakan, jembatan itu perlu dibuat. Itulah cerita yang sebenarnya. Jangan, hanya tiba-tiba selesai lalu dibuka begitu, diresmikan begitu saja,” kata Megawati. (jbp/yat/mif)
Sumber: Surya, Senin, 15 Juni 2009
Jembatan sepanjang 5.438 meter yang menghubungkan Surabaya (Pulau Jawa) dengan Bangkalan (Pulau Madura) itu, pemancangan tiang pertama dilakukan Megawati ketika menjabat sebagai presiden, 20 Agustus 2003. Dan peresmiannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, 10 Juni 2009. Perkiraan biaya pembangunan jembatan ini mencapai Rp 4,5 triliun.
Megawati menyatakan M Noer adalah tokoh Jawa Timur yang paling berjasa dalam pembangunan jembatan yang menghubungkan Surabaya dan Madura. Penegasan ini disampaikan saat berpidato di hadapan massa pendukungnya di Lapangan Desa Dukuh Sari, Kecamatan Jabon, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (14/6). Hadir di tempat itu calon wakil presiden pasangan Megawati, Prabowo Subianto.
“Dulu yang mencanangkan dibuatnya jembatan yang menghubungkan Surabaya dan Madura adalah Bung Karno. Walau presiden berganti-ganti belum bisa ada yang melakukannya,” kata Mega.
Peran M Noer, kata Megawati, Sesepuh Jatim yang mantan Gubernur Jatim itu datang kepadanya dan meminta agar jembatan Suramadu bisa dibangun. “Saat saya menjadi presiden, datanglah, Muhammad Noer dan mengatakan kepada saya jembatan ini (Suramadu) sangat diinginkan oleh masyarakat Surabaya dan Madura,” kata Megawati. Baru setelah Mega menjadi presiden, rencana pembuatan jembatan Suramadu itu bisa terlaksana atas kerja sama yang erat antara Indonesia dengan China.
“Kalau lewat ke sana (jembatan Suramadu), tiang pancang yang di tengah diberikan oleh pemerintah China. Sementara yang lain dikerjakan oleh putra-putri terbaik Indonesia. Tapi, nyatanya, seakan-akan jembatan ini dibuat oleh pemerintahan yang sekarang,” tegas Megawati.
“Yang membuat tiang pancang adalah Ibu Megawati. Jangan suka lupa, kalau barang jadi, mesti dilihat permulaaannya. Ini harus diingiat oleh rakyat Jawa Timur, yang membuat Jembartan Suramadu, asal muasalnya adalah dari seorang perempuan,” kata Megawati lagi yang sempat pula menyinggung soal ini saat berorasi di Turen, Kabupaten Malang.
Megawati menyatakan, ia harus mengatakan yang sebenarnya agar masyarakat mengetahui asal muasal pembangunan Jembatan Suramadu akhirnya bisa tegak berdiri. “Saya mengusulkan pemberian nama Muhammad Noer dicantumkan dalam jembatan Suramadu. Karena beliaulah yang paling berjasa, yang terus menyatakan, jembatan itu perlu dibuat. Itulah cerita yang sebenarnya. Jangan, hanya tiba-tiba selesai lalu dibuka begitu, diresmikan begitu saja,” kata Megawati. (jbp/yat/mif)
Sumber: Surya, Senin, 15 Juni 2009
Jenazah M Noer Akan Dishalatkan di Bangkalan
Jenazah mantan Gubernur Jawa Timur (Jatim) M Noer (Pak Noer) rencananya akan dishalatkan di Masjid Agung Bangkalan, Madura, Sabtu (17/4/2010) besok, sebelum dikebumikan di makam keluarga di Kabupaten Sampang.
Kabag Humas dan Protokol Setda Bangkalan Made Sundami, Jumat (16/4/2010), mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan segala sesuatunya dalam pelaksanaan shalat jenazah untuk sesepuh Madura itu.
“Rencananya, besok (Sabtu ,red) sekitar pukul 07:00 WIB, jenazah Pak Noer akan dishalatkan di Masjid Agung Bangkalan terlebih dulu, sebelum dibawa ke Sampang untuk dikebumikan di sana,” kata Made di Bangkalan, Jumat.
Made menjelaskan, acara penghormatan terakhir terhadap mantan Gubernur Jatim tersebut akan dihadiri sekitar ribuan warga Bangkalan. Mulai dari kalangan pejabat, ulama, dan masyarakat sekitar.
“Undangannya sudah kita sebar pada kalangan kiai, pejabat, dan masyarakat untuk menghadiri acara penghormatan terakhir pada Pak Noer,” kata Made Sundami.
Di samping menyebarkan undangan, sambung Made, kini pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan bagian umum untuk persiapan yang lain, seperti pemasangan tenda di sekitar halaman Masjid Agung.
“Kami berharap warga Bangkalan bisa hadir untuk menyalati almarhum di Masjid Agung. Sebab, jasa-jasa beliau sangat banyak saat menjadi pemimpin Jawa Timur, sekaligus sebagai salah satu penggagas pembangunan Jembatan Suramadu,” katanya.
Menurut Made, pihaknya berharap semoga semua amal ibadah yang telah dilakukan oleh mantan Bupati Bangkalan dan Sampang tahun 1950-an tersebut bisa diterima di sisi Allah SWT.
Mantan Gubernur Jatim M Noer meninggal dunia dalam usia 92 tahun di Rumah Sakit Darmo, Surabaya, Jumat, sekitar pukul 08.45 WIB.
M Noer yang lahir di Sampang itu menjabat sebagai Gubernur Jatim periode 1967-1976 asal Sampang, Madura dan menjadi Duta Besar RI di Prancis. Jenazah almarhum kini disemayamkan di rumah duka Jalan Anwari Nomor 11 Surabaya.
Sumber: Surya, Jumat, 16 April 2010
Kabag Humas dan Protokol Setda Bangkalan Made Sundami, Jumat (16/4/2010), mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan segala sesuatunya dalam pelaksanaan shalat jenazah untuk sesepuh Madura itu.
“Rencananya, besok (Sabtu ,red) sekitar pukul 07:00 WIB, jenazah Pak Noer akan dishalatkan di Masjid Agung Bangkalan terlebih dulu, sebelum dibawa ke Sampang untuk dikebumikan di sana,” kata Made di Bangkalan, Jumat.
Made menjelaskan, acara penghormatan terakhir terhadap mantan Gubernur Jatim tersebut akan dihadiri sekitar ribuan warga Bangkalan. Mulai dari kalangan pejabat, ulama, dan masyarakat sekitar.
“Undangannya sudah kita sebar pada kalangan kiai, pejabat, dan masyarakat untuk menghadiri acara penghormatan terakhir pada Pak Noer,” kata Made Sundami.
Di samping menyebarkan undangan, sambung Made, kini pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan bagian umum untuk persiapan yang lain, seperti pemasangan tenda di sekitar halaman Masjid Agung.
“Kami berharap warga Bangkalan bisa hadir untuk menyalati almarhum di Masjid Agung. Sebab, jasa-jasa beliau sangat banyak saat menjadi pemimpin Jawa Timur, sekaligus sebagai salah satu penggagas pembangunan Jembatan Suramadu,” katanya.
Menurut Made, pihaknya berharap semoga semua amal ibadah yang telah dilakukan oleh mantan Bupati Bangkalan dan Sampang tahun 1950-an tersebut bisa diterima di sisi Allah SWT.
Mantan Gubernur Jatim M Noer meninggal dunia dalam usia 92 tahun di Rumah Sakit Darmo, Surabaya, Jumat, sekitar pukul 08.45 WIB.
M Noer yang lahir di Sampang itu menjabat sebagai Gubernur Jatim periode 1967-1976 asal Sampang, Madura dan menjadi Duta Besar RI di Prancis. Jenazah almarhum kini disemayamkan di rumah duka Jalan Anwari Nomor 11 Surabaya.
Sumber: Surya, Jumat, 16 April 2010
Mantan Gubernur Jatim M Noer Meninggal Dunia
Masyarakat Jawa Timur berduka. Mantan Gubernur Jawa Timur pada tahun tahun 1967-1976 M Noer meninggal dunia di Rumah Sakit Darmo Surabaya dalam usia 93 tahun.
M Noer sebelumnya memang sudah dirawat di rumah sakit tersebut sejak tujuh bulan lalu atau tepat saat perayaan Idul Fitri tahun lalu.
“Bapak menderita penyakit jantung, selain itu usianya memang sudah sepuh,” kata Syaifuddin Noer, anak sekaligus dokter yang memeriksa almarhum.
M Noer merupakan kebanggaan masyarakat Madura. Karena M Noer adalah putra Madura yang pertama kali berhasl menjadi gubernur di Jawa Timur. Di kalangan warga Madura ada joke, jika ditanya siapa gubernur Jawa Timur, mereka akan menjawab M. Noer. Padahal M. Noer sudah lama pensiun.
Mereka berkelit, M Noer tetap menjadi gubernur mereka sedangkan saat ini yang sedang menjabat hanyalah penggantinya M Noer saja.
M Noer juga kepala daerah pertama kali yang pernah mengusulkan untuk membuat jembatan Surabaya dengan Madura pada masa presiden Soeharto. Dasar pemikiran dia, meski Madura dekat dengan Jawa, namun pembangunan di Madura terhambat karena dibatasi laut.
Maka tak heran, sebelum meninggal M Noer pernah berpesan agar dimakamkan di tanah Kelahirannya di Sampang, Madura dengan melewati Jembatan Suramadu. Selain itu, M Noer juga berpesan untuk disalatkan di masjid Al Falah Surabaya. Selamat jalan Pak Noer.
Sumber: Surya, Jumat, 16 April 2010
M Noer sebelumnya memang sudah dirawat di rumah sakit tersebut sejak tujuh bulan lalu atau tepat saat perayaan Idul Fitri tahun lalu.
“Bapak menderita penyakit jantung, selain itu usianya memang sudah sepuh,” kata Syaifuddin Noer, anak sekaligus dokter yang memeriksa almarhum.
M Noer merupakan kebanggaan masyarakat Madura. Karena M Noer adalah putra Madura yang pertama kali berhasl menjadi gubernur di Jawa Timur. Di kalangan warga Madura ada joke, jika ditanya siapa gubernur Jawa Timur, mereka akan menjawab M. Noer. Padahal M. Noer sudah lama pensiun.
Mereka berkelit, M Noer tetap menjadi gubernur mereka sedangkan saat ini yang sedang menjabat hanyalah penggantinya M Noer saja.
M Noer juga kepala daerah pertama kali yang pernah mengusulkan untuk membuat jembatan Surabaya dengan Madura pada masa presiden Soeharto. Dasar pemikiran dia, meski Madura dekat dengan Jawa, namun pembangunan di Madura terhambat karena dibatasi laut.
Maka tak heran, sebelum meninggal M Noer pernah berpesan agar dimakamkan di tanah Kelahirannya di Sampang, Madura dengan melewati Jembatan Suramadu. Selain itu, M Noer juga berpesan untuk disalatkan di masjid Al Falah Surabaya. Selamat jalan Pak Noer.
Sumber: Surya, Jumat, 16 April 2010
Mantan Gubernur Jatim M Noer Wafat
Mantan Gubernur Jawa Timur H Mohammad Noer, yang mencetuskan gagasan pembangunan Jembatan Suramadu pada tahun 1950, meninggal dunia, Jumat (16/4) pukul 08.50 dalam usia 92 tahun. Selama hampir tujuh bulan terakhir, M Noer dirawat di RS Darmo, Surabaya, karena usia lanjut.
M Noer masuk rumah sakit pada 21 September 2009. Selama dirawat, kondisi kesehatannya naik-turun. ”Kondisi mendiang memburuk empat hari sebelum wafat,” ujar putra ketiga M Noer, Prof dr Sjaifuddin Noer.
Sesepuh Madura ini meninggalkan seorang istri, 8 anak, 21 cucu, dan 6 cicit. Jenazah akan dikebumikan di pemakaman keluarga di Desa Somor Kompah, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Sabtu (17/4). Jenazah akan dishalatkan di Masjid Al Falah Surabaya, Masjid Agung Bangkalan, dan Masjid Agung Sampang, sesuai wasiat almarhum. ”Beliau juga berwasiat agar kereta jenazah melewati Jembatan Suramadu dan tidak dimakamkan di makam pahlawan.”
Di rumah duka, kemarin, sejumlah tokoh Jatim melayat, di antaranya mantan Gubernur Jatim Basofi Sudirman, Gubernur Jatim Soekarwo, dan Wali Kota Surabaya Bambang DH.
Suramadu
M Noer pertama kali mencetuskan gagasan pembangunan Jembatan Suramadu saat menjadi wakil bupati untuk wilayah Bangkalan dan Pamekasan, tahun 1950. Karena geram, ia pernah menyatakan akan merenangi Selat Madura jika jembatan tidak kunjung dibangun.
Niat itu batal saat Megawati Soekarnoputri menandatangani Keputusan Presiden Nomor 79 Tahun 2003 tentang Pembangunan Jembatan Surabaya-Madura. Megawati menancapkan tiang pancang pada 20 Agustus 2003.
Jembatan sepanjang 5,4 kilometer itu diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, 10 Juni 2009. (RAZ/ABK/ANO)
BIO DATA H.RADEN PANJI MOHAMMAD NOER
Nama: Raden Panji Mohammad Noer
Lahir: Sampang,13 Januari 1918
Agama: Islam
Isteri: Mas Ayoe Sid Rachma
Anak: 8 orang (4 Pria & 4 Wanita)
Pendidikan:
1. HLS lulus tahun 1932
2. MULO lulus tahun 1936
3. MOSVLA. lulus tahun 1939
Jabatan:
- Mantan Gubernur Kdh Tingkat I Jawa Timur
- Mantan Duta Besar RepuUlik Indonesia untuk Perancis
Riwayat Pekerjaan:
1. Juli 1939 -Agustus 1949, Pamong Praja
2. Agustus 1949-Maret 1950, Kapten TNI
3. Maret 1950-Januari 1976, Pamong Praja terakhir Gubemur Kdh Tingkat I Jawa Timur mulai Desember 1967-Januari 1976
4. 1973 -1978, Anggota MPR RI
5. Oktober 1976-Oktober 1980, Duta Besar R.I untuk Perancis
6. Agustus 1981-1983, Anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA)
7.1983-11 Maret 1988, Anggota DPA Periode II
8. 1987, Anggota MPR RI
9. 1989-1997, Anggota Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional (BPPN)
10. 1989-Sekarang, Ketua Dewan Penyantun seluruh Univ Negeri di SuraUaya dan beberapa Univ Swasta di Surabaya, Jember dan Madura
11. 1980-Sekarang, Ketua Yayasan Jantung Cab. Utama Jawa Timur
12. 1984-sekatang, Ketua Yayasan Asma Wilayah Jawa Timur
13. 1985-sekarang, Ketua Yayasan Aji Dharma Bhakti (bergerak di bidang Sosial Pendidikan) Pemberian beasiswa
14. 2005-sekarang, Dewan Kurator Universitas Al-Zaytun
TandaJasa/Penghargaan:
1. Bintang Gerilya
2 Satya Lencana Perang Kemerdekaan I
3. Satya Lencana Perang Kemerdekaan II
4. Satya Lencana Penegak
5. Tanda Kehormatan Bhayangkara
6. BintangYalasena
7. Tanda Kehormatan Bintang Mahaputra Utama III
8. Dlari Pemerintah Perancis : Odre National Du Merite (Grand Officer)
9.Tanda Pengharg•aan Lencana "MELATI" dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
10. Satya Lencana Kebaktian Sosial
11. Manggala Karya Kencana dari BKKBN
12. Tanda Penghargaan dari Menteri Pemuda & Olah Raga
13. Tanda Penghargaan dari Menteri Keuangan "Pembayar Pajak Penghasilan Perorangan"
14. Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia
15. Piagam Penghargaan Rektor Univ. Airlangga "WIIDYA AIRLANGGA KENCANA" Atas Jasa Prestasinya ikut memajukan dan mengembangkan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Kemasyarakatan dan Kebudayaan (S.K. Rektor Universitas Airlangga No.3748/PT03.H/P/1993) Tertanggal 13 Nopember 1993
Hobby: Olah Raga (berenang)
Sumber: Kompas, Sabtu, 17 April 2010
M Noer masuk rumah sakit pada 21 September 2009. Selama dirawat, kondisi kesehatannya naik-turun. ”Kondisi mendiang memburuk empat hari sebelum wafat,” ujar putra ketiga M Noer, Prof dr Sjaifuddin Noer.
Sesepuh Madura ini meninggalkan seorang istri, 8 anak, 21 cucu, dan 6 cicit. Jenazah akan dikebumikan di pemakaman keluarga di Desa Somor Kompah, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Sabtu (17/4). Jenazah akan dishalatkan di Masjid Al Falah Surabaya, Masjid Agung Bangkalan, dan Masjid Agung Sampang, sesuai wasiat almarhum. ”Beliau juga berwasiat agar kereta jenazah melewati Jembatan Suramadu dan tidak dimakamkan di makam pahlawan.”
Di rumah duka, kemarin, sejumlah tokoh Jatim melayat, di antaranya mantan Gubernur Jatim Basofi Sudirman, Gubernur Jatim Soekarwo, dan Wali Kota Surabaya Bambang DH.
Suramadu
M Noer pertama kali mencetuskan gagasan pembangunan Jembatan Suramadu saat menjadi wakil bupati untuk wilayah Bangkalan dan Pamekasan, tahun 1950. Karena geram, ia pernah menyatakan akan merenangi Selat Madura jika jembatan tidak kunjung dibangun.
Niat itu batal saat Megawati Soekarnoputri menandatangani Keputusan Presiden Nomor 79 Tahun 2003 tentang Pembangunan Jembatan Surabaya-Madura. Megawati menancapkan tiang pancang pada 20 Agustus 2003.
Jembatan sepanjang 5,4 kilometer itu diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, 10 Juni 2009. (RAZ/ABK/ANO)
BIO DATA H.RADEN PANJI MOHAMMAD NOER
Nama: Raden Panji Mohammad Noer
Lahir: Sampang,13 Januari 1918
Agama: Islam
Isteri: Mas Ayoe Sid Rachma
Anak: 8 orang (4 Pria & 4 Wanita)
Pendidikan:
1. HLS lulus tahun 1932
2. MULO lulus tahun 1936
3. MOSVLA. lulus tahun 1939
Jabatan:
- Mantan Gubernur Kdh Tingkat I Jawa Timur
- Mantan Duta Besar RepuUlik Indonesia untuk Perancis
Riwayat Pekerjaan:
1. Juli 1939 -Agustus 1949, Pamong Praja
2. Agustus 1949-Maret 1950, Kapten TNI
3. Maret 1950-Januari 1976, Pamong Praja terakhir Gubemur Kdh Tingkat I Jawa Timur mulai Desember 1967-Januari 1976
4. 1973 -1978, Anggota MPR RI
5. Oktober 1976-Oktober 1980, Duta Besar R.I untuk Perancis
6. Agustus 1981-1983, Anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA)
7.1983-11 Maret 1988, Anggota DPA Periode II
8. 1987, Anggota MPR RI
9. 1989-1997, Anggota Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional (BPPN)
10. 1989-Sekarang, Ketua Dewan Penyantun seluruh Univ Negeri di SuraUaya dan beberapa Univ Swasta di Surabaya, Jember dan Madura
11. 1980-Sekarang, Ketua Yayasan Jantung Cab. Utama Jawa Timur
12. 1984-sekatang, Ketua Yayasan Asma Wilayah Jawa Timur
13. 1985-sekarang, Ketua Yayasan Aji Dharma Bhakti (bergerak di bidang Sosial Pendidikan) Pemberian beasiswa
14. 2005-sekarang, Dewan Kurator Universitas Al-Zaytun
TandaJasa/Penghargaan:
1. Bintang Gerilya
2 Satya Lencana Perang Kemerdekaan I
3. Satya Lencana Perang Kemerdekaan II
4. Satya Lencana Penegak
5. Tanda Kehormatan Bhayangkara
6. BintangYalasena
7. Tanda Kehormatan Bintang Mahaputra Utama III
8. Dlari Pemerintah Perancis : Odre National Du Merite (Grand Officer)
9.Tanda Pengharg•aan Lencana "MELATI" dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
10. Satya Lencana Kebaktian Sosial
11. Manggala Karya Kencana dari BKKBN
12. Tanda Penghargaan dari Menteri Pemuda & Olah Raga
13. Tanda Penghargaan dari Menteri Keuangan "Pembayar Pajak Penghasilan Perorangan"
14. Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia
15. Piagam Penghargaan Rektor Univ. Airlangga "WIIDYA AIRLANGGA KENCANA" Atas Jasa Prestasinya ikut memajukan dan mengembangkan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Kemasyarakatan dan Kebudayaan (S.K. Rektor Universitas Airlangga No.3748/PT03.H/P/1993) Tertanggal 13 Nopember 1993
Hobby: Olah Raga (berenang)
Sumber: Kompas, Sabtu, 17 April 2010
Harga Tanah di Suramadu Melambung, Investor Enggan Buka Usaha
![]() |
| Jembatan Suramadu. FOTO: Dok Surya |
Hingga saat ini tak ada aturan jelas terkait pengaturan harga tanah untuk investasi swasta di kawasan Suramadu. Sehingga, harga tanah di kawasan itu terus melambung dan para investor semakin enggan membuka usaha.
“Khusus untuk pembangunan investasi publik memang ada aturan dan tata cara pembebasan tanah, mulai dari penentuan nilai jual obyek pajak (NJOP), pelibatan tim penilai independen (appraisal independent), dan adanya panitia pembebasan tanah (P2T). Tapi, untuk pembangunan investasi swasta seperti di kawasan Suramadu sampai saat ini tak ada aturan yang pasti,” kata Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jatim Chairul Djaelani, Rabu (7/4/2010) di Kantor Gubernur Jatim, Surabaya.
Karena tak ada aturan pasti, harga tanah di kawasan Suramadu saat ini tak terkontrol. Akibatnya, rencana pengembangan kawasan tersebut sebagai daerah industri dan pelabuhan sampai sekarang terbengkelai.
“Masyarakat ingin menjual berapapun tak ada larangan sehingga harga tanah pun semakin melambung. Padahal, situasi seperti ini sangat tak kondusif bagi pengembangan investasi,” kata Chairul.
Peran pemda Melihat situasi seperti ini, menurut Chairul Pemerintah Kabupaten Bangkalan harus bekerja keras memfasilitasi masuknya para investor. Langkah yang dapat dilakukan adalah melakukan sosialisasi pada masyarakat agar investasi swasta bisa masuk.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf menyebut tingginya harga tanah di Madura merupakan bentuk euforia para spekulan tanah yang justru akan menghambat pengembangan investasi.
“Kalaupun harga tanah naik seharusnya yang wajar dan terukur secara bisnis. Kami meminta Bupati Bangkalan untuk mengatasi kendala ini karena sebenarnya banyak pengusaha yang ingin masuk,” ucapnya.
Berdasarkan data Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS), banyak investor yang mulai melirik kawasan Suramadu untuk pengembangan usaha. Kepala BPWS Eddy Purwanto mengungkapkan, beberapa investor yang hendak masuk adalah, tiga perusahaan pelabuhan besar dunia, dua perusahaan air bersih, satu perusahaan listrik, dan beberapa perusahaan pengelola jalan tol.
“Dengan adanya Suramadu dan pelabuhan di Madura, maka pengembalian modal usaha para investor akan cepat. Karena itu, pemerintah harus mengamankan tanah dari ulah para spekulan tanah agar investor-investor itu memastikan usaha mereka di Madura,” kata Eddy.
Sumber: Surya, Rabu, 7 April 2010
Madura Minta Bagi Hasil dari Jembatan Suramadu
![]() |
| Jembatan Suramadu. TEMPO/Dwi Narwoko |
Komisi Keuangan dan Pembangunan DPRD Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, menilai pendapatan asli daerah (PAD) kabupaten ini pada 2009 memang mengalami surplus hingga Rp 1,7 miliar. Namun, masih banyak bidang lain yang dinilai berpotensi untuk meningkatkan pendapatan daerah, tapi belum tergarap maksimal. "Bidang minyak dan gas, pertanian dan Suramadu belum menyumbang untuk PAD," kata Mahmudi, anggota Komisi Keuangan dan Pembangunan DPRD Bangkalan, Selasa (9/3).
Ia menyebutkan, PAD Bangkalan sebesar kurang lebih Rp 34 miliar yang diperoleh pada 2009 seluruhnya murni bersumber dari pemasukan pajak dan retribusi yang dikelola oleh 25 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Caranya, mereka memperketat target pajak dan retribusi tiap SKPD. Padahal, menurut Mahmudi, cara ini bisa berdampak buruk bagi kinerja pegawai karena tekanan. "Masa kalau pengunjung museum sepi, tetap ditarget setoran," ujarnya, memberikan contoh.
Menurut Mahmudi, salah satu sumber yang prospektif bagi peningkatan PAD Bangkalan adalah retribusi jembatan Suramadu. Sejauh ini, beroperasinya jembatan terpanjang di Indonesia ini belum menyumbang pendapatan asli daerah Bangkalan. Padahal, keberadaan Suramadu telah membuat Bangkalan kehilangan sejumlah sumber pendapatan asli yang sebelumnya bisa dicadangakan.
Mahmudi menyebutkan, beroperasinya Suramadu membuat Bangkalan terancam kehilangan PAD sebesar Rp 1,5 miliar pada 2010 dari pelabuhan penyebrangan Kamal. Sebab, kini penumpang kapal sepi akibat beroperasinya jembatan Suramadu. Jasa jalan yang sebelumnya mendapatkan Rp 2 juta perhari, kini hanya Rp 80 perhari. Begitu juga dengan retribusi Terminal Kamal, dari semula Rp 400 ribu perhari, kini turun menjadi Rp 200 ribu perhari. “Karena Suramadu, kami kehilangan Rp 75 juta perhari," katanya.
Sementara itu, Mahmudi melanjutkan, perolehan retribusi kendaraan bermotor yang melintasi jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Jawa dan Madura diperkirakan mencapai Rp 12 miliar perbulan. Dengan besarnya pemasukan itu, kata dia, "Bangkalan harus dapat dana bagi hasil Suramadu". (MUSTAHOFA BISRI)
Sumber: Tempo Interaktif, Selasa, 09 Maret 2010
Subscribe to:
Comments (Atom)








