Madura Akan Dipasok Listrik 400 MW

Pembangunan Kabel Listrik Suramadu Berlanjut

Perhatian pembangunan terhadap Pulau Madura pasca tersambungnya jembatan Suramadu mulai tampak. Saat ini PLN sedang menyiapkan tambahan pasokan listrik ke Madura melalui kabel yang melintas di bawah jembatan terpanjang di Indonesia tersebut. Praktis mulai 2010 ini, Madura akan dipasok listrik hingga 400 megawatt (MW).

Mulai Sabtu (23/1) lalu, pengerjaan proyek pemasangan kabel listrik di Jembatan Suramadu kembali dilanjutkan. Proyek yang memang sempat dihentikan sementara tersebut sudah dinanti oleh masyarakat Madura. Itu, seiring adanya pemadam listrik bergilir di Pulau Garam karena putusnya salah satu kabel listrik bawah laut yang ke Madura.

Menurut Deputi Operational PLN Regent Jatim Chairul Alam, sebuah kabel yang mampu memasok 100 MW ditargetkan akan tuntas pada 14 Februari mendatang. "Ada saluran kabel yakni dari Gresik dan dari Pasuruan yang akan menambah pasokan listrik ke Madura. Satu kabel akan tuntas pada 14 Februari mendatang," ujarnya.

Sedangkan satu kabel lagi yang juga akan melintas di bawah jembatan Suramadu menurut Chairul akan diselesaikan pada tahun ini juga. Dengan tambahan kabel listrik yang baru dibangun PLN tersebut, akan mampu memasok 200 MW listrik baru ke Pulau Garam.

"Jadi kalau ditambah dua kabel dasar laut yang juga mampu memasok masing-masing 100 MW, maka total listrik yang masuk Madura mencapai 400 MW," ungkapnya.

Sementara itu, terkait perbaikan sebuah kabel PLN di dasar selat Madura yang rusak karena jangkar kapal, Chairul mengaku membutuhkan waktu 1,5 bulan. Saat ini pihak PLN sudah berhasil menemukan titik kerusakan kabel. Selanjutnya menurut Chairul, kabel tersebut akan diangkat ke permukaan untuk diperbaiki. "Kita sudah mendapatkan kapal tongkang dari Kalimantan sebagai tempat memperbaiki kabel yang rusak," terangnya.

Langkah konkret memanfaatkan Jembatan Suramadu untuk memasok listrik ke Madura mendapat apresiasi dari pihak DPRD Bangkalan. Rokib, anggota komisi C DPRD Bangkalan mengatakan, upaya tersebut memang sudah selayaknya dilakukan. "Buat apa kita punya jembatan yang sangat mahal kalau tidak difungsikan secara maksimal. Pihak PLN sangat brilian melakukan hal itu," ujarnya.

Rokib menambahkan, dengan adanya sambungan listrik di bawah jembatan Suramadu akan membuat persoalan Madura padam serentak tidak akan terulang kembali. Pasalnya dua kali peristiwa kabel dasar laut putus terbawa jangkar kapal tidak akan kembali terjadi. "Kalau sudah kabelnya di bawah jembatan, kan tidak mungkin dibawa kapal lagi," tandasnya. (ale/ed)

Sumber: Jawa Pos, Senin, 25 Januari 2010

PLN Jamin Madura Cukup Listrik

Tak Ada Pemadaman Bergilir meski Kabel Rusak

PLN menjamin pasokan listrik di Madura pasca bocornya kabel bawah laut awal Januari lalu. Juga tidak ada pemadaman secara bergilir. Jaminan ini disampaikan Deputi Operational PLN Regent Jatim Chairul Alam kepada Komisi C DPRD Bangkalan saat hearing kemarin (22/1).

Untuk membuktikan keseriusan PLN, Chairul yang ditemani Manajer UPJ PLN Bangkalan Taufik mengajak anggota komisi C melihat persediaan listrik untuk Madura di Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gili Timur, Kec Kamal.

Saat dengar pendapat, Chairul menjelaskan pasokan listrik di Madura. Saat ini kebutuhan listrik bagi masyarakat Madura saat siang hari hanya 65 megawatt (MW). "Kalau malam memang maksimal bisa mencapai angka 135 MW. Tapi, itu semua dapat dipenuhi kok," ujarnya.

Chairul menjelaskan, saat ini satu kabel PLN di dasar Selat Madura rusak karena jangkar kapal. Praktis kerusakan yang diakibatkan jangkar KM Kirana III pada Senin (4/1) lalu membuat pasokan listrik ke Madura berkurang. "Kita punya dua kabel bawah laut yang masing - masing mampu menyalurkan 100 MW ke Madura. Jika satu rusak, masih tersisa 100 MW," ulasnya.

Nah, kekurangan pasokan listrik ke Madura ditutupi oleh PLTG di Gili Timur. PLTG di Kec Kamal itu mampu memproduksi 2 x 18 MW. "Jadi, tidak ada masalah. Pemadaman bergilir awal Januari lalu, karena kami hanya sedang melakukan adaptasi. Sekarang kami jamin tidak ada pemadaman bergilir di Madura," tegasnya.

Bahkan, setelah memberikan penjelasan di hadapan para wakil rakyat, pihak PLN mengajak anggota komisi C melihat langsung kesiapan PLTG Kamal. Di sana, Ketua Komisi C Mukaffi Anwar dan anggotanya diperlihatkan kinerja PLTG dalam menyokong kebutuhan listrik di Madura. "Kami siap bekerja keras untuk menyediakan pasokan listrik di seluruh Madura," kata Chairul.

Mukaffi Anwar saat dikonfiramsi koran ini menyatakan puas. Dia mengaku sudah mengerti akan kebutuhan listrik di Madura, khususnya di Bangkalan. Namun, dia tetap berharap agar terus ada peningkatan pelayanan PLN.

"Sekarang semua sudah menjadi jelas. Terpenting ada jaminan dari PLN bahwa masyarakat Madura tidak akan kesulitan mendapatkan pasokan listrik," tandasnya. (ale/mat)

Sumber: Jawa Pos, 23/01/2010

Pamekasan Layani KTP On Line di Kecamatan

Pamekasan melangkah ke penggunaan tekonologi informasi modern untuk melaksanakaan e-government dalam pelayanan KTP. Memang belum bisa diterapkan di seluruh kecamatan.

Dari 13 kecamatan di Pamekasan baru lima kecamatan bagian utara Pamekasan yang telah siap menerapkan secara sempurna. Masing-masing Kecamatan Pasean, Batumarmar, Waru, Pegantanan dan Palengaan. Delapan kecamatan lainnya masih menggunakan sistem off line, bahasa lainnya manual.

“Sistem ini untuk membantu kecepatan dan keakuratan data kependudukan yang bisa mendukung perencanaan pembangunan dan pelayanan dokumen kependudukan,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pamekasan Drs HM Alwi SH MSi.

“Layanan ini dilakukan dengan pemutahiran data dengan format by name by address, juga ditunjang dengan pelatihan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) di Desa dan Kelurahan,” katanya.

Dengan demikian diharapkan akan melahirkan pelayanan yang evektif, evisien dan terpadu. Juga terbangun data kependudukan yang akurat, lengkap, mutahir dan mudah diakses.

Teknologi jaringan wireless local area network dari dan ke lima kecamatan dengan pusat data di Dinas Kependudukan sudah tersambung.

Di Kecamatan Pasean, Batumarmar, Waru, Pegantenan, Palengaan sudah dibangun tower antena yang on line dengan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Juga telah dilakukan pelatihan kepada operator pendaftaran kependudukan dan pengembangan SIAK.

Diharapkan 2010 jaringangan ini sudah dibangun di seluruh kecamatan. Sehingga tahun berikutnya Pamekasan sudah siap menerapkan elektronik KTP (e-KTP) sebagaimana amanat peraturan pemerintah nomor 26 tahun 2009.

Integrasi sinkronisasi data kependudukan di Dispenduk Capil sudah menggunakan satu server untuk pelayanan dokumen.

Dia mengaku masalah SDM masih perlu pembenahan sebagai pelaksana, mulai tingkat desa, kecamatan dan kabupaten. Hard ware dan software pelayanan beserta peralatan pendukungnya seperti genset di 13 kecamatan.

Genset dibutuhkan karena pelayanan tidak boleh berhenti karena listrik padam. Selain itu masyarakat juga dituntut berperan aktif untuk melaporkan persoalan kependudukan.

Bupati Pamekasan berharap dengan sistem ini akan terhindari persoalan kependudukan seperti yang terjadi selama ini. Misalnya dalam kepentingan pemilu, maupun kepentingan administrasi kependudukan lainnya.

“Terkait dengan sistem SIAK ini saya sarankan agar unit kerja terkait di tiap tingkatan hendaknya benar-benar menguasai tugas dan bidangnya. Tidak cukup dalam satu unit kerja hanya pemimpinnya saja yang bekerja bagus, namun bawahan dan seluruh staf harus aktif bekerja bagus sesuai dengan tugasnya. Karena itu masalah SDM ini sangat penting diperhatikan,” katanya. (Masdawi dahlan)

Sumber: Surabaya Post, Selasa, 19 Januari 2010

Pamekasan Cocok Untuk Industri Pertanian

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim Ir H La Nyalla Mahmud Mattalitti menegaskan Pamekasan memiliki peluang emas untuk pengembangan industrialisasi yang berbasis pertanian. Sebab Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Pamekasan didominasi oleh sektor pertanian sekitar 39%, sementara sektor perdagangan 25% , jasa 20% dan industri hanya 0,36%.

Nyalla mengatakan hal itu saat memberi sambutan dalam acara pelantikan pengurus Kadin Pamekasan periode 2009-2014 di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Rabu (20/1).

“Ke depan saya kira Pamekasan perlu mencari produk pertanian yang betul cocok untuk dikembangkan, bukan hanya pada hulunya tapi juga sampai pada sektor hilirnya yaitu industri olahan, “ kata Nyalla.

Untuk itu, kata Nyalla, Pamekasan membutuhkan stimulus untuk produk pertanian yang terpilih dengan tujuan diolah menjadi produk industri yang berbasis pertanian, yang pada gilirannya akan membantu perbaikan ekonomi Pamekasan.

“Dalam memilih produk pertanian yang akan dikembangkan juga harus diperhatikan daya serap, baik daya serap produk pertaniannya maupun daya serap produksi industri olahan hasil pertanian tersebut,” jelasnya.

Dia berharap agar Kadin Pamekasan dapat menyumbangkan pemikiran untuk menyusun program pengembangan ekonomi Kabupaten Pamekasan. Karena itu Kadin disarankan melakukan kajian yang mendalam untuk menyusun program unggulan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Pamekasan. “Saya yakin bapak bupati butuh dan mendukung Kadin untuk terlibat di dalamnya, ” tandasnya.

Kadin Jatim, lanjut Nyalla, telah memiliki program promosi produk unggulan dari daerah. Dia berjanji akan segera mengirimkan kerangka acuan usulan produk unggulan daerah tersebut kepada bupati kepala daerah dam wali kota. Langkah ini perlu dilakukan agar tidak ada kesamaan produk unggulan yang diajukan daerah untuk dipromosikan oleh Kadin Jatim.

Dalam upaya mempermudah koordinasi dan tugas kerja Kadin di daerah, Nyalla meminta kepada pemerintah daerah agar mendukung dan memastikan para pelaku usaha di daerahnya untuk segera mendaftar menjadi anggota Kadin dan memiliki kartu tanda anggota (KTA).

Bupati Pamekasan Drs KH Khalilurrahman SH menyambut positif saran dan tawaran Ketua Umum Kadin Jatim. Menurut dia Pamekasan memiliki banyak potensi unggulan yang perlu dikembangkan, baik bidang pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, wisata dan lain sebagainya.

Bupati bertekad akan memberikan kemudahan dan keamanan bagi pengusaha yang bermitra dan menanamkan modal di Pamekasan. (mas)

Sumber: Surabaya Post, Kamis, 21 Januari 2010

Makam Keturunan Raja Meledak

Warga dikejutkan dengan kejadian aneh, Selasa (19/1). Salah satu makam keturunan Raja Sumenep di kawasan pemakaman Raja-Raja Sumenep, Asta Tinggi, di Desa Kebunagung, Kecamatan Kota meledak.

Ledakan makam itu terjadi pada nisan almahum Hj. R. Ajeng Salmah binti kiyai RB Abdul Latif yang merupakan keturunan raja ke-13 dari salah satu Raja Sumenep Pakunataningrat, yang memerintah tahun 1879-1901.

Ledakan keras itu terdengar hingga ke Desa Kasengan, Kecamatan Manding, yang berjarak sekitar tiga kilometer dari makam. Batu nisan yang terbuat dari marmer rusak parah.

Salah seorang karyawan Asta Tinggi, Slamet Riadi (56) menyebutnya sebagai kejadian gaib. “Kita tidak tahu penyebab ledakan itu. Sebelum meledak pun tidak ada petanda, tapi biasanya setelah ini mungkin ada sesuatu,” kata Slamet Riadi (56) yang dihubungi Kamis (21/1).

Semula warga menduga ledakan itu berasal dari petasan. Ternyata tidak ada sisa-sisa ledakan petasan. ”Kalau petasan pasti ada kertas atau bahan pembungkus lainnya yang berhamburan,” ujarnya.

Masyarakat yang mendengar suara keras itu berdatangan ke komplek makan Asta Tinggi, untuk mengetahui asal-usul bunyi ledakan.

Menurutnya, semasa hidupnya, almarhumah Salmah dikenal sebagai guru ngaji. “Hingga sekarang banyak warga yang datang untuk melihat makam tersebut,” ungkapnya. Hj. R. Ajeng Salmah tercatat lahir di Sumenep pada tanggal 5 Mei 1941 dan wafat di Surabaya pada 21 Oktober 2001.

Tokoh Ulama di Sumenep yang juga Pengasuh Ponpes Al Karawiyah, Kecamatan Ganding, KH. Fayyad As'ad menilai, kejadian ini merupakan pertanda yang harus diwaspadai semua pihak.

Dia meminta semua masyarakat waspada kemungkinan yang terjadi akibat peristiwa gaib ini. ”Kita tidak tahu apa ini berhubungan dengan kondisi cuaca saat ini, maupun menjelang pelaksanaan pilkada Juni 2010 mendatang, atau terhadap keturunan para Raja di Sumenep sendiri,” ujarnya.

Akan tetapi, dia meminta kekhawatiran tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. “Kepastian kejadian itu tidak bisa diartikan secara manusiawi, itu rahasia Ilahi,” ujarnya.

Polisi telah mendatangi lokasi kejadian untuk penyelidikan sementara. Dari hasil penyelidikan di lapangan, polisi tidak menemukan adanya kejanggalan dalam kejadian ini. Beberapa petugas kepolisian yang diterjunkan ke makam tidak menemukan tanda-tanda ledakan itu disengaja.

Kapolsek Kota, AKP Mohammad Heri, mengatakan, peristiwa ini merupakan kejadian alam. Sehingga, tidak perlu adanya tindakan dari petugas. “Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Karena ini kejadian alam,” katanya.

Setelah penyelidikan oleh polisi, batu-batuan dan tanah yang mencuat pada makam itu dibersihkan Kamis pagi yang dilakukan oleh karyawan Asta Tinggi atas permintaan ahli waris.

Kerabat almarhumah R.A. Salmah juga memasang batu nisan baru di makam.

"Saat ini, batu-batuan dan tanah yang mencuat serta batu nisan lama yang pecah, sudah dipinggirkan. Kondisi makam R.A. Salmah sudah bersih lagi," ucap Slamet, seorang karyawan Asta Tinggi. (iir)

Sumber: Surabaya Post, Kamis, 21 Januari 2010

Listrik Madura Masih Rawan

Pencarian Kerusakan Belum Tuntas, Butuh 1,5 Bulan

Pelanggan listrik di Madura masih harus sabar menunggu agar pasokan energi listrik kembali normal. Pascaputusnya kabel listrik bawah laut akibat terkena jangkar kapal KM Kirana III, Senin (4/1) lalu, hingga saat ini pencarian kerusakan belum tuntas.

Manajer Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (P3B) PT PLN Region Jatim dan Bali, Asep Burhan mengatakan, tim penyelam dan teknisi PLN masih melakukan pencarian titik kabel di laut yang putus. Hasilnya, hanya satu bagian kabel yang putus berhasil ditemukan, sedang bagian lainnya belum ditemukan.

Jika titik kerusakan telah ditemukan, pihaknya baru bisa melakukan perbaikan yang diperkirakan butuh waktu sekitar 1,5 bulan. Untuk tahap ini, ia melibatkan tim PLN Distribusi Jatim dan Pembangkitan Jawa Bali.

“Kita berusaha segera menyelesaikan perbaikan ini. Kami minta pelanggan PLN di Madura sabar,” papar Asep, Senin (11/1).

Soal biaya perbaikan kabel, Asep mengaku belum bisa memperkirakan karena masih dalampenghitungan. Informasinya sekitar Rp 12,5 miliar.

Ia mengatakan bahwa dana perbaikan maupun beban biaya pengoperasian listrik sementara ke Madura masih dalam proses pihak berwenang. “Kita tunggu hasil dari proses hukum,” tegas Asep.

Menurutnya, selama masa perbaikan kabel bawah laut, pihaknya mengandalkan satu sirkit kabel bawah laut berkapasitas 100 MW. Jaringan kabel ini mampu menyuplai kebutuhan sekitar 500.000 pelanggan di 4 kabupaten di Madura, di mana saat beban puncak mencapai 130 MW. Sedang kekurangannya dipasok dari PLTG di Gili Timur berkapasitas 2×17 MW.

“Dengan kondisi ini, terkadang saat beban puncak ada daerah yang padam. Namun saat ini kondisinya normal,” ujar Asep.

Ia menambahkan, PLN saat ini juga tengah menyelesaikan pemasangan dua sirkit kabel bertegangan 200 MW sepanjang 8 kilometer melalui jembatan Suramadu, yang dijadwalkan beroperasi Maret nanti. “Pengerjaannya sudah 80 persen,” tegasnya.

Corporate Speaker PT PLN Distribusi Jatim Agus Widayanto menjelaskan, untuk mengoperasikan PLTG itu dibutuhkan biaya cukup besar, mengingat bahan bakarnya menggunakan solar akibat ketiadaan pasokan gas. Bahkan diprediksi, alokasi dana selama perbaikan kabel bawah laut mencapai Rp 28,56 miliar.

Seperti diketahui, kabel listrik bawah laut milik PT PLN terkena jangkar KM Kirana III milik PT Dharma Lautan Utama (DLU). Kabel yang merupakan jaringan listrik interkoneksi Jawa Bali itu digelar di kawasan anchor free zone. Di kawasan ini kapal tidak dibolehkan lego jangkar.

Direktur Utama DLU Bambang Harjo mengatakan, cuaca buruk menyebabkan kapal terseret ombak sehingga jangkarnya memutus jaringan kabel PLN.

Karena itu, ia berharap PT PLN tidak begitu saja membebankan kerugian kepada DLU. “Seandainya harus membayar ganti rugi, ia berharap besarannya disesuaikan dengan kemampuan perusahaan,” kata Bambang. (ndio)

Sumber: Surya, Selasa, 12 Januari 2010

Diterpa Angin, Rumah Ambruk

Cuaca buruk terus memakan korban. Setelah tiga hari berturut-turut diterpa angin kencang dan hujan deras, rumah milik Imam, warga Desa Kebonagung, Kecamatan Kota, ambruk. Rumah berukuran 9x5 meter rata dengan tanah.

Imam yang ditemui di lokasi kejadian mengungkapkan, rumahnya dibangun pada tahun 1997. ”Kami kaget ketika terdengar bunyi yang keras di belakang rumah. Ternyata rumah kami ambruk. Mungkin pondasinya rapuh. Ketika diterpa angin kencang selama beberapa hari, langsung roboh,” katanya.

Sebelum kejadian, kata Imam, ia sudah berencana memanggil tukang untuk mengecek sekaligus memperbaiki bagian atas rumah pada hari Minggu (17/1) nanti. ”Tapi, belum sempat memanggil tukang, rumah tersebut ambruk lebih dulu,” ungkapnya. Namun, dia bersyukur kejadian itu tidak menyebabkan korban.

Penghuni rumah, Jakfar (55) dan Rusmani (50), pasangan suami-istri dari Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, yang menyewa rumah milik Imam itu, sedang tidak berada di dalam rumah ketika rumah itu ambruk. Jakfar sedang bekerja mengayuh becak. Sedangkan istrinya berada di pasar berjualan pracangan. (iir)

Sumber: Surabaya Post, Sabtu, 16 Januari 2010

Bangkit Bersama Menuai Prestasi

Menggali Potensi, Meraih Asa

Pemerintah Kabupaten Pamekasan memiliki berbagai program terobosan pembangunan yang berkelanjutan dan saling menunjang menuju kemajuan daerah. Sebagian program sudah terlaksana dengan baik dan selesai di tahun 2009. Sebagian lainnya dilanjutkan di tahun 2010 dan ditingkatkan kembali di tahun-tahun mendatang, terutama program yang bisa langsung dinikmati masyarakat berupa layanan publik, pembangunan fisik, dan aspek lainnya yang sinergis dengan kebutuhan masyarakat.

Program yang telah dilaksanakan sebagai upaya akselerasi pembangunan Pamekasan pada tahun 2009, antara lain:

  1. Bidang Pendidikan dan SDM

    Tekad pemerintah dan masyarakat Pamekasan untuk menjadikan Pamekasan sebagai Kabupaten Pendidikan, bukan hanya sekedar motto. Tetapi diwujudkan dalam bentuk dukungan program, anggaran dan potensi, antara lain:

    Faktor Pendukung (potensi)
    1. Anggaran pendidikan yang melampaui ketentuan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan.
    2. Meningkanya kesadaran masyarakat terhadap pendidikan, dibuktikan dengan banyaknya lembaga pondok pesantren, madrasah, lembaga TK/PAUD, dan kursus serta lembaga pembinaan siswa berprestasi.
    Program
    1. Pengembangan Pusdik Sains, sebuah gedung dengan dukungan kelengkapan sarananya yang digunakan sebagai pusat kegiatan bagi siswa berpotensi di Kabupaten Pamekasan dari seluruh level pendidikan di Kabupaten Pamekasan;
    2. Pelibatan Guru dan Organisasi berprestasi untuk memberikan pembinaan bagi siswa;
    3. Pengembangan sekolah berstandart internasional, mulai tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK;
    4. Pembangunan RSBI di SDN Lawangan Daya
    5. Pembangunan Gedung Islamic Center
    6. Pengembangan SMK Negeri di Kecamatan Proppo dan Pasean
    Keberhasilan
    1. Dua siswa terbaik Pamekasan dari SMA Negeri 1 Pamekasan, Moh Sohibul Maromi dan Ali Ikhsanul Qauli berhasil meraih Medali Perunggu Olimpiade Fisika Tingkat Asia atau Asian Physics Olympiad (AphO) 2009 di Bangkok, dan saat ini keduanya sedang mengikuti pembinaan TOFI di Jakarta guna mengikuti AphO 2010 di Taiwan. (ada fotonya -1)
    2. Satu siswa memperoleh medali emas dan pertukaran pelajar asal Indonesia asal Pamekasan selama dua minggu ke Malaysia (Alysia Diva Mustika) dan 3 siswa memperoleh medali perak (Abd. Munif, A. Rofiki Maulana, dan Fikri Hanif Rasyidi) pada Singapore Mahtematic Olympiad di Singapura.
    3. Sebanyak 37 siswa GCN Internasional memperoleh penghargaan pada Kompetisi Matematika Dunia ”Australian Mathematics Competition 2009”

      Tingkat SD Penghargaan Asal sekolah
      Kelas 3 Elfarian Dela Firdausi Credit SD Plus Nurul Hikmah Inggis Berlianta Sinaga Credit SDN LADA 1

      Kelas 4 Astri Fiolita Proficiency SDN Bulay 2 Anny Syntya Proficiency SDN Polagan 1 Lina Syarifah Proficiency SDN Polagan 1 Faigah Diva Hartono Proficiency SDN LADA 1

      Kelas 5 Wildy fachrizal Credit SDN Panaguan 2 Ana Mariatul Ulfa Proficiency SDN Bulay 2 Moh. Ali Akbar Velayati Proficiency SDI Almunawarah Auliaul Haque Proficiency SDN BARKOT V

      Kelas 6 Khanza Al Faizy Credit SDN Jungjangcang V Ihwanur Ramadhan Proficiency SD Plus NurulHikmah Jody Kurniawan Sagita Proficiency SDN BARKOT 2 Alfin Rahmansyah Proficiency SD Plus NurulHikmah Paqsi Pria Islami Proficiency SDI Almunawarah

      Kelas 7 Putri Lilia Rosa Credit SMPN 2 PMK Vebrizkilla Anisfatin Credit SMPN 1 PMK Kholifatin Aini Rahman Proficiency SMPN 2 Pademawu Rizky Aprilyanti Proficiency SMPN 2 PMK Alyssa Putri Mustika Proficiency SMPN 1 PMK Mahdalena Intan Pratiwi Proficiency SMPN 1 PMK Devina Magdalena Proficiency SMPN 1 PMK Ardina Waida Apri ariadne Proficiency SMPN 1 PMK

      Kelas 8 Rizkin Mubarak Distinction SMPN 1 PMK Muhammad Hefdi Credit SMPN 5 PMK Nanda Faradika Afriangga Proficiency SMPN 1 Pademawu Siti Fitratul Jannah Proficiency SMPN 5 PMK

      Kelas 9 Nurul Hidayati Credit SMPN 2 PMK Faradissa Nur Afiny Credit SMPN 2 PMK Sherly Nurwiyanti A. Credit SMPN 2 PMK Fikri Hanif Rasyidi Credit SMPN 1 PMK Alieful fauzul Adhim Credit SMPN 1 PMK A. Rofiqi maulana Proficiency SMPN 2 PMK Tegar Imani Edward F. Proficiency SMPN 1 PMK

      Kelas 10 Shaviq Proficiency SMAN 1 PMK Izaratul Haque Proficiency SMAN 1 PMK

      Kelas 11 Eky Putra Agung W. Distinction SMAN 1 PMK
    4. Satu siswa mendapat tiga medali perunggu pada Asia Intercities Teenagers Mathematic Olimpiade di Filipina;
    5. Empat siswa memperoleh medali mas (Khollifatin Aini R,Rizki Aprilianti, Wildy Fahrizal, Hadi Fauzan Hanif) 1 perak (Akbar Hade Prasetyo), 1 perunggu (Devina Magdalena), 2 Honourable Mention Nanda Faradika dan A. Haikal Hasanudin, dan 1 Merit (Sesa Amelia) pada American Mathematic Competition.
    6. Sembilan siswa meraih terbaik tingkat nasional di bidang sains dan olahraga.
    7. Tiga siswa meraih prestasi terbaik Bidang Robotika se Jawa-Bali;
    8. 24 siswa meraih prestasi tingkat Provinsi bidang lomba lainnya.
    9. Delapaan peserta meraih penghargaan pada Pelaksanaan MTQ Tingkat Propinsi di Jember dan 3 Peserta terpilih sebagai calon Peserta MTQ Tingkat Nasional,dengan rincian sebagai berikut:
      1. Badrud Tamam Juara II Bidang Tafsir Bahasa Arab
      2. Mutimmatul Farhan Juara III Bidang Khattil Qur’an
      3. Moh. Sofiyulloh Juara IV Bidang MHQ 10 Juz
      4. Afif abdullah Juara IV Bidang MHQ 20 Juz
      5. Moh. Arifin Juara V Bidang Tartil
      6. Akhmadi Juara V Bidang Dekorasi
      7. Bintang Adhiyudha M Juara VI Bidang Tilawah Anak-anak
      8. Muhammad Juara VI Bidang Tafsir Bahasa Inggris
      9. Marzuki Juara VI MHQ 30 Juz
      10. Siti Suadah Calon Peserta MTQ Nasional Bidang tartil Qur’an
      11. Badrud Tamam Calon Peserta MTQ Nasional Bidang Tafsir Bahasa Arab
      12. Ibnu Ali Calon Peserta MTQ Nasional Bidang Fahmil Quran
    10. Penyaji terbaik pawai budaya nusantara di Istana Negara
    11. Penyaji unggulan terbaik Festival Karya Tari se Jawa Timur oleh Sanggar Seni Putra Meonk untu seni tari batik;
    12. Festival Lagu Daerah Terbaik se Jawa Timur;
    13. Pembaca Puisi terbaik Jawa Timur, an. Septi Dwi Maulida ;
    14. Penyaji terbaik Festival Teater se Jawa Timur, SDN Lawangan Daya 2 dan SMP I Pamekasan
  2. Bidang Ekonomi
    Faktor Pendukung (potensi)
    1. Kondisi geografis Kabupaten Pamekasan yang cukup menguntungkan,
    2. Potensi kemasyarakatan (Pokmas) bidang pertanian, perkebunan, dan petenakan, dan perikanan;
    3. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pamekasan pada tahun 2009 cukup signifikan, dimana PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) dari tahun 2006 sampai tahun 2009 terus meningkat, dimana pada tahun 2006: 2,96 triliun, tahun 2007: 3, 33 triliun, tahun 2008: 3, 78 triliun, tahun 2009: 4, 24 triliun.
    4. Begitu juga pendapatan per kapita terus meningkat dari tahun ke tahun yaitu pada tahun 2006: 3.262.750, tahun 2007: 3.615.911, tahun 2008: 4.268.969, dan tahun 2009: 4.922.028.
    5. Tingkat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pamekasan dari tahun 2006 sampai tahun 2009 terus ada peningkatan, terbukti dari data sebagai berikut: tahun 2006: 4,52 tahun 2007: 4,76 tahun 2008: 5,39 dan tahun 2009: 5,96.

PAD

Sumber: Surabaya Post, Senin, 11 Januari 2010

Sirkuit di Bawah Jembatan Suramadu

Februari mendatang, satu di antara dua sirkuit di bawah Jembatan Suramadu (JS) yang digunakan untuk mengalirkan listrik ke Madura segera beroperasi. Dengan beroperasinya satu sirkuit berkapasitas 200 MW ini, dipastikan pasokan listrik ke Madura akan aman di masa mendatang.

Kabel yang dipasang menempel di bawah Jembatan Suramadu sepanjang 5,4 km ini menghabiskan dana sebesar Rp 215 miliar. Proses pembangunan sirkuit ini dimulai sejak diresmikannya Jembatan Suramadu pertengahan tahun 2009 lalu. ”Pengerjaan instalasi selesai pertengahan Februari. Sebenarnya, nantinya akan ada dua sirkuit tapi pengerjaannya bertahap. Begitu satu ini beroperasi, pengerjaan sirkuit berikutnya akan segera dimulai,” kata Corporate Speaker PT PLN Distribusi Jatim, Agus Widayanto ketika ditemui di kantornya, Selasa (12/1).

Sirkuit kedua juga memiliki kapasitas 200 MW dan ditargetkan selesai dalam waktu tujuh bulan mendatang. Dengan beroperasinya satu sirkuit saja sebenarnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik Madura saat ini yang saat beban puncaknya sekitar 120 MW. Dikatakan Agus, dibangunnya dua sirkuit ini memang untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik di Madura. Pasca dioperasikannya Jembatan Suramadu, kebutuhan listrik Madura terus mengalami peningkatan, baik untuk konsumen Rumah Tangga (RT) maupun industri. Pertumbuhan konsumsi listrik di Madura tumbuh 6% per tahun.

Sumber: Surabaya Post, Rabu, 13 Januari 2010

Terbebani Rekening LPJU Liar

Beban rekening listrik Pemkab Pamekasan tiap bulan terus membengkak. Ini terjadi karena banyaknya Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) liar yang terpasang secara terus menerus. Pihak PLN tidak mau tahu atas kasus itu, dan tiap bulan PLN membebankan rekening LPJU liar itu kepada Pemkab Pamekasan.

Hal itu terungkap dalam Rapat Kerja Komisi A DPRD Pamekasan dengan PLN Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Pamekasan dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pamekasan, Kamis (14/1). Tiga orang pejabat dari PLN UPJ Pamekasan hadir saat itu, yakni Kepala UPJ Wahyu Setiyadi, Manajer UPJ Achmad Rifai dan Humas UPJ PLN Pamekasan Supomo.

Raker itu digelar dewan terkait dengan seringnya pemadaman aliran listrik secara tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan dari pihak PLN, utamanya di pedalaman pedesaan. Pemadaman ini kadang berlangsung seharian, sehingga masyarakat resah dan mengkhawatirkan terjadinya tindakan kriminal.

Rapat juga membahas persoalan rekening listrik Pemkab Pamekasan yang tiap bulan terus membengkak akibat kewajiban pemkab menanggung beban aliran LPJU liar. Selama ini pihak Pemkab Pamekasan telah membangun komunikasi untuk mengatasi masalah tersebut dengan pihak PLN.

Ali Usman Staf BLH Pamekasan mengatakan, angka terakhir beban rekening bulanan Pemkab Pamekasan mencapai Rp 470 juta. Sementara pemasukan dari tarikan pajak penerangan hanya Rp 560 juta, atau hanya tersisa sekitar Rp 90 juta untuk pemasukan pada pemkab.

Ali Usman tidak membuka siapa yang memasang LPJU liar itu. Pihaknya tidak mau menduga apakah ada konspirasi antara warga dengan oknum PLN maupun BLH. “Yang pasti untuk melakukan pencurian listrik melalui LPJU liar tidak sulit. Kita tengah mencari jalan keluarnya, antara pemkab dengan PLN,” jelasnya.

Terkait dengan sering terjadinya pemadaman listrik secara tiba tiba dan tanpa pemberitahuan, Kepala PLN UPJ Pamekasan Wahyu membenarkan hal itu. Menurut Wahyu, itu terjadi karena dua alasan. Pertama karena ada gangguan, kedua karena adanya pemadaman bergilir, terkait dengan putusnya satu kabel bawah laut di Selat Madura wilayah Kamal.

Untuk kasus pemadaman yang terjadi akibat gangguan, pihak PLN terus berupaya mencari jalan keluar secepatnya. Namun, untuk pemadaman bergilir Wahyu mengaku pihaknya telah melakukan sosialisasi dengan berbagai media. “Mungkin untuk sosialisasi kurang merata sehingga banyak masyarakat yang belum mengetahui,” katanya.

Terkait dengan terus membengkaknya beban rekening listrik Pemkab Pamekasan, pihak PLN UPJ Pamekasan tidak mau tahu dan menyerahkan sepenuhnya pada tanggung jawab pemkab. Namun, pihak PLN berjanji siap untuk memberikan alternatif agar beban itu tidak terlalu berat, yakni dengan cara mengganti LPJU liar itu dengan lampu hemat energi. mas

Sumber: Surabaya Post, Jumat, 15 Januari 2010

Perlu Antisipasi Bencana Alam

Hindari Banyak Korban

Permintaan itu disampaikan Bupati Kholil usai memberikan bantuan pada warga Desa Palengaan Daya Kecamatan Palengaan yang menjadi korban puting beliung. Acara di Pendapa Kecamatan Palengaan, Kamis (14/1), itu dihadiri Wakil Bupati Drs Kadarisman, pimpinan SKPD terkait, Muspika, serta sejumlah Kepala Desa di Kecamatan Palengaan. Puting beliung yang terjadi pada 16 November lalu itu mengakibatkan 29 rumah rusak berat, 12 rumah rusak ringan dan 2 orang patah tulang.

“Sosialisasi ini penting untuk mengantisipasi agar puting beliung tidak mengakibatkan banyak korban. Misalnya, kalau ada gejala akan turun hujan, lalu ada awan hitam berputar di atas, maka masyarakat sudah harus waspada,” ungkap bupati.

Karena mayoritas warga Palengaan Daya petani, Bupati Kholil juga menyarankan jika ada tanda-tanda akan hujan lebat dan membahayakan, maka tak perlu ke sawah atau ladang. “Termasuk misalnya jika ada petir, kalau bapak ibu kebetulan ada di sawah atau ladang, maka bernaunglah di bawah pohon, karena petir itu menyambar benda yang paling tinggi. Tapi, jangan menempel pada pohon karena itu juga berbahaya,” lanjutnya.

Selain menyarankan agar ada upaya antisipasi dini untuk menghindari korban dalam becana alam, Bupati Kholil juga menyarankan agar masyarakat menjaga lingkungan dengan baik. “Jangan menebang pohon sembarangan yang tidak perlu, karena akan mengakibatkan lahan jadi gundul dan tandus yang akan menjadi penyebab terjadinya banjir. Saya sarankan untuk banyak menanam pohon apa saja, agar bumi tidak panas. Pemerintah punya program penanaman sejuta pohon. Warga desa besar andilnya untuk pekerjaan ini. Tidak sulit, yang penting ada kemauan,” tandasnya.

Bupati juga menegaskan bahwa pihaknya telah mendata jalan poros desa yang perlu diperbaiki atau diaspal. Dia berjanji akan memulai perbaikan jalan secara bertahap mulai tahun anggaran 2011i. Dikatakan bupati, program pemkab pada 2010 ini menuntaskan pengaspalan poros jalan kecamatan. Karena itu, untuk jalan poros desa diperkirakan baru akan dimulai mulai 2011.

“Kami sudah tahu sendiri bagaimana kondisi jalan yang sangat rusak berat itu. Namun, kami minta agar masyarakat juga memahami, jalan itu akan kami perbaiki secara bertahap,” janjinya. (MASDAWI DAHLAN)

Sumber: Surabaya Post, Jumat, 15 Januari 2010

Tenda Untuk PKL di Taman Adipura

Perhatian Pemerintah terhadap para Pedagang Kaki Lima (PKL) rupanya terus dilakukan. Bahkan di Kabupaten Sumenep, khususnya yang berada di seputar Taman Adipura Sumenep, mendapat bantuan tenda sebagai tempat para PKL berjualan.

Hal itu diharapkan lebih tertib dan tidak terkesan dibiarkan seenaknya menggelar dagangannya di areal Taman Adipura. Bantuan sebanyak 138 buah tenda yang merupakan dana stimulus fiskal dari Kementrian Negara Koperasi dan UKM, yang diserahkan melalui Dinas Koperasi UKM Kabupaten Sumenep.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sumenep, H. Achmad Masuni, SE, MM ketika ditemui News Room tadi pagi, Jum’at (08/01) di kantornya mengungkapkan, pemberian bantuan tenda tersebut merupakan bagian dari upaya perhatian pemerintah kepada para PKL yang selama ini memang sudah menempati dibagian utara dan timur Taman Adipura.

Di samping itu juga diberikan kepada para PKL yang ada di sebelah Kantor Bappeda Sumenep.

Pemberian bantuan tersebut sebelumnya para PKL melalui Paguyuban PKL Sumenep mengajukan proposal, sehingga jumlah penerima juga disesuaikan dengan pengajuan yang memang diperoleh dari data Paguyuban tersebut.

“Ini hanya sebuah bentuk perhatian dan niat baik pemerintah, agar para PKL ini lebih nyaman berjualan dan tidak membuat suasana kota semraut,” ujar H Achmad Masuni.

Namun, tegasnya, dengan adanya tenda PKL tersebut para PKL tetap tidak diperkenankan menempatkan tenda secara permanen di sana. Jadi, setiap hari mereka harus bongkar pasang tenda sesuai kebijakan yang diberikan Pemkab Sumenep.

Sebab, khususnya di areal Taman Adipura tidak boleh ada tempat permanen bagi PKL, karena disamping sudah diatur dalam Perda tentang K3 (Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan) juga akan mengganggu keindahan kota.

Apalagi tegas Masuni, para PKL di Taman Adipura selama ini hanya berjualan di malam hari, sedangkan siang hari sudah bersih dari PKL. (Ren, Esha)

Sumber: Pemkab Sumenep, Jumat, 8 Januari 2010

Setelah 5 Jam Mati, Listrik Madura Normal Kembali

Pulau Madura selama hampir lima jam, mengalami listrik padam total (black out) pada Senin malam (4/1), setelah kabel bawah laut di Selat Madura terputus terkena jangkar kapal. Hari ini (Selasa 5/1), PT PLN berhasil menormalkan jaringan dengan mengunakan kabel cadangan.

”Setelah sempat mengalami padam total selama hampir lima jam, listrik di Madura kembali menyala sejka pukul 02:00 dini hari setelah mempergunakan kabel cadangan,” kata Corporate Speaker PT PLN Distribusi Jawa Timur Agus Widayanto kepada Media Indonesia di Surabaya, Selasa (5/1).

Listrik di seluruh Madura padam total akibat kabel bawah laut yang menghubungkan PLTU di Gresik dengan Madura, terputus akibat terkena jangkar kapal Kirana 3.

Akibat terputusnya kabel pada senin malam, selama lima jam dari pukul 23.00 hingga 01.45 dinihari, seluruh listrik di Madura padam total.

PT PLN yang mengetahui kejadian itu langsung mengalihkan penyaluran listrik ke kabel cadangan, sehingga pemadaman bisa teratasi.

PT PLN kini kosentrasi untuk mengatasi serta mencari titik putusnya kabel tersebut, jangka pendek yang dilakukan adalah menormalkan aliran listrik ke Madura. ”Kita belum mengetahui di titik mana kabel itu putus, tapi untuk sementara ini yang kita lakukan normalisasi lebih dulu agar listrik bisa menyala kembali,” katanya.

Meski telah tertasi, namun pasokan listrik di Madura masih rawan, sebab tidak ada kabel cadangan lagi, dengan satu kabel mampu menyuplai listrik ke Madura mencapai 250 megawat dari kebutuhan hanya 112 megawat.

”Soal pasukan tidak ada masalah tapi tetap saja masuk kategori rawan, kalau sampai terjadi lagi tentu akan merugikan masyarakat,” katanya.

PT PLN masih melakukan upaya untuk memperbaiki kabel yang putus tersebut. Diperkirakan membutuhkan waktu selama tiga bulan guna menyambung kembali.

Pihaknya belum memastikan berapa jumlah kerugian yang dialami PLN. Sebab, belum dihitung secara finansial. ”Nanti saja, yang penting normal kembali,” katanya.

Peristiwa black out ini merupakan yang kedua kalinya, tahun 1999 kasus serupa terjadi, kabel bawah laut ditabrak kapal Kapal Hanoman yang menyebabkan selama satu minggu Madura padam total. (ant)

Sumber: Surya, Selasa, 5 Januari 2010

Madura Gelap Gulita Lima Jam

Jangkar Kapal Putuskan Kabel Bawah Laut PLN

Sekitar lima jam listrik di seluruh wilayah Madura mati total menyusul putusnya satu jaringan kabel listrik bawah laut PLN akibat tersangkut jangkar Kapal Motor (KM) Kirana 3 di Buoy 6 di Alur Pelayaran Surabaya Barat, Senin (4/1) sekitar pukul 22.15 WIB.

Peristiwa yang menggegerkan warga Madura itu berawal ketika KM Kirana 3 yang berlayar dari Sampit (Kalimantan Tengah) menuju Surabaya, akan memasuki Pelabuhan Tanjung Perak sekitar pukul 22.00 WIB.

Ketika menjelang perairan Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), kapal itu – yang mengangkut 200 penumpang dan 40 unit kendaraan termasuk truk – tidak dipandu oleh petugas pandu. Padahal, untuk masuk ke APBS yang alurnya sempit, harus menggunakan jasa pandu. Kapal milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) itu hanya dipandu jalannya lewat radio komunikasi.

Saat itu, arus di perairan APBS cukup kuat sehingga kecepatan kapal diturunkan jadi separonya oleh nakhoda Subandrio dari kecepatan semula. Meski demikian, kapal masih melaju cukup kencang akibat kuatnya arus itu. Bahkan, ketika mesin kapal kemudian dimatikan, kapal masih berjalan sekitar 8 knot.

Kapal pun terseret hingga ke kawasan Buoy 6. Di kawasan itu ada dua rambu lampu kuning sebagai peringatan bahaya. Rambu lampu kuning I untuk mewaspadai adanya pipa gas bawah laut milik Kodeco, dan rambu lampu kuning II untuk peringatan adanya kabel bawah laut milik PLN.

Menurut Administrator Pelabuhan (Adpel) Tanjung Perak, Cholik Kirom, setelah melintas rambu I, nakhoda beranggapan bahwa kondisi sudah aman. Karena melihat kapal masih terbawa arus, jangkar pun ia turunkan dengan harapan supaya kapal tidak melaju terus. Tetapi, masih saja kapal tak mau berhenti, yang artinya jangkar juga ikut terseret.

“Nah, ternyata di situ masih ada rambu lampu kuning II untuk peringatan adanya kabel listrik bawah laut. Akhirnya, jangkar itu nyantol kabel tersebut, tertarik dan kemudian putus,” ungkap Cholik, Selasa (5/1).

Yang terputus itu adalah kabel utama bawah laut PLN yang melintasi APBS. Ada dua kabel di situ, yakni kabel utama dan kabel cadangan yang letaknya bersebelahan. Listrik yang dialirkan ke Madura lewat kabel tersebut berasal dari PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) di Gresik.

Sebenarnya, tatkala nakhoda berbicara melalui radio komunikasi dengan petugas radar, dia sudah diingatkan supaya tidak lego jangkar karena masih ada satu rambu lampu kuning lagi. Namun peringatan itu tidak diindahkan nakhoda.

“Mungkin nakhoda beranggapan kondisinya sudah aman sehingga lego jangkar,” tuturnya. Cholik menduga, kabel yang ada di dasar laut itu tidak ditanam sesuai standar oleh kontraktor yang mengerjakan. Pasalnya, sedimentasi di dasar laut berbeda-beda. Ada yang tanahnya lunak dan ada yang keras seperti karang. Kemungkinan kabel listrik yang terseret itu itu hanya dilewatkan di bagian-bagian karang, tidak ditanam di bawahnya.

“Mungkin kabel hanya ditempatkan di karang dan kemudian diuruk dengan bebatuan. Bisa jadi, karena alasan biaya mahal jika kabel ditanam di bawahnya,” jelasnya. Namun, keterangan lain menyebutkan, kabel itu ditanam antara 2-4 meter di bawah dasar laut.

Putusnya kabel di dasar laut ini merupakan peristiwa yang kelima di APBS. Tiga berakibat fatal, dan dua peristiwa hanya kecil dampaknya. Penyebabnya sama karena terseret jangkar.

Dalam peristiwa kemarin, delapan kru kapal di antaranya nakhoda Subiantoro dan tujuh ABK (Anak Buah Kapal) diperiksa Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Syahbandar Tanjung Perak untuk mengetahui kesalahan.

“Kapal masih dipersilakan jalan untuk kepentingan masyarakat. Tapi kru kapal kan bisa diganti dengan yang lain,” paparnya.

Siapa yang bersalah

Adpel masih belum bisa memastikan. “Semua masih dalam penyidikan. Tunggu satu sampai dua hari sudah kelar. Yang jelas, dari pihak pelayaran punya itikad baik untuk ikut menyelesaikan,” ungkapnya.

Secara terpisah, Direktur Utama PT DLU Bambang Harjo mengatakan, pihaknya saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan dan investigasi oleh Adpel Tanjung Perak. “Jika hasil investigasi sudah ada, baru kami akan memberikan tanggapan,” tegasnya

Sementara itu, Kepala Humas PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III, Iwan Sabatini menuturkan, kapal sekelas KM Kirana 3 yang masuk ke APBS tidak harus dipandu karena ukurannya kecil. Selama ini, tugas memandu merupakan kewenangan instansi di bawah PT Pelindo III.

Menurut Iwan, yang perlu perhatian di APBS ada lima persoalan. Pertama, perairan di APBS dangkal. Kedalamannya sekitar 9 meter. Ke depan perairan itu akan dikeruk hingga mencapai kedalaman 12 meter.

Kedua, adanya pemasangan pipa gas Kodeco. Pipa gas itu melintang di alur dan harus segera dipindahkan.

Ketiga, ada 20-an bangkai kapal yang belum ditarik di alur APBS. Posisinya memang tidak di tengah alur tetapi di tepi. Namun, bangkai kapal itu bisa mengganggu kapal yang akan berlabuh.

Keempat, kabel listrik bawah laut. Penanaman kabel itu seharusnya 12 meter di bawah permukaan, tapi kabel itu tertanam sekitar 2 sampai 4 meter saja. Kelima, alur pelayaran di Buoy 6 dan 7 itu sempit dan harus dilebarkan. Bagian kiri kanan harus dikeruk supaya kapal besar bisa bersimpangan saat melintas. Selama ini, jika ada kapal besar yang melintas harus berhenti salah satu.

“Ke depan alur itu akan dikeruk. Tapi kalau dikeruk, nasib pipa gas dan kabel listrik bagaimana,” ucap Iwan dengan nada tanya.

Di tempat terpisah, Manager PT PLN Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (P3B) Jawa Bali untuk Region Jatim dan Bali, Asep Burhan mengatakan, butuh waktu sekitar 45 hari sampai dengan 2 bulan untuk melakukan perbaikan sampai penyaluran kembali listrik setelah rusaknya kabel listrik bawah laut itu.

Saat ini, P3B masih melakukan proses administrasi serta penyusunan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) terkait kejadian yang sempat memadamkan listrik di 4 kabupaten di Madura itu. “Jadi kami belum melakukan apa-apa, juga belum tahu seberapa parah kerusakannya,” kata Asep, Selasa (5/1).

Ia menjelaskan, pemasangan kabel listrik bawah laut tersebut sudah sesuai dengan standar internasional. Namun, diakui Asep bahwa kabel bawah laut rawan putus terkena jangkar kapal. Sebab, kabel itu memang tergelar di alur padat lalu lintas kapal.

Kabel bawah laut yang ada di Selat Madura saat ini berjumlah 2 sirkuit, yang masing-masing berkapasitas 100 MW. Jaringan kabel ini mampu menyuplai kebutuhan sekitar 500.000 pelanggan listrik di 4 kabupaten di Madura, dengan beban puncak mencapai 130 MW.

Dengan satu kabel terputus, satu lagi kabel bawah laut sebagai cadangan akan difungsikan maksimal. Suplai setrum ke Madura akan ditambah pula dari PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) di Gili Timur yang berkapasitas 2×30 MW.

Meski telah teratasi sementara, lanjut Asep, namun pasokan listrik di Madura masih rawan. Sebab, satu-satunya kabel cadangan yang berfungsi tidak cukup bisa diandalkan.

Padamnya listrik selama 7 jam pada malam dan dinihari di Madura terdampak terhadap kondisi keamanan di beberada desa di Sumenep.

Ketika listrik padam, terjadi tiga kasus pencurian sapi di Desa Lenteng Barat dan Desa Batu Putih Utara. “Kami mendengar tadi malam tiga warga kehilangan sapi, yang ditaruh di kandang belakang rumahnya. Selama ini kandang sapi diberi penerangan lampu listrik. Nah saat padam itu, sapi warga dicuri,” kata Aditio, warga Desa Lenteng Barat. (mif/dio/uji/riv/sin/st32)

Sumber: Surya, Rabu, 6 Januari 2010

Warga Sumenep Terancam Terisolasi

Masa kontrak dua kapal perintis, yaitu Kapal Motor Penumpang Amukti Palapa dan Kapal Motor Penumpang Padi, habis per 31 Desember 2009. Artinya, warga di delapan pulau terpencil di Kabupaten Sumenep, Madura, saat ini terancam terisolasi.

Kepala Bidang Angkutan Laut Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Jawa Timur Bambang Jatmiko mengatakan, dengan habisnya masa kontrak KMP Amukti Palapa dan KMP Padi, praktis jalur distribusi bahan kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) ke wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep terhenti.

”Proses lelang membutuhkan waktu hingga satu bulan lebih sehingga arus distribusi kebutuhan pokok ke pulau-pulau tersebut akan terhambat. Permasalahan ini setiap tahun selalu terulang, tetapi tak pernah ada solusi tepat,” ucap Bambang di Surabaya, Minggu (3/1).

Selama ini, lanjutnya, tidak banyak operator kapal yang tertarik mengikuti proses lelang operasional kapal perintis. Selain keuntungan usaha yang sedikit, operator juga harus mengoperasikan kapal dengan spesifikasi tipe coaster (mampu memecah gelombang), dengan kekuatan 8-10 knot per jam.

KMP Amukti Palapa dan KMP Padi selama ini melayani angkutan laut ke Pulau Masalembu, Pulau Keramean, Pulau Sapudi, Pulau Sapeken, Pulau Pagerungan Besar, Pulau Pagerungan Kecil, Pulau Kangean, dan Pulau Sepanjang. Keduanya berangkat dari dua pelabuhan berbeda, yaitu Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya; dan Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi. Waktu berlayar dalam satu rute pelayaran ke pulau-pulau terluar di Jawa Timur itu sekitar 12 hari.

Feri

Masih terkait masalah transportasi, dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan, Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengungkapkan, dalam waktu dekat di wilayahnya akan ada tambahan satu feri berkapasitas 350 penumpang. Feri tersebut akan dioperasikan PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Kupang.

Menurut Manajer Operasi ASDP Kupang Arnol Yansen, feri ”Ile Boleng” akan melengkapi enam feri yang sudah ada di bawah ASDP saat ini. (ABK/KOR)

Sumber: Kompas, Senin, 4 Januari 2010

Blueprint Rampung Akhir 2010

Sudah enam bulan dibentuk, Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) hingga kini belum punya blueprint (cetak biru) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bernama Madura Industrial Estate Sea Port City. Investasi dari luar negeri maupun lokal pun jalan di tempat.

"Bagaimana lagi. Kita memang bukan hanya sedang membangun sebuah rumah, namun sebuah kawasan. Sehingga butuh persiapan lebih yang jelas memerlukan waktu. Ini harus dipahami semua pihak,” ujar Agus Wahyudi, Deputi Bidang Pengendalian Badan Pelaksana BPWS, usai di rapat koordinasi di Hotel Singgasana, Surabaya, Kamis (10/12).

Menurut Agus, posisi Jembatan Suramadu sebagai sebuah landmark Jawa Timur maupun Indonesia membuat BPWS tidak boleh gegabah dalam menyusun rencana jangka panjang pengembangan wilayah dalam sebuah grand plan atau blueprint.

Kata Agus, banyak proses yang harus dilalui. Misalnya konsolidasi dengan pihak-pihak terkait hingga perencanaan teknis yang butuh waktu yang tidak singkat. "Jangan sampai ibaratnya kita telanjur sudah bangun pintu yang tingginya 1,7 meter ternyata ada kebutuhan memasukkan barang yang tingginya 2 meter. Ini kesalahan fatal yang akan terjadi kalau kita gegabah,” kilahnya.

Hingga saat ini, pihaknya masih mengkaji desain dan aturan-aturan yang akan diterapkan di wilayah sekitar Suramadu. Guna keperluan tersebut, BPWS melibatkan pihak-pihak terkait baik dari pemerintah pusat, daerah, maupun swasta. "Kita gandeng semua. Doakan semoga di 2010 akhir blueprint ini bisa rampung kita susun dan siap kita jadikan landasan untuk langkah selanjutnya,” tukasnya.

Karena lambannya proses ini, mau tak mau banyak pihak yang mempertanyakan kelanjutan potensi investasi yang disebut-sebut berminat masuk ke kawasan Suramadu. Per Juni lalu, data Badan Penanaman Modal (BPM) Jatim menyebutkan, banyak investor yang mulai tertarik terhadap potensi Madura.

Ada dua PMA yang akan masuk, yakni PT Dwi Bina Utama dari Jepang dan Aneka Boga Nusantara yang merupakan hasil kerja sama Jepang dan Korea Selatan. Sedangkan untuk PMDN, ada PT Karya Dibya Mahardika, PT Adi Luhung Karya Segara, dan PT Maxima Nusantara Indonesia.

Selain telah sepakat dengan kelima investor tersebut, BPM juga merencanakan pembangunan PT Madura Industrial Estate Sea Port City (MIECi). Proyek ini merupakan upaya BPM untuk menampung kebutuhan di sektor industri, perdagangan, perumahan, pelabuhan petikemas dan kebutuhan lainnya.

Gambaran MIECi ini semacam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang bakal mewadahi dan memfasilitasi para investor yang datang. Proyek ini akan dibangun di atas lahan di sekitar kaki-kaki jembatan Suramadu yang masing-masing seluas 600 hektare. Dengan belum jelasnya kapan blueprint akan rampung, dikhawatirkan segala kepentingan investasi ini akan terhambat. (tsa)

Sumber: Surabaya Post, Jumat, 11 Desember 2009

Investasi Madura Terganjal

Tidak kunjung rampungnya penyusunan blueprint pembangunan di sekitar kawasan Jembatan Suramadu membuat penanaman investasi di kawasan Madura secara keseluruhan cukup terhambat. Dengan tidak adanya kepastian blueprint, praktis belum ada investasi yang masuk ke kawasan kaki-kaki Jembatan Suramadu.

"Dengan begitu akhirnya kami memilih fokus menjual potensi investasi kawasan Madura lainnya di luar 1,2 ribu hektare kawasan kaki-kaki jembatan Suramadu. Sebenarnya di wilayah ini ramai peminat. Tapi bagaimana lagi, blueprint-nya saja belum ada," ujar Sikilli Hamza, Kepala Bidang Pengembangan dan Kerja Sama Badan Penanaman Modal (BPM) Jawa Timur di kantornya, Surabaya, Selasa (22/12).

Namun demikian, Sikilli menegaskan, wilayah-wilayah lain di Madura juga tidak kalah menarik dalam hal menarik investasi masuk ke wilayah Madura. Dalam perkembangan terbaru, Sikilli menjelaskan, ada penambahan jumlah investor di Madura dari penanaman modal asing (PMA).

"Ada dua. Mereka investasi di daerah Sampang dengan bidang kerja jasa pengeboran minyak. Total investasinya sekitar 2 juta dollar AS," jelasnya. Dengan penambahan tersebut, kini jumlah investor asing yang telah berinvestasi di kawasan Madura keseluruhan ada 9 investor dengan total investasi sebanyak 264,7 juta dollar AS. "Sementara baru itu yang masuk Madura. Kalau blueprint Suramadu sudah ada, saya yakin penambahannya ke depan akan cukup signifikan," tukasnya.

Di sektor penanaman modal dalam negeri (PMDN) di Madura, belum ada penambahan. Dengan begitu, jumlah investor dalam negeri yang menanamkan modalnya di kawasan Madura masih sekitar 8 investor dengan total investasi mencapai Rp 1,752 triliun.

"Mereka tersebar di berbagai sektor industri, meliputi industri galangan kapal, industri makanan-minuman, budidaya udang, pengolahan tembakau dan pertambangan," katanya.

Ke depan, papar Sikilli, proyek yang sedang dalam tahap pembicaraan adalah pembangunan kawasan wisata bahari di daerah Camplong, Sampang, dengan total investasi sekitar Rp 1,5 triliun.

"Sedang dalam penelitian kawasan dan juga pengajuan perizinan. Semoga cepat terlaksana karena cepat atau lamanya proyek ini terwujud sebagian juga tergantung pada proses perizinan yang ada," paparnya. Rencana investasi ini, berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN).(tsa)

Sumber: Surabaya Post, Rabu, 23 Desember 2009