Terbaik dalam Tingkatan Produksi Beras

Masyarakat Pamekasan, Madura boleh berbangga. Diakhir 2008, daerahnya menerima tiga penghargaan tingkat nasional yang diterima oleh Bupati Drs Kholilurrahman SH dari Presiden Susilo Bambang Yudoyono di Jakarta.

Penghargaan yang diterima Kamis (18/12), karena Pamekasan dinilai sebagai Daerah Terbaik dalam gerakan Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN). Kemudian Kelompok Tani (KT) Srikuning, Desa Polagan Kecamatan Galis, terbaik di bidang agribisnis peternakan dan KT Jaya Makmur Desa Dempo Timur Kecamatan Pasean terbaik di bidang agribisnis bawang merah.

Keberhasilan di bidang pertanian dan peternakan ini terkait dengan upaya peningkatan anggaran yang selama tiga tahun terakhir dinaikkan. Pada 2005 dari APBD hanya Rp 95 juta, DAK Rp 867 juta, dan APBN Rp 320 juta hingga pada 2007 jauh meningkat. Rincinnya, dari APBD Rp 261 juta, DAK Rp 3,6 miliar, dan APBN Rp 5,6 miliar.

Peningkatan produksinya cukup tinggi. Pada 2005 produksi padi mencapai 75.610 ton, 2006 meningkat 84.585 ton dan 2007 lebih tinggi hingga 90.623 ton. Luas areal pada 2005 hanya 19.563 hektare, pada pada 2007 mencapai 21.347 hektare.

Dengan dinaikkannya anggaran pertanian, banyak program pengembangan yang dilakukan antara lain sarana dan prasarana berupa rehabilitasi jaringan irigasi desa tingkat usaha tani, pembuatan jalan usaha tani, dan optimalisasi lahan.

Kemudian penguatan kelembagaan petani, penyediaan modal, penyediaan alat dan mesin pertanian. Termasuk penyediaan dan pendistribusian pupuk maupun pendistribusian benih padi bermutu hingga peningkatan produksi beras melebihi 5 persen pada 2007.

Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, mengatakan, keberhasilan dua KT itu tak lepas dari upaya dinas terkait. Berkat bantuan Dinas Pertanian, KT Jaya Makmur banyak melaksanakan program, antara lain kagiatan rutin bidang pengembangan KUB (kelompok usaha bersama) yang melayani simpan pinjam hingga pengembangan industri rumah tangga.

”Khusus pengembangan industri rumah tangga, meliputi pengolahan bawang merah menjadi bawang goreng. Pembuatan kripik singkong, olahan marning, rengginang, tape singkong, dan sebagainya,” papar Bupati.

Begitu juga KT Srikuning. Salah satu kiat Dinas Peternakan, anggotanya berhasil mengolah pakan ternak senridi. Usaha ayam buras yang hasilnya lebih menjanjikan. Ada pembibitan, pembesaran ayam buras dan produknya berupa bibit ayam, telur, dan ayam siap potong. (Masdawi Dahlan)

Sumber: Surabaya Post, Minggu, 21 Desember 2008

Anak Hartono Ditangguhkan

SP/Fiqih Arfani: Setyaning Rahayu, istri Rudi Chandra, bersedia dijadikan jaminan atas penangguhan penahanan terhadap suaminya.

Penangguhan penahanan terhadap Rudi Chandra dinilai praktisi hukum sebagai hal yang wajar, namun proses hukum harus tetap jalan.

Dikabulkannya penangguhan penahanan terhadap Rudi Chandra Satriawan, tersangka kasus penyekapan disertai penganiayaan terhadap Al Amin, karyawannya di SPBU Genteng dinilai beberapa kalangan dan praktisi hukum sebagai hal yang wajar saja.

Ketua Unit Pelayanan, Konsultasi dan Bantuan Hukum (UPKBH) Universitas Arlangga, I Wayan Titib Sulaksana mengatakan, perlakuan polisi terhadap tersangka secara aturan memang diperbolehkan. ”Secara aturan hukum itu sah-sah saja, asalkan ada catatannya yaitu proses hukum tetap berjalan,” tegasnya, Kamis (18/12) pagi tadi.

Terlebih, lanjutnya, dalam kasus yang menyeret putra mantan KASAD era Soeharto, Jenderal TNI (Purn) R. Hartono ke tahanan tersebut sudah dilakukan sesuai prosedural.

Di samping itu, pihaknya juga tidak menemukan adanya kejanggalan dalam proses hukum yang berjalan selama ini. Memang sempat ada pencabutan laporan dari korban, dimaafkannya tersangka oleh korban, serta adanya jaminan hukum. Namun yang penting dari semua itu proses hukum tak boleh mandeg.

Karena itu, ia juga meminta agar masyarakat ikut serta mengawasi kelanjutan kasus ini. “Kita lihat saja nanti, apakah kasus ini berjalan sampai ke pengadilan ataukah akan hilang dengan sendirinya,” tuturnya sambil tersenyum.

Namun Titib mengingatkan kasus Rudi tak bisa dihentikan karena bukan sebuah kasus delik aduan yang dengan mudahnya seorang tersangka dilepas setelah ada kesepakatan damai dari dua belah pihak. “Ini kasus pidana umum, bukan delik aduan. Beda dengan kasus pencemaran nama baik. Kalau sudah saling memaafkan ya sudah selesai,” ingatnya.

Hal senada dikatakan M. Saiful Aris, Sekretaris Eksekutif Police Watch Jatim. Menurut dia, bukan sesuatu yang aneh jika terjadi suatu penangguhan penahanan tersangka. Tapi meskipun penangguhan penahanannya dikabulkan, proses hukum harus tetap berjalan. ”Makanya kita juga harus terus memantau perkembangannya,” sambungnya.

Seperti diketahui, secara mengejutkan Rudi Chandra Satriawan tersangka yang sudah resmi mendekam di balik jeruji besi dan tercatat sebagai tahanan Polres Surabaya Timur tiba-tiba bisa menghirup udara bebas. Penangguhan penahanan ini dilakukan karena Rudi dinilai kooperatif selama proses penyidikan.

Kasatreskrim Polres Surabaya Timur, AKP Hartoyo mengatakan penangguhan penahanan tersangka Rudi terhitung sejak Rabu (17/12) kemarin dikabulkan. Itu berarti hanya selama lima hari saja menginap di hotel prodeo.

“Istrinya, Setyaning Rahayu bersedia menjadi penjamin Rudi. Pertimbangan lainnya yakni selama proses penyidikan dia tidak pernah menghambat pemeriksaan,” ujarnya, Rabu (17/12).

Sumber: Surabaya Post, Kamis, 18 Desember 2008

Sajikan Gamelan dan Makanan Madura

Kongres I Bahasa Madura

Pelaksanaan Kongres I Bahasa Madura yang digelar di Pamekasan tadi malam pukul 19.00 dimulai. Ratusan peserta dari empat kabupaten di Madura ikut serta dalam event perdana tersebut.

Rencananya, Kongres I Bahasa Madura ini akan dilaksanakan di Pendapa Ronggosukowati pada 15 hingga 19 Desember 2008. Sesuai rencana pula, kongres akan dibuka oleh Pj. gubernur Jawa Timur di Pendapa Ronggosukowati.

Adapun persiapan panitia sudah terlihat sangat maksimal. Terbukti, sejak tamu yang akan mendaftar atau registrasi datang langsung disambut dengan alunan gamelan dan sejumlah sajian makanan kuno khas Pamekasan.

Sjaifudin Miftah, ketua Dewan Kesenian Pamekasan (DKP) mengatakan, untuk memberikan rasa manja kepada para peserta, panitia menyajikan gamelan dan makanan kuno khas Pamekasan.

"Dengan melihat itu semua masyarakat yang telah lama tidak pulang akan bernostalgia dan bisa ada kepuasan. Sebab, kami ingin kongres yang digelar kali ini benar-benar bernuansa Madura, termasuk makanan khas Madura," katanya.

Bang Dut-sapaan akrabnya melanjutkan, para tamu yang datang nantinya akan diarahkan pada sisi nostalgia. Di mana, makanan khas yang disuguhkan seperti aneka jajan pasar, seperti pecong, kocor, bilus serta pattola.

Keempat jenis makanan itu merupakan jenis makanan asli Madura yang jarang ditemukan di Pamekasan. Ada pula tajin etem, kripik tette serta kripik tangguk.

Aneka jenis makanan yang disajikan ini ditempatkan dalam sebuah wadah yang dibuat dari kayu yang oleh orang Madura dikenal dengan tenong. Yaitu, sejenis tempat makanan berupa kotak tempat suguhan makanan kepada para tamu yang biasa digunakan pada zaman dulu.

Untuk makanan tajin etem (bubur), disuguhkan dengan menggunakan soduh daun, yaitu sejenis sendok yang terbuat dari daun.

Kepala Bidang Kebudayaan Disporabud Pamekasan Sri Wartini Asti Rahayu mengatakan, Kongres I Bahasa Madura akan diikuti utusan dari empat kabupaten di Madura. Termasuk, perwakilan kabupaten di Jawa Timur yang kesehariannya memang biasa berbahasa Madura. Seperti Situbondo, Bondowoso dan sebagian Probolinggo serta Jember. (c9/zid)

Sumber: Jawa Pos, Selasa, 16 Desember 2008

Kongres I Bahasa Madura

Kongres I Bahasa Madura yang akan digelar di Pamekasan, Madura, 15 hingga 19 Desember 2008 mendatang, tak hanya dihadiri para tokoh dan budayawan regional dan nasional, tapi juga akan dihadiri pemerhati budaya Madura dari Jepang. "Pemerhati Budaya Madura dari Jepang yang kami undang adalah Prof Dr Okamoto Masaaki dari Universitas Kiyoto, Jepang," kata Sekretaris Panitia Kongres I Bahasa Madura, Khalifaturrahman di Pamekasan, Minggu (14/12). Kongres bertema 'Revitalisasi Pembinaan dan Pelestarian Bahasa dan Sastra Madura'. Okamoto Masaaki akan memberikan pandangan pemikiran seputar budaya dan tradisi warga Madura sebai bahan pertimbangan panitia dalam memasukkan poin rekomendasi kongres. (ANTARA)

Sumner: Kompas, 15/12/2008

Anak Jenderal Hartono Satu Sel Dengan Preman

Polisi Janji Tidak Akan Melepas

Janji polisi menahan Rudi Chandra Satriawan- tersangka dugaan penyekapan dan penganiayan terhadap M Al Amin-pegawai SPBU miliknya di Jalan Gentengkali akhirnya dipenuhi. Jumat kemarin (12/12) Rudi resmi ditahan di penjara Polres Surabaya Timur dengan Surat Perintah Penahanan Nomor 337/XII/2008/Reskrim tertanggal 12 Desember 2008.

Anak mantan KSAD Jenderal (purn) R Hartono ini ditahan usai diperiksa selama sembilan jam mulai Kamis malam (11/12) pukul 20.15 WIB hingga Jumat dini hari (12/12) pukul 05.00. Rudi ditahan bersama para pencuri, penjudi togel serta para preman hasil operasi street crime yang dilakukan jajaran polres Surabaya Timur November 2008 lalu.

Penahanan Rudi ini sempat tertunda karena kuasa hukumnya langsung mengajukan penangguhan. Mereka melengkapi pengajukan penangguhan itu dengan membawa surat perdamaian antara Rudi dengan Amin, korbannya. Namun upaya itu ditolak mentah-mentah Kapolres Surabaya Timur AKBP Drs Eko Iswantono MM.

Eko bersikukuh bahwa hasil pemeriksaan saksi-saksi cukup menguatkan adanya pelanggaran pidana yang dilakukan Rudi sehingga mengharuskannya untuk menahan.

Eko memastikan tidak akan menangguhkan penahanan Rudi dengan alasan apapun. “Tidak ada alasan penangguhan meskipun ada kesepakatan mereka mencabut laporan. Ini kan bukan delik aduan, ini delik pidana murni. Kami akan terus lakukan penyidikan secara proporsional dan profesional,” tegas Eko, Jumat (12/12).

Untuk membuktikan janjinya ini, Eko menantang media untuk terus mengikuti penanganan kasus ini.
Eko juga memastikan dalam kasus penyekapan dan penganiayaan ini Rudi menjadi pelaku tunggal. Sebelumnya, lanjut Eko- pihaknya sempat menduga ada pelaku lain yang membantu aksi Rudi.

Dugaan mengarah pada tiga pembantu Rudi yang diperiksa Rabu kemarin yakni Dedy Karyanto, Budi Santoso dan Basori. Namun dari hasil pemeriksaan, ketiga pembantu ini belum cukup bukti untuk dijadikan tersangka. “Dia (Rudi) untuk sementara menjadi pelaku tunggalnya karena dari keterangan saksi lain belum ada yang berkaitan dan turut serta membantunya. Nanti kami adakan pendalaman lagi,” tegas Eko.

Di kasus ini Rudi ternyata tidak hanya dijerat dua pasal yakni Pasal 333 ayat 1 KUHP tentang perampasan kemerdekaan orang (penyekapan) dan Pasal 351 ayat 1 KUHP tentang penganiayaan. Polisi menambah satu pasal lagi yakni Pasal 335 ayat 1 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan.

Untuk menguatkan jeratan pasal ini, polisi telah menyita sebuah borgol yang digunakan Rudi untuk menyekap Amin. Polisi juga sudah mengantongi hasil visum atas luka-luka yang diderita Amin.

Dikonfirmasi terpisah, Hasonangan Hutabarat SH, kuasa hukum Rudi Chandra tetap akan mengupayakan penangguhan penahanan Rudi. Hasonangan berpendapat adanya perdamaian di antara Rudi dan Amin cukup menjadi alasan kuat untuk bisa melepaskan Rudi dari penjara.

Hasonangan juga melengkapi surat permohonan penangguhan itu dengan menyertakan istri Rudi Ny Setyaning Rahayu sebagai penjaminnya. “Pak Rudi tulang punggung dari dua anak satu istri. Ini cukup menjadi alasan untuk menangguhkan penahanannya,” kata Hasonangan.

Jika sebelumnya Hasonangan selalu mengelak jika ditanya tentang posisi kasusnya, kemarin Hasonangan mau bersuara. Menurutnya, dalam kasus ini Rudi tidak bisa disalahkan karena Rudi tidak pernah melakukan penyekapan dan penganiayaan terhadap Amin. Bahkan, lanjut pengacara yang berkantor di Jalan Gunungsari Surabaya ini, Rudi menjadi korban jotos Amin. Ini dibuktikan dengan adanya bekas merah di bawah mata Rudi serta adanya luka di kelingking kanan dan kiri Rudi. “Pak Rudi sempat dipukul Amin saat rebutan kunci,” kata Hasonangan.

Hasonangan menduga luka-luka yang dialami Amin itu terjadi saat Amin berusaha melarikan diri dari rumah Rudi Rabu laku (3/12). “Yang jelas Pak Rudi tidak mungkin menganiaya dia karena kondisi tangan pak Rudi sendiri tidak mampu melakukan itu,” imbuh Hasonangan.

Dijelaskan Hasonangan, sekitar setahun yang lalu Rudi pernah mengalami cedera di engsel atas akibat kesalahan mengangkat barbel. Cedera ini membuat tangan kanannya tidak bisa berfungsi baik. “Ini ada bukti rontgennya,” katanya sambil menunjukkan sebuah rontgen.

Pernyataan Hasonangan ini berbeda dengan pengakuan Amin kepada petugas. Amin mengaku dianiaya selama dua hari oleh Rudi baik menggunakan tangan kosong maupun tongkat. Bahkan selama penganiayaan ini Amin sempat diborgol sebelum akhirnya di sekap di gudang bagain belakang rumah Rudi di Jalan Kertajaya Indah Timur XVI No 22 Surabaya.

Penyekapan dan penganiayaan terungkap ketika Muslimah, ibu Amin melaporkannya ke Polsek Mulyorejo. Dalam penggerebekan Kamis (4/12) petugas mendapati Amin dalam kondisi babak belur, bagian bawah mata kanannya lebam hingga berwarna coklat, mulutnya bengkak. Kedua lengannya beset-beset, bagian dahi kiri tergores. Serta banyak bekas goresan pada bagian dada, perut, punggung dan kepalanya.

Fakta ini membuat polisi mengusut adanya dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan Rudi Chandra. (uus)

Sumber: Surya, Saturday, 13 December 2008

Sampang dan Pamekasan Kebanjiran

Hujan deras yang mengguyur Madura selama sehari semalam, menyebabkan ribuan rumah di empat desa dan tiga kelurahan di Kabupaten Sampang terendam air, Kamis (11/12). Kondisi yang sama juga menimpa puluhan rumah di dua kelurahan di Kabupaten Pamekasan. Banjir terparah menimpa ratusan ratusan rumah warga di Kelurahan Dalpenang di Jl Imam Bonjol, Jl Melati, Jl Mawar, serta beberapa kawasan di tengah kota. Bahkan, air mulai merembet masuk ke kawasan monumen Trunojoyo, Sampang dengan ketinggian antara 0,5 - 1,5 meter.

Tiga desa dan tiga kelurahan di Sampang yang terendam banjir, di antaranya, Desa Polagan, Pasean dan Tanggumung serta Kelurahan Rongtengah, Dalpenang dan Panggung. Sedang dua Kelurahan di Pamekasan yang dilanda banjir meliputi Kelurahan Parteker dan Kelurahan Patemon.

Akibat banjir ini, arus transportasi dari Sampang menuju Omben dan Sampang menuju Karang Penang terpaksa ditutup dan dialihkan ke tempat lain. Jarak tempuhnya harus memutar dan lebih jauh sekitar 15 km.

Banjir yang menimpa Sampang ini diduga akibat guyuran hujan di kawasan utara, seperti di Kecamatan Tambelangan, Robatal dan Kedungdung. Kemudian airnya mengalir melalui Sungai Kemuning yang melintas di tengah kota kemudian meluap karena berbarengan dengan air pasang laut.

Menurut Mohammad Saleh, warga Dalpenang, air mulai menggenangi halaman rumahnya sejak pukul 3.00 WIB. Warga sebelumnya sudah curiga bakal muncul banjir karena siang hari terjadi hujan deras yang merata di Madura.

Lambat laun genangan air hujan meninggi dan mulai masuk ke teras rumah. Keluarganya harus mengemasi barang-barang dengan memindahkan ke tempat yang lebih tinggi, seperti perabotan rumah tangga, benda elektronik, kursi dan tempat tidur. “Warga tidak tidur karena berjaga-jaga di luar rumah. Begitu mengetahui banjir masuk rumah, warga menyelamatkan barang-barangnya,” ujar Saleh.

Hal senada diungkapkan, Riyan, warga Jl Panggilan Sudirman, yang mengakau air mulai masuk rumahnya sekitar pukul 16.00 WIB. Warga yang rumahnya kebanjiran, sebagian tetap tinggal di rumah menjaga barang-barangnya, sebagian lagi mengungsi ke rumah familinya yang tidak terendam banjir. “Saya masih bingung mau mengungsi ke mana. Kalau saya pergi mengungsi khawatir air makin meninggi dan barang tak terselamatkan,” ujarnya.

Sementara Kepala Kantor Kesejahteraan Sosial (Kesos) Sampang, Syamsul Arifin, bersama anak buahnya dan dibantu tim kelompok informasi masyarakat (KIM) masih meninjau lokasi warga yang kebanjiran dan memberikan bantuan awal berupa nasi bungkus.st30

Sumber: Surya, Friday, 12 December 2008

Baca juga:
Sampang Kebanjiran

Rawan Gelombang Pasang

Sembilan Kecamatan di Garis Pantai

Beberapa kecamatan di Kabupaten Bangkalan dikategorikan rawan bencana. Berdasarkan pemantauan satelit oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) yang disampaikan kepada Badan Kesbang Pol dan Linmas Bangkalan, ada sembilan kecamatan di pesisir pantai rawan gelombang pasang.

Sembilan kecamatan itu berada di garis pantai di sisi utara, barat, maupun selatan Madura. Yakni Kecamatan Tanjung Bumi, Sepulu, Klampis, Arosbaya, Bangkalan, Socah, Labang, Kwanyar, dan Modung.

"Sebenarnya ada 10 kecamatan yang berada di garis pantai Kabupaten Bangkalan. Tapi satu kecamatan, yakni Kecamatan Kamal tidak masuk pada peta rawan gelombang pasang," kata Kepala Bakesbang Pol dan Linmas Bangkalan, Drs H Achmad Fauzan MM saat dikonfirmasi wartawan koran ini.

Gelombang pasang itu terjadi karena air laut pasang berada di atas ambang batas normal. Sehingga, air laut akan naik hingga ke daratan. Rentang waktunya diperkirakan terjadi pada Desember 2008 hingga April 2009.

Selain gelombang pasang, tiga kecamatan juga masuk kategori rawan banjir. Yakni Kecamatan Blega, Arosbaya, dan Klampis. Namun, tiga kecamatan itu merupakan daerah langganan banjir ketika puncak musim hujan.

"Untuk banjir kategori ringan perlu diantisipasi pada Desember ini. Untuk banjir kategori menengah, berdasarkan analisa satelit diperkirakan Januari," urainya. Tapi, lanjut Fauzan, banjir di tiga kecamatan itu tidak sampai masuk pada kategori tinggi.

Di samping itu, wilayah Bangkalan juga rawan terjadinya bencana yang disebabkan angin puting beliung. Lokasinya rawan sapuan angin ribut itu diperkirakan merata. Namun, yang perlu diwaspadai tujuh kecamatan. Yakni Kecamatan Burneh, Tanah Merah, Galis, Socah, Kamal, Kwanyar, dan Modung.

Sedangkan tanah longsor juga dimungkinkan terjadi di daerah perbukitan. Yakni di Kecamatan Konang, Kokop, Geger, dan Galis. "Ini (daerah rawan bencana, Red) kan hasil analisa BMG. Jadi, tetap perlu diwaspadai," paparnya.

Mengenai antisipasi yang sedang dilakukan adalah peningkatan koordinasi dengan instansi terkait. Termasuk menyiapkan sarana dan prasarana yang dimiliki masing-masing instansi jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk penanganan korban bencana.

Sedangkan personel di lapangan, juga disiapkan tenaga terlatih yang sudah menjalani pelatihan khusus penanganan bencana. "Saat ini ada 600 personel terlatih yang tersebar di unit kerja serta kecamatan-kecamatan," papar Fauzan. Dalam penanganan korban bencana alam, pemkab juga melibatkan TNI dan polri dalam mengatasi tanggap darurat. (tra)

Sumber: Jawa Pos, Kamis, 11 Desember 2008

Salurkan Dua Ribu Nasi Bungkus

BUPATI Noer Tjahja bersama Sekkab Hermanto Subaidi turun langsung lokasi banjir pukul 11.00. Kali pertama kawasan yang dipantau adalah pelataran Monumen Trunojoyo. Saat tiba di jantung Kota Sampang ini, bupati geleng-geleng kepala melihat luapan air bah Sungai Kali Kemoning yang sudah mengepung monumen.

Kemudian, bupati dab rombongan berjalan ke Jalan Panglima Sudirman yang termasuk daerah langganan banjir. Setiba di lokasi, bupati langsung mencopot sepatunya, memilih nyeker lalu blusukan ke rumah-rumah penduduk.

Kehadiran orang nomor satu di lingkungan pemkab ini mengagetkan warga. "Eh Bapak Bupati. Mohon maaf Pak, rumah kami berantakan," ujar Kiki, salah seorang warga.

Saat berdialog dengan warga, Noer Tjahja menanyakan awal masuk air ke rumah-rumah warga dan volume air. "Sebenarnya, luapan air bah ini merupakan salah satu fenomena alam yang sudah biasa terjadi di Kota Sampang," kata Kiki.

Yusuf, tetangga Kiki, membenarkan. Kepada bupati, pria mengatakan, air mulai masuk ke kawasan warga Jalan Panglima Sudirman sejak pukul 07.00. "Di luar dugaan, ternyata volume air meningkat dan arusnya semakin kencang," ungkapnya.

Mendengar penuturan warga, bupati lalu minta agar mereka bersabar dan lapang dada. Sebab, sebenarnya tidak ada yang menghendaki kehadiran luapan air Sungai Kali Kemoning. "Kami berdoa dan sangat berharap air bah ini lekas surut," kata bupati.

Sementara Sekkab Hermanto Subaidi mengatakan, pemkab mendirikan dua unit posko penanggulangan bagi korban banjir. Lokasinya di kantor bappeda dan kessos. "Posko di kantor kessos akan membagi-bagikan sedikitnya 2.000 paket nasi bungkus," ujarnya yang kemarin didampingi Kepala Kantor Kessos Suwarno.

Dia berjanji pemkab akan bergerak cepat menanggulangi korban banjir. "Kendati pelayanan yang kami berikan terkendala minimnya ketersedian kayu bakar dan minyak tanah, tapi kami siap memberikan pelayanan yang cepat kepada masyarakat korban banjir," tandas Suwarno. (yan/mat)

Sumber: Jawa Pos, Jum'at, 12 Desember 2008

Sampang Kebanjiran

Ratusan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Luapan air bah Sungai Kali Kemoning menggenangi rumah warga Kota Sampang Sampang. Musibah banjir ini terjadi setelah Kota Bahari diguyur hujan dua hari berturut-turut.

Akibatnya, sekitar 3.442 rumah penduduk di Kecamatan Kota Sampang tergenang air. Sedangkan lahan pertanian yang terendam diperkirakan ratusan hektare. Sejumlah perkantoran dan sekolah juga tergenang air.

Berdasar pantauan di lapangan, banjir mulai menyelinap ke rumah warga sekitar pukul 02.30, dini hari kemarin. Kali pertama kawasan yang diserang air adalah sekitar bantaran sungai. Air bah lalu menggenangi rumah penduduk yang ada di kawasan perkotaan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, banjir ini menggenangi delapan desa/kelurahan se Kecamatan Kota Sampang yang selama ini tercatat sebagai kantong banjir. Yakni, Desa Tanggumong, Desa Pangilen, Desa Kemoning, Desa Paseyan, dan Desa Panggung. Termasuk Kelurahan Dalpenang, Gunong Sekar, dan Kelurahan Rongtengah.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui pasti jumlah kerugian yang dialami warga korban banjir. Tapi, rumah yang tergenang air bah di delapan desa/kelurahan sekitar 3.442 unit. "Jumlah ini mengacu kepada laporan masing-masing kepala desa maupun lurah setempat," ujar Camat Kota Sampang Yuliadi Setyawan.

Dijelaskan, berdasar laporan yang diterimanya, di Desa Pangilen sekitar 150 rumah tergenang, Kemoning 400 rumah, Tanggumong 500 rumah, Paseyan 600 rumah, dan Desa Panggung 42 rumah. Sedankan di Kelurahan Dalpenang 950 rumah, Rongtengah 400 rumah, dan Gunong Sekar 400 rumah.

Menurut Yuliadi, pemkab telah membentuk tim khusus penanggulangan korban banjir dan mendirikan dua unit posko di kantor bappeda dan kessos. "Hingga pukul 17.45 tadi (kemarin, Red) bantuan nasi bungkus terus dilakukan. Kawasan barat dikoordinasi PMI Sampang dan kawasan timur ditangani kessos," terangnya.

Berdasarkan hasil penelusuran koran ini di lapangan, kedalaman air cukup variatif, berkisar 0,5 sampai 2 meter. "Kalau di tepi jalan kedalaman air paling sekitar 0,5 meter. Tapi kalau sudah masuk ke daerah bantaran sungai, kedalamannya bisa mencapai 2 meter," ujar Sekdes Tanggumong Edi Hartono.

Di Desa Tanggumong ada tiga dusun yang menjadi korban air bah Sungai Kali Kemoning. Rinciannya, Dusun Naroan, Karongan, dan Dusun Tambangan. "Yang paling parah, di Dusun Naroan yang dekat bantaran sungai. Kalau jumlah sawah yang tergenang air bah sekitar 25 hektare," ungkapnya.

Sejumlah perkantoran dan lembaga pendidikan kemarin terpaksa menghentikan aktifitasnya. Pihak sekolah memilih meliburkan siswanya. "Kami khawatir air semakin membesar," ujar Kepala SMPN 4 Sampang Arief Budiansor.

Menurut dia, lokasi sekolahnya relatif aman dari kepungan air bah. Sebab, akses jalan yang akan dilewati siswa maupun guru tergolong kawasan rawan banjir. "Daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya kami pulangkan saja anak-anak," ternagnya.

Sementara Kepala MTsN 1 Sampang Moh. Kamil mengatakan, pihaknya terpaksa meliburkan siswanya karena sebagian ruang kelas tergenang air. "Proses KBM (kegiatan belajar mengajar) menjadi kurang efektif. Sebab, pikiran anak-anak mendua, khawatir tidak bisa pulang dihadang banjir," ujarnya.

Ruangan MTsN 1 Sampang yang tergenang air banjir sebanyak lima lokal. Yakni, ruang usaha kesehatan sekolah (UKS), laboratorium komputer, ruang kantor guru dan kepala sekolah, dan tiga ruang kelas yang ditempati siswa kelas IA, IB, dan murid kelas IC.

"Tinggi air di kelas cuma 40 centimeter. Tapi kalau di halaman luar bisa mencapai 1 meter lebih," kata Rustam, salah seorang guru sekolah yang berlokasi di Jalan Kusuma Bangsa ini.

Agar hari ini siswa bisa melanjutkan KBM, pihak sekolah memutuskan melakukan bekerja bhakti membersihkan endapan lumpur yang menempel di ruangan dan mebeler. "Tapi kalau memang belum bersih, besok (hari ini, Red) kami akan bekerja bakti lagi bersama anak-anak," katanya.

Berdasar pantauan koran ini, sejumlah sekolah dan perkantoran yang lain juga berhenti beraktifitas setelah gedungnya dikelilingi air bah. Utamanya, kantor dan lembaga pendidikan yang berada di Kelurahan Dalpenang, Rongtengah, dan Kelurahan Gunong Sekar. Termasuk, di Desa Tanggumong, Pangilen, Panggung, dan Paseyan, dan Kemoning. (yan/mat)

Sumber: Jawa Pos, Jum'at, 12 Desember 2008

Baca juga:
Salurkan Dua Ribu Nasi Bungkus

Teror Sumpah Anak Jenderal


Usai menganiaya, Rudi Chandra, anak Jenderal (Purn) R Hartono, menyumpah Al Amin (potret sebelah) dengan Alquran agar tak lapor polisi.

Meski tega menganiaya anak buah sendiri, Rudi Chandra, anak mantan KSAD Jenderal (Purn) R Hartono, enggan berurusan dengan polisi. Bos SPBU itu pun bahkan sempat menyumpah Al Amin (19), mantan karyawan SPBU-nya yang dia aniaya, dengan Alquran agar Amin tak lapor polisi.

Sebelum disumpah, antara Rudi juga membuat kesepakatan tertulis dengan Amin di selembar kertas yang di dalamnya terdapat 14 daftar kesalaham Amin di sela-sela aksi pemukulan, Kamis (4/12) malam. “Saya dipaksa tanda tangan dan bersumpah di atas Quran,” ujar Amin sambil menahan sakit karena bengap di mata kanannya saat ditemui wartawan di rumahnya, Jalan Gubeng Kertajaya Gang IG, Surabaya.

Amin menambahkan, sumpah dengan Quran itu dimaksudkan agar penganiayaan oleh Rudi dianggap sebagai sebuah pelajaran. Namun, keluarga Amin tak menggubris sumpah terhadap Amin yang berada di bawah tekanan tersebut. Adapun beberapa dari 14 kesalahan Amin yang ditulis dalam kesepakatan, di antaranya, Amin dituduh menggelapkan uang setoran SPBU dan melanggar aturan dengan tidak masuk selama 3 hari.

Namun Amin membantah keduanya. Sebab, setoran selalu sama dengan meteran pengeluaran BBM. Soal dirinya tak masuk tiga hari, itu karena dia sudah mengajukan pengunduran diri, namun tak direspons sehingga sejak Minggu (30/11) ia tak kerja. “Itu pun saya mengabari Pak Rudi bahwa saya tak masuk,” kata Amin.

Sementara itu, ibu Amin, Muslimah, menceritakan, pihaknya sempat didatangi keluarga Rudi Tjandra agar menarik laporan atas penganiayaan yang dialami anaknyha, namun pihaknya menolak. “Jangan mentang-mentang orang besar bisa membeli kami orang kecil,” ujarnya.

Amin juga membeberkan penganiayaan yang dia terima dari Rudi. Awalnya Rabu (3/12) siang datang ke rumah Rudi dengan mengendarai motor bersama kakaknya, Siti Nurhalimah, untuk mengambil BPKB jaminan kerja.

Sesampai di tempat, dia menelepon Rudi hingga bosnya itu keluar. Rudi memberikan uang kepada Siti Nurhalimah, namun memanggil Amin masuk untuk mengambil BPKB yang disita sebagai jaminan kerja di SPBU. Tetapi, Amin malah tidak boleh keluar dari gudang. Amin yang sempat kabur malah diteriaki maling hingga ditangkap satpam.

Hingga kini kasus penganiyaan itu telah ditangani Polres Surabaya Timur. Perkara ini memang diambil alih dari Polsek Mulyorejo. Kasat Reskrim Polres Surabaya Timur AKP Hartoyo di Mapolres Surabaya Timur, Jalan Kapasan, mengatakan, terdapat dua polsek yang menangani kasus ini.

Jika berdasarkan lokasi kejadian, kasus ditangani Polsek Sukolilo. Namun, ibu korban, Muslimah, melaporkan kasus pemukulan terhadap anaknya ke Polsek Mulyorejo. “Dengan ditangani polres kami bisa membantu sepenuhnya,” tegasnya. Rudi pun mulai diperiksa Sabtu (6/12) hari ini. (k4)

Sumer: Surabaya Post, Sabtu, 6 Desember 2008

Tujuh Pemilik Tanah Bertahan

Pembebasan lahan untuk jalan akses Suramadu sisi Madura
belum juga selesai


Setelah berbagai pendekatan untuk merayu pemilik tanah tetap mentok, pelaksana proyek Suramadu menyerahkan uang ganti rugi ke Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan. Namun, dari delapan pemilik tanah, baru seorang yang mau menerima ganti rugi tanahnya.

Sulitnya pembebasan lahan untuk jalan akses menuju kaki Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) di Bangkalan itu dipastikan akan mengganjal pengoperasian jembatan terpanjang di Indonesia itu. Yang jelas, PN Bangkalan berharap pemilik tanah segera mengambil uang ganti rugi tanahnya di panitera PN setempat.

Seperti diketahui, sejak Selasa (9/12), dana konsinyasi atau penitipan ganti rugi sekitar Rp 2,4 miliar diserahkan pelaksana proyek Suramadu, Bina Marga Propinsi Jatim, ke PN Bangkalan. Uang sebesar itu untuk ganti rugi tanah warga seluas 28.131 meter persegi dan tanaman yang tumbuh di atasnya. “Karena para pemilik tanah tidak mau dengan uang ganti rugi yang ditetapkan, akhirnya uang kita titipkan ke Pengadilan Negeri Bangkalan,” kata Faruq, staf Bina Marga Propinsi Jatim.

Pada SK Bupati No. 188.45/753/Kpts/433.013/2008 tentang Ganti Rugi Tanah Suramadu, harga tanah dipatok sebesar Rp 80.000/meter persegi. Menurut Faruq, harga ini tentunya sudah melewati juru taksir independen dan tim pembebasan tanah Pemkab Bangkalan.

Sedangkan ganti rugi tanaman seperti tertuang dalam Peraturan Bupati Nomor 58/2008, bergantung pada jenis dan diameter tanaman. Pohon jati dengan diameter 1-5 Cm seharga Rp 150.000, 6-7 Cm seharga Rp 200.000, dan 10 Cm ke atas sebesar Rp 300.000.

Delapan pemilik tanah di tiga desa, Morkepek, Pangpong, dan Baenges, Kecamatan Labang pun diundang ke Pengadilan Negeri Bangkalan. Sampai Selasa siang, hanya satu pemilik tanah yang hadir, yakni Rumaya dari Desa Morkepek.

Ketua PN Bangkalan, Sadjidi didampingi panitera muda perdata Chairil Anwar mengatakan, pemilik tanah Rumaya bersedia menerima ganti rugi atas tanah miliknya seluas 373 meter persegi. Tanah untuk jalan akses Suramadu itu diberi ganti rugi sebesar Rp 29,8 juta.

Namun Rumaya belum bisa membawa uang ganti rugi itu. Karena dia datang ke PN Bangkalan tanpa membawa surat kepemilikan tanah yang menjadi syarat pengambilan uang ganti rugi.

“Kita bersyukur ada satu pemilik tanah yang mau menerima ganti rugi. Kita masih menungu tujuh pemilik tanah lainnya,” kata Chairil Anwar.

Seperti diberitakan 8 pemilik tanah di tiga desa Morkepek, Baengas, dan Pangpong, Kecamatan Labang, menolak menerima ganti rugi sebesar Rp 80.000/meter persegi. Mereka bertahan dengan harga berkisar Rp 300 ribu-1 juta/meter persegi.

Pelaksana proyek Suramadu yang dikejar target akhir tahun ini jalan akses Suramadu sisi Madura harus selesai, kelimpungan dengan bertahannya pemilik tanah. Karena sampai sekarang pembangunan jalan akses terkatung-katung karena hampir 3 ha lahan belum berhasil dibebaskan. (kas)

Sumber: Surabaya Post, Rabu, 10 Desember 2008

Pamekasan Akan Gelar Malam Investasi

Pemkab Pamekasan akan menggelar malam investasi di Surabaya. Bekerjasama dengan Event Organizer (EO) Satubasa Communication Surabaya, acara itu akan digelar di Isyana Ball Room Hotel Bumi Surabaya, 21 Januari 2009 mendatang. Dalam acara ini Pamekasan akan mengundang ratusan investor yang diharapkan akan bisa diajak untuk menanamkan investasinya di Pamekasan.

Sabtu (6/12) rapat persiapan gelar malam investasi itu dilakukan di pendopo Ronggosukowati Pamekasan. Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Pamekasan Drs KH Khalilurrahman SH itu dihadiri oleh Wakil Bupati Drs Kadarisman sastrodiwirjo MSi, dan semua pimpinan unit kerja terkait di Pemkab Pamekasan. Dari pihak EO Satubasa Communication hadir sejumlah personil dipimpin Associate Managing Director Yos Novembrianto.

Bupati Kholilurrahman SH mengatakan pagelaran malam investasi dilakukan dalam rangka memperkenalkan potensi Pamekasan kepada kalangan investor. Dengan mengenal berbagai potensi yang dimiliki Pamekasan, kata Bupati Kholil, para calon investor akan tertarik menanamkan modalnya sesuai dengan jalur usaha dan spesialisasi yang ditekuninya. “Kita akan membuka semua kran kemudahan dalam rangkaian menarik investor ini,” katanya.

Sementara itu Yos Novembrianto mengatakan agar rangkaian acara malam investasi itu benar-benar bermutu dan efektif, di dalamnya akan digelar berbagai suguhan acara seperti dialog interaktif mengenai keanekaragaman potensi yang dimiliki Pamekasan, baik potensi ekonomi, budaya dan lain sebagainya. Semuanya akan didukung oleh tayangan video profil Pamekasan. Dalam dialog tentang potensi daerah nanti akan dipandu oleh Kresnayana Yahya.

Sementara itu Asisten Ekonomi Pembangunan Setdkab Pamekasan Drs HM Alwi Mhum, mengatkan guna memeriahkan dan mensukseskan acara malam investasi nanti, pihaknya telah mengundang sekitar 200 peserta. Dari jumlah itu 80 % diantaranya adalah kalangan pengusaha atau calon investor. Sisanya dari kalangan pejabat Pemkab Pamekasan, budayawan, akademisi dan tokoh Madura di Surabaya dan kota besar lainnya. (mas)

Sumber: Surabaya Post, Minggu, 7 Desember 2008

Hari Ini Anak R Hartono Ditahan

Rudi Chandra, bos SPBU yang juga anak mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) era Soeharto Jenderal TNI (Purn) R. Hartono, resmi jadi tersangka penganiayaan karyawannya, M Al Amin (19). Rudi bakal mulai ditahan, Kamis (11/12). Sejatinya, Satreskrim Polres Surabaya Timur sudah memanggil Rudi Chandra kemarin, namun yang bersangkutan tak muncul.

Penetapan Rudi sebagai tersangka dilakukan setelah polisi memeriksa delapan saksi. Antara lain tiga Hansip perumahan di Jl Kertajaya Indah Timur (rumah Rudi Chandra, red). Sedangkan lima lainnya orang-orang yang ikut melihat Al-Amin (korban penganiayaan) saat berusaha kabur namun kembali ditangkap.

Ketiga hansip tersebut adalah Trio, Usman, dan Subur yang kemarin diperiksa terpisah masing-masing di ruang Idik II, IV, dan I. “Mereka kami periksa sebagai saksi,” ujar Kanit Idik I Polres Surabaya Timur Ipda Subiyantana di Mapolres Surabaya Timur, Jl Kapasan, Selasa (9/12).

Hanya saja, beberapa karyawan Rudi yang diduga terlibat penyekapan Amin masih belum muncul kemarin. Namun tiga orang kuasa hukum Rudi dari HD n D Law Firm. Yakni, Suro Widjojo, Yudi Jayanto dan Hasonangan Hutabarat muncul di Mapolres. Menurut Hasonangan, salah satu pengacara Rudi mengaku sudah menerima surat panggilan untuk lima kliennya. Bahkan, tiga di antara mereka seharusanya datang untuk diperiksa.

“Kami hanya mengonfirmasi surat panggilan yang dikirim pihak kepolisian dan di dalam surat panggilan tersebut ada beberapa kesalahan nama dan alamat karyawan Rudi,’’ ujarnya.

Nama-nama itu adalah Budi Susanto (warga Jambangan, Boyolali, Jateng), Dedy Karyanto (warga Kemantren, Krian), dan Basori (warga Jl Jegu, Blitar). Sebelumnya, kata Hasonangan, nama-nama tersebut ditulis tak lengkap dengan alamat yang keliru. Namun, kesalahan tersebut tidak mempengaruhi jalannya penyidikan. Delapan orang yang didatangkan diperiksa secara maraton mulai pukul 09.00 hingga pukul 13.30.

Meski demikian, Kasatreskrim Polres Surabaya Timur AKP Hartoyo mengatakan bahwa Rudi sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka. “Sesuai keterangan saksi-saksi, Rudi sudah resmi jadi tersangka,” tegas mantan Kapolsek Gubeng itu.

Tetapi, meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka namun polisi belum menahannya dengan alasan karena pemeriksaan saksi-saksi belum selesai. Saksi yang menunggu giliran diperiksa adalah tiga pembantu Budi Susanto, Dedy Karyawanto dan Basori. “Pemeriksaan terhadap tiga pembantu itu akan dilakukan Rabu (hari ini). Lantas, Kamis giliran Rudi yang akan kami periksa. Setelah pemeriksaan saksi dan Rudi selesai, kami akan menahannya,” tandas Hartoyo.

Rudi ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan dan penyekapan Al Amin, karyawan SPBU Genteng Kali miliknya. Tindak pidana itu dilakukan Rudi di rumahnya, Jalan Kertajaya Indah Timur XVI Blok P-20 Surabaya pada Rabu (3/12).

Saat itu, Al Amin, yang ditemani kakak perempuannya, Siti Muslimah, bermaksud mengambil BPKB motornya yang jadi jaminan selama dia bekerja di SPBU. Namun, Al Amin malah disekap dan dianiaya. Atas perbuatannya itu, Rudi dijerat pasal 333 dan 351 KUHP tentang penyekapan dan penyiksaan dengan ancaman hukuman penjara 8 tahun. k4

Sumber: Surya, Rabu, 10 Desember 2008

Puncak Mudik


Arus mudik (toron) yang menjadi tradisi warga Madura setiap menyambut Idul Adha via Pelabuhan Tanjung Perak akan mencapai puncaknya, Minggu (7/12) hari ini. Diperkirakan sekitar 40.000 warga Madura tinggal di Surabaya akan menyeberang ke Pulau Madura.

Dari Pantauan Surabaya Post, Minggu siang tadi, meski belum ada penumpukan cukup berarti, tapi untuk pemudik yang memakai kendaraan roda dua mulai menyemut sepanjang 50 meter. Muhammad Aziz, salah satu pemudik bersepada motor menuturkan, memilih berangkat lebih pagi, karena masih ada beberapa keperluan yang harus diselesaikan. ”Kalau terlalu siang saya khawatir terjadi kemacetan. Apalagi saya membawa anak istri,” tuturnya.

Sementara Manajer Operasional PT Indonesia Feri Muhammad Waluyo mengemukakan, masyarakat yang menggunakan jasa penyeberangan ke pulau Madura mencapai puncaknya pada hari Minggu. “Akan mencapai puncak kira-kira siang ini sampai malam nanti,” kata Waluyo, Minggu (7/12)

Dikatakan, PT Indonesia Feri Persero telah mengoperasikan 18 kapal, masing masing berkapasitas 600 orang, rute Surabaya–Madura dengan total 225 trip.

Selain menyiapkan kapal, lanjut dia, pihaknya juga menyiapkan pengamanan sepanjang rute jalur antrean kendaraan dan penumpang. “Di sepanjang rute antrean, akan disiapkan sekitar 80 orang pengaman,” katanya. Waluyo menambahkan, pengamanan cukup besar ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan masyarakat yang akan menyeberang ke Madura. Selain 18 kapal yang siapkan, PT Indonesia Feri Persero akan menyiapkan 4 dermaga.

Agar mempelancar pemberangkatan, Waluyo memprioritaskan motor dan masyarakat yang tidak membawa kendaraan. Hal ini dilakukan karena jumlahnya yang paling banyak dibandingnkan kendaraan roda empat. Selain itu, pengendaranya sebagian besar membawa anak kecil “Kasihan mereka kepanasan dan membawa barang banyak. Berbeda dengan mobil yang ada AC-nya,” katanya beralasan.

Skenario Tandem

Sementara untuk mengatasi puncak Toron Hari Raya Idul Adha ASDP Cabang Surabaya membuat 3 skenario penyeberangan. Skenario dibuat sesuai jumlah pengguna jasa penyeberangan masuk ke Dermaga Ujung.

"Kami bagi menjadi normal, padat dan sangat padat," ujar Kepala PT ASDP Cabang Surabaya, Prasetyo B Utomo, Sabtu (6/12).

Untuk arus normal ASDP akan menyiapkan 12 kapal ferry, arus padat 15 ferry dan arus sangat padat ASDP akan mengerahkan seluruh armadanya yakni 18 kapal ferry. Bila arus sangat padat terjadi maka skenario kapal tandem (sodomi) akan digunakan.

"Seluruh dermaga termasuk dermaga plengesengan akan difungsikan," tambah Prasetyo.

Prasetyo mengatakan faktor libur panjang dan turunnya BBM membuat jumlah pengguna jasa penyeberangan pada toron tahun ini meningkat dibanding tahun lalu. Puncak Toron sendiri tidak terjadi pada hari Sabtu karena faktor sekolah yang belum meliburkan siswanya. (k12)

Sumber: Surabaya Post, Minggu, 7 Desember 2008

Motifnya Cemburu Pembunuhan Pelawak Madura

Kasus pembunuhan dan penganiayaan hingga menyebabkan Moh Arif, 39, Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Sumenep, yang sehari-hari berprofesi sebagai pelawak ludruk terkenal di Madura, akhirnya terungkap. Pembunuhan sadis dengan puluhan luka tusukan itu dilatarbelakangi soal perselingkuhan dengan istri orang. Pelakunya Jamik, 45, warga Dusun Dan-Dan, Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Sumenep, ditangkap anggota reserse Polsek Pragaan, Minggu malam sekitar pukul 12.00 WIB di rumahnya di Dusun Dandan.

Pelaku tega menghabisi Arif yang juga teman akrab istrinya yang bernama Rusdiyah, 35, itu karena kalap dan dibakar api cemburu ketika melihat istrinya berselingkuh dengan Arif sang pelawak kawakan yang pernah dia undang dua bulan yang lalu.

Menurut warga sekitar lokasi kejadian, Busyri, 38, kedekatan antara korban Arif dan Rusdiyah itu diduga diawali ketika dua bulan sebelumnya pelaku yang sehari-hari mencari nafkah di luar Madura itu punya hajatan dan mengundang grup Karawitan Ludruk. Di antara pemainnya adalah Arif yang memang menjadi bintang dalam lakon yang ditampilkan malam itu.

Jalinan asmara diduga terjalin saat pertemuan awal ketika korban manggung di rumah pelaku dan terus berlanjut. Keduanya leluasa bermain asmara karena Rusdiyah kerapkali ditinggal kerja suaminya. “Tidak hanya suaminya yang curiga, tetapi warga sekitar juga curiga karena dia kerapkali bertamu,” tandas Busyri.

Kapolsek Pragaan, AKP Syakrani saat dikonfirmasi Surya membenarkan motif di balik kasus pembunuhan itu karena perselingkuhan. Bahkan sesuai pengakuan tersangka, dia kalap dan tega menghabisi Arif karena melihat langsung ketika istri dan korban berciuman di ruang tamu rumahnya tempat tinggal dia dan istrinya.

“Pelaku berkali-kali mendengar kabar perselingkuhan istrinya dengan korban. Namun karena dia bekerja di Jawa, dia tidak bisa melihat langsung perselingkuhan istrinya,'' ujar Syakrani. Namun pada saat kejadian, pelaku mendapati istrinya yang lebih muda dari dirinya sekitar 10 tahun itu melihat langsung kalau istrinya sedang bercumbu mesra dengan korban. (st2)

Sumber: Surya, Tuesday, 09 December 2008

Aliansi Petani Sumenep Datangi Gudang Pupuk


Sebanyak lima orang yang mengatasnamakan Aliansi Petani Sumenep, Madura, mendatangi gudang penyangga (penyimpanan pupuk urea) milik PT Kaltim di Desa Marengan Laok, Kecamatan Kota, Sumenep, Rabu (3/12).

Juru bicara Aliansi Petani Sumenep, Edhi Junaidi menjelaskan, pihaknya ingin melihat secara langsung stok pupuk yang ada di gudang milik pabrikan.

“Ternyata stoknya banyak. Ini yang membuat kami heran. Padahal, di bawah, para petani kesulitan memperoleh/membeli pupuk urea,” katanya menegaskan.

Edhi menjelaskan, pihaknya akan melakukan pemantauan dalam proses pendistribusian pupuk urea bersubsidi di Sumenep.

“Petani di Sumenep menjerit karena kelangkaan pupuk urea. Panen jagung terancam gagal gara-gara tidak ada pupuk yang bisa dibeli para petani,” katanya.

Menurut Edhi, pihaknya tidak ingin berburuk sangka atas kelangkaan pupuk yang terjadi di Sumenep.

“Tapi, segala kemungkinan bisa saja terjadi. Kami akan melakukan pemantauan, agar pendistribusian pupuk urea bersubsidi tidak ada penyimpangan,” katanya menegaskan.

Kepala Gudang Penyangga PT Kaltim di Sumenep, Jannadi menjelaskan, pihaknya hanya sebagai penyedia pupuk urea bersubsidi yang akan didistribusikan pada petani melalui distributor dan kios, sesuai alokasi/jatah yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Kami tidak terlibat langsung secara teknis dalam hal pendistribusian pupuk urea bersubsidi di lapangan. Itu bagian dari kerja distributor dan kios,” katanya menambahkan.

Ia menjelaskan, pihaknya akan mengeluarkan pupuk yang ada di gudang pada distributor sesuai dengan dokumen pemesanan (delivery order/DO). Kalau tidak ada DO, pupuk tidak bisa dikeluarkan dari gudang.

“DO itu menyesuaikan dengan alokasi yang ditetapkan pemerintah. Untuk Sumenep, alokasi pupuk urea subsidinya pada tahun 2008 ini sebanyak 24.504 ton. Hingga Rabu ini, jatah pupuk urea yang belum ditebus oleh distributor sekitar 2.700 ton,” katanya. (ant)

Sumber: Surya, Rabu, 3 Desember 2008

Kasatker Suramadu Khawatir Jembatan Digerogoti

Ada beberapa hal yang disampaikan oleh Ir Yudha Handita MT MBA, Kasatker Sementara Pembinaan Teknis Jembatan Nasional Suramadu ketika menyambut para akademsi di kantornya, Selasa (2/12). Terutama kepada akademisi yang berasal dari Madura, dia mengemukakan kekhawatirannya mengenai megaproyek yang menghabiskan dana Rp 5 triliun lebih itu.

Sebagian besar JS terbuat dari beton dan didukung besi-besi ukuran besar dan kuat. Hal ini yang memicu kekhawatiran. Kekhawatiran tersebut cukup beralasan. Sebab, sudah menjadi rahasia umum bahwa sebagian orang Madura "suka" besi. Bukan hanya besi tua yang sudah tidak terpakai, tower listrik PLN pun pernah menjadi sasaran pencurian (seperti pernah diberitakan Koran ini).

"Karena itu, saya minta agar bapak-bapak yang dari Madura ini bisa menyampaikan pada masyarakat untuk bersama-sama memelihara jembatan jika sudah jadi," pinta Yudha. Sebab, jika sesuatu terjadi pada JS karena ulah masyarakat, maka kerugian akan datang bukan hanya pada warga Madura sendiri, tapi juga negara.

"Jembatan Suramadu ini menjadi sorotan nasional, bahkan internasional. Kalau dirusak pasti akan memermalukan diri sendiri di depan masyarakat nasional dan dunia," tandasnya.

Selama beberapa tahun sudah banyak alat-alat terbuat dari besi yang hilang. Bahkan, ada yang dalam ukuran besar. Setelah diselidiki alat-alat itu sudah menjadi potongan-potongan di tepi pantai. Modusnya, sedikit demi sedikit para penjarah itu menggergaji bahan besi yang mereka incar. Setelah terpotong, mereka akan menariknya perlahan-lahan dengan tenaga manual ke tepi pantai.

"Saya sendiri juga banyak menemukan nelayan yang menggunakan perahu di bawah jembatan. Saya pikir mereka memancing ikan, ternyata memancing besi-besi yang jatuh ke dasar laut. Kail pancing mereka diganti magnet untuk menarik besi," ungkap Yudha.

Chomeidi menambahkan, yang lebih memrihatinkan lagi, ada beberapa pekerja yang bekerjasama dengan para pemancing besi tersebut. Sehingga, mereka dengan sengaja menjatuhkan material-material besi ke laut. "Barangnya memang kecil-kecil seperti baut, lempengan besi, atau rangka besi. Kecil-kecil kalau jumlahnya banyak kan lumayan," katanya.

Saat meninjau langsung ke lokasi pancang tengah, Koran ini bersama rombongan akademisi melihat langsung aktivitas pemancing besi itu. Mereka terlihat menambatkan perahunya di bawah jembatan yang di atasnya banyak pekerja konstruksi tengah melaksanakan tugasnya. Padahal, berada di bawah orang bekerja sangat berbahaya. Di saat yang tidak terduga bisa saja sesuatu jatuh dari atas dan menimpa mereka. Namun, mereka tetap asyik memancing besi tanpa khawatir terjadi kecelakaan dan mengenakan satu pun alat pengaman.

Mengenai kekhawatiran Kasatker Suramadu, Muh. Syarif, akademisi dari Unijoyo mengatakan, penjarahan atau pencurian besi pada dasarnya merupakan tindakan kriminal perorangan. Karena itu harus ada tindakan hukum yang tegas. "Kalau memang terbukti mencuri atau merusak laporkan saja pada pihak berwenang," tegasnya. Dengan begitu, lanjutnya, harus ada pengamanan yang ketat di semua sisi JS.

Sementara akademisi lain menyarankan agar di setiap sisi JS dipasang kamera pengintai. Sehingga, aktivitas yang dilakukan orang di atas maupun di bawah jembatan bisa terkontrol. (nra/ed)

Sumber: Jawa Pos, Kamis, 04 Desember 2008