Ratusan Warga Sumenep Tolak Pengeboran Migas

Foto: Ahmad Rahman Sumenep
Ratusan warga Desa Tanjung Kecamatan Saronggi Sumenep, berunjukrasa di depan pemkab. Mereka menuntut bupati menghentikan aktivitas pengeboran migas yang dilakukan PT Energi Meneral langgeng (EML).
Massa melakukan orasi meminta bupati segera menghentikan pengeboran karena dianggap meresahkan masyarakat.
"Kami akan terus melakukan demo kalau bupati tidak menghentikan pengeboran di Desa Tanjung," teriak Juanda, korlap aksi, Selasa (15/5/2012).
Mereka juga membawa rumput laut sebagai bukti rusaknya rumput laut di desanya akibat aktivitas pengeboran tersebut. 5 Perwakilan ditemui Kepala ESDM Suprayogi.
"Jika dalam waktu satu minggu tuntutan kami tidak direspon oleh bupati, maka kami akan datang lagi dengan massa yang lebih banyak," teriak Kepala Desa Tanjung, Salamet.
Aksi ini berlanjut ke kantor DPRD Sumenep. Mereka meneruskan aksinya dengan jalan kaki. Massa selain terdiri dari laki-laki, juga ada wanita dan anak-anak. (fat/fat)
Sumber: DetikNews

Akibat Layangan, 2,5 Jam Kota Sampang Gelap Gulita

Gara-gara sebuah layangan yang nyantol di jaringan instalasi listrik, membuat Kota Sampang gelap gulita selama 2,5 jam. Pemadaman tersebut terjadi pada pukul 21.30 dan baru menyala kembali pukul 00.00 win Selasa (8/5) dini hari.

Akibat pemadaman itu siswa Sekolah Dasar (SD) yang tengah belajar untuk menghadapi Ujian Nasional (UNAS), terganggu konsentrasinya. Tentu saja para pelanggan sangat kecewa dengan kinerja PLN yang dinilia lamban dalam mengatasi pemadaman listrik tersebut.

”Mengatasi layang-layang saja sudah tidak becus, apalagi ada gangguan lain yang lebih rumit, entah membutuhkan waktu berapa jam untuk membenahinya. Bisa-bisa sampai berhari-hari mungkin baru menyala kembali listriknya,” keluh Arif Wahyudi, warga Kelurahan Dalpenang, merasa kesal karena anaknya tidak bisa konsentrasi belajar akibat listrik padam.

Wahyudi menyayangkan kinerja petugas PLN yang tidak tanggap dalam mengatasi gangguan listrik hingga sering terjadi pemadaman secara mendadak. Saking kesalnya ia setengah berseloroh, PLN sepertinya mempunyai slogan tiada hari tanpa byar pet, terutama jika hujan deras disertai angin kencang pasti listrik padam. ”Jangan hanya mendenda pelanggan yang telat bayar tagihan, tapi tidak diimbangi perbaikan pelayanan,” protesnya.

Amin Arif Tirtana, anggota DPRD Sampang dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) menyatakan, dampak dari pemadaman listrik itu, para pelanggan tidak hanya mengalami kerugian dari aspek ekonomi saja, namun juga berdampak terhadap faktor keamanan serta menimbulkan ketidaknyamanan pelanggan terhadap pelayanan PLN yang sangat buruk tersebut.
”Dalam ketentuan Undang-undang No. 25/2009 tentang Pelayanan Publik, masyarakat sebagai konsumen berhak menuntut PLN, apabila dalam memberikan pelayanan tidak bekerja profesional, serta tidak memenuhi standar operasional pelayanan (SOP) yang telah ditentukan,” tegas Amin.

Sementara itu, Manajer Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) PLN (Persero) Sampang, Sumaryana, ketika dikonfirmasi terkait pemadaman listrik tersebut, menjelaskan, bahwa petugas yang melakukan penyisiran ke lapangan baru beberapa jam dapat menemukan penyebab gangguan pemadaman listrikitu, ternyata disebabkan sebuah layang-layang yang menyangkut di jaringan listrik. ”Kita telah berupaya, tapi akibat hujan deras sehingga petugas cukup kerepotan karena kondisinya sangat licin dan membahayakan keselamatan jiwa petugas,” terang Sumaryana. (rud)

Sumber: Surabaya Post